Monday, 8 June 2026   |   Monday, 22 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 1.836
Hier : 24.704
La semaine dernière, : 227.151
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • No data available

 

Book Review



03 agustus 2015 07:07

Teater Bangsawan Melayu, Hidup Segan Mati tak Mau

Judul Buku
:
Teater Bangsawan Melayu Riau
Penulis
:
Ahmad Darmawi
Penerbit:
Lembaga Seni Budaya Melayu Sultan Teater Riau (LSBM-STR)
Cetakan
:
Pertama, 2005
Tebal
:
ix + 246 Halaman
Ukuran
:
15cm x  21 cm.

Keberadaan Teater Bangsawan Melayu sebagai salah satu teater tradisional yang ada di Indonesia dan yang tersebar hampir di seluruh kawasan Asia Tenggara pada masa ini eksistensinya sedang menuju titik nadir. Di semenanjung tanah Melayu, para pengkaji sedang menuju pada sebuah kesimpulan akan kepunahan teater tersebut.

Teater yang pada awal kelahirannya di Riau sebagai hiburan kaum istana semata yang kemudian merubah wajah menjadi seni rakyat ini merupakan salah satu bentuk seni yang sangat didambakan oleh masyarakat tempo dulu. Teater ini dalam perjalanan panjangnya memiliki fungsi ganda, sebagai hiburan di satu sisi dan menjadi media komunikasi efektif antara pihak kerajaan dan masyarakatnya, serta melihat respon masyarakat terhadap pesan yang disampaikan.

Saat ini, teater bangsawan kehilangan ‘ghirah’nya. Para pegiatnya mesti mencari format yang pas untuk mengangkat  kembali teater kebanggaan masyarakat Melayu ini. Para seniman harus mampu berkolaborasi dalam sebuah performing arts yang sempurna dengan menyajikan tidak saja adegan peran murni, karena teater bangsawan ini menampilakn sekaligus beragam seni, baik musik, rupa,  maupun tari, untuk membangunkannya dari mati suri yang melelapkannya.

Buku ini banyak berjasa dengan menginformasikan tentang sejarah dan perkembangan Teater Bangsawan Melayu, khususnya di Provinsi Riau. Seluruh Seluk beluknya dikupas tuntas. Inventarisasi masalah dan bagaimana menjaga eksistensinya. Deskripsi yang bagus ini selayaknya mendapat sambutan yang baik untuk tetap melesatrikan warisan seni ini.

Ahmad Darmawi, dalam bukunya ini, juga menawarkan analisis terhadap problem nyata yang dihadapi Teater Bangsawan Melayu di Riau. Mendorong pentingnya kajian kritis dan keberlanjutan, menggali ulang fungsi dan misi teater bangsawan di tengah gemuruh budaya instan. Buku ini sangat penting untuk bahan panduan serta rujukan dalam mengaplikasikan bentuk serta unsur-unsur Teater Bangsawan Melayu guna penggarapan secara modern, sesuai kebutuhan masa kini, tetapi tetap mengedepankan nilai-nilai tinggi kemelayuan.

Tugas para pegiat seni Melayu kini adalah mengembalikan pamor kesenian ini sehingga dapat lestari dan diminati oleh semua kalangan. Dan ungkapan terima kasih layak kita sematkan kepada penulis buku yang sangat bermanfaat ini, beliau Sang ‘Sultan Teater Riau’. (OS Koto/Res/44/07-2015)

Editor: Agus Najib Afwan

Read : 1.210 time(s).