Home »
Book Review » Sejarah Bangsawan dan Raja-raja Melayu Keturunan Sulawesi Selatan
16 juni 2015 07:07
Sejarah Bangsawan dan Raja-raja Melayu Keturunan Sulawesi Selatan
Judul Buku
| : | Kisah Lima Pendekar Opu Daeng di Negeri Melayu |
Penulis
| : | Zainudin Tika, Masud Kasim dan Rosdiana |
| Penerbit | :
| Lembaga Kajian & Penulisan Sejarah Budaya Sulawesi Selatan |
Cetakan
| :
| Pertama, 2011 |
Tebal
| :
| VI + 70 Halaman |
Ukuran
| :
| 13,5 cm x 20,5 cm. |
Buku ini menceritakan kisah lima orang pendekar di Negeri Melayu yang berdarah bugis. Lima pendekar tersebut ialah Opu Daeng Parani yang menjadi panglima perang di kerajaan Selangor, Opu Daeng Menambung menjadi raja Mempawah di Kalimantan Barat, Opu Daeng Marewa menjadi Yam Tuan Muda pertama kerajaan Johor, Opu Daeng Celak menjadi Yam Tuan Muda kerajaan Johor dan Opu Daeng Kamase menjadi pangeran mangkubumi Kerajaan Sambas.
Untuk menjaga silaturahim dan memperkuat tali persahabatan antara kerajaan negeri-negeri Melayu dengan kerajaan di Sulawesi Selatan, kelima pendekar tersebut kawin dengan gadis bangsawan di negeri itu. Beberapa keturunan dari mereka akhirnya menjadi pahlawan nasional seperti Raja Ali Haji dan Raden Saleh.
Buku ini juga menjelaskan hubungan Sulawesi Selatan dengan negeri Melayu. Sejarah hubungan raja-raja dari Sulawesi Selatan telah ada sejak ratusan tahun yang lalu, bahkan sempat tercatat dalam sejarah Melayu, yakni ketika Raja Gowa V (1420-1445) sudah ada upaya untuk memperluas wilayah dan menjalin kerja sama dengan kerajaan-kerajaan Jiran.
Hubungan antara Gowa dan negeri Melayu juga tampak pada masa pemerintahan Sultan Hasanudin. Kedatangan orang Melayu ke kerajaan Gowa yang merupakan negeri serumpun dan telah banyak memiliki kesamaan budaya, pada akhirnya membuat Raja Gowa memberikan keistimewaan bagi orang Melayu dengan mengangkat Encik Amin menjadi pegawai di Kerajaan Gowa untuk mengurus orang-orang Melayu yang Menetap di Gowa. Begitu juga Datok Maharaja Lela yang berasal dari Thailand Selatan, Paduka Raja beserta istrinya dan Putra Sinapati. Mereka kemudian menetap dan wafat di Gowa.
Buku ini juga mengisahkan silsilah atau garis keturunan kelima pendekar tersebut hingga kini ada yang Menjadi sultan di negeri Melayu (Malaysia). (OS Koto/Res/32/06-2015)
Read : 1.305 time(s).