Monday, 8 June 2026   |   Monday, 22 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 1.941
Hier : 24.704
La semaine dernière, : 227.151
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • No data available

 

Book Review



27 juni 2015 07:07

Syair Awang Alak Betatar

Judul Buku
:
Syair Awang Alak Betatar
Penulis
:
Hajah Masti Haji Ahmad
Penerbit:
Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei
Cetakan
:
Pertama, 2007
Tebal
:
VII + 32 Halaman
Ukuran
:
15,5 cm x  23 cm.

Buku Syair Awang Alak Betatar merupakan kumpulan syair pemenang lomba yang diadakan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei dalam rangka memperingati 45 tahun bahasa Melayu sebagai bahasa Negara Brunei Darussalam. Kegiatan yang dilakukan tersebut bertujuan untuk meningkatkan budaya bersyair bagi masyarakat sebagai dasar pembinaan mental dan membangun kesadaran masyarakat agar mengenali kekayaan dan sejarah Brunei dengan warisan yang amat berharga.

Hasil dari kegiatan tersebut, maka muncullah penyair-penyair negara Brunei yang hebat serta berpotensi melahirkan syair yang bermutu. Syair-syair tersebut, berorientasi pada sejarah dan legenda setempat yang berguna bagi pengetahuan maupun para pengkaji yang ingin meneliti mengenai kisah tersebut.

Selain itu buku ini juga tidak menuliskan syair-syair para pemenang lomba hanya dengan satu versi, namun syair dari para pemenang lomba tersebut dibuat dalam dua versi yaitu tulisan Arab Melayu dan Huruf Romawi. Penulisan ke dalam bentuk dua versi ini dilakukan dengan harapan memberikan pembelajaran. Bagi para penyair yang nantinya akan membuat syair dapat memilih dua bentuk tulisan demi menjaga salah satu kebudayaan Melayu di Brunei.

Cerita mengenai Awang Betatar merupakan cerita legenda dari Brunei yang tersohor dan menyiratkan tentang sejarah Negara Brunei saat ini.

Buku ini juga diharapkan dapat menjadi gambaran bagi pecinta syair untuk dapat mengambil segala yang bermanfaat yang disampaikan dari rangkaian kata baik yang tersurat maupun tersirat.

(OS Koto/Res/36/06-2015)

Read : 989 time(s).