Monday, 8 June 2026   |   Monday, 22 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 1.568
Hier : 24.704
La semaine dernière, : 227.151
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • No data available

 

Book Review



09 sepember 2015 07:07

Sejarah Kota-kota di Indonesia

Judul Buku
:
Kota Lama, Kota Baru: Sejarah Kota-kota di Indonesia
Penulis
:
Freek Colombijn, dkk.
Penerbit:
Ombak, Netherland Institute for War Documentation, dan UNAIR Surabaya
Cetakan
:
Pertama, 2005
Tebal
:
xxxii + 604 Halaman
Ukuran
:
16 cm x  24 cm.

Buku ini berisi penjelasan mengenai kota-kota yang terdapat di Indonesia. Disusun dari hasil konferensi tahun 2004 Fakultas Sastra Universitas Airlangga Surabaya. Terdiri dari 6 bagian, buku ini menjelaskan mengenai sejarah, perencanaan, perkembangan dan lain sebagainya.

Bagian-bagian yang dibahas di dalam buku ini yaitu; Perspektif jangka panjang, Perencanaan kota dan pemukiman, Sejarah sosial, Perubahan Ekonomi, Konservasi warisan kota, dan pendekatan- pendekatan baru. Selain menggunakan bahasa Indonesia, artikel-artikel yang kemudin dijadikan buku ini juga ada yang menggunakan bahasa Inggris. Hal tersebut dikarenakan pemakalah artikel-artikel tersebut adalah ilmuwan Indonesia dan Barat.

Adapun pemakalah yang memaparkan mengenai kota lama dan kota baru di dalam buku ini, sekaligus judul makalahnya, yaitu Johan Silas: Perjalanan panjang perumahan Indonesia sekitar abad XX; Djoko Suryo: Pendudukan dan perkembangan kota Yogyakarta 1900-1990; Raymond Mawikere: Infrastruktur kota Manado (1900-1970); Pauline Van Roosmalen: Expanding Grounds, The Roots of spatial planning in Indonesia; Pratiwo: The city Planning of Semarang; Radjimo Sastro Wijono: Pemukimam rakyat di Semarang abad XX: ada kampung ramah anak; Zulqayyim: Pembangunan infrastruktur kota Bukittinggi masa Kolonial Belanda; Reiza D. Dienaputra: Bandung 1906-1970: studi tentang perkembangan ekonomi kota; Bambang Purwanto: Kekerasan dan kriminalitas di kota pada saat transisi: Kotagede, Yogyakarta pada akhir masa kolonial dan awal kemerdekaan; Aminuddin Kasdi: Segi-segi kekerasan di kota Surabaya tahun 1945: studi kasus saat konsolidasi kekuatan dan pengambilalihan kekuasaan dari Jepang pasca proklamasi kemerdekaan RI; Diaz Pradadimara: Penduduk kota, warga kota, dan sejarah kota: Kisah Makassar; Dirk Buiskool: Medan, a plantation city on the east coast of Sumatra 1870-1942; Moordiati: Masyarakat kota dalam sejarah Surabaya 1930-1960; La Ode Rabani: Morfologi dan infrastruktur kota Buton 1911-1964; Bambang Subiyakto: infrastruktur pelayaran sungai: Kota Banjaramasin tahun 1900-1970; Tri Chandra Aptianto: Kota dan kapitalisme  perkebunan: Jember dalam perubahan zaman tahun 1900-1970; Devisari Tunas: Colonial railway and the trend of Jakarta urban development; I Ketut Ardhana; Denpasar: perkembanagn dari kolonial hingga kota wisata; Soehardi Hartono: Medan: the challenges in the heritage conservation of metropolis; Timoticin Kwanda: Potensi dan masalah kota bawah Surabaya sebagai kawasan pusaka budaya; Lilianny Sigit Arifin: Berkurangnya pengaruh kolonial pada wajah perumahan di Surabaya: studi kasus perumahan di Seruni 1900-2000; Abidin Kusno; The significance of apopearance in the “zaman normal” 1927-1942; Martine Barwegen dan Freek Colombijn: Renting houses in Indonesian cities 1930-1960; Purnawan Basundoro: Problem pemukiman pasca revolusi kemerdekaan: studi tentang pemukiman liar di kota Surabaya 1945-1960; Sarkawi B. Husain: Sepanjang jalan kenangan: makna dan perebutan simbol nama jalan di kota Surabaya; dan M. Fauzi: “Lain di front, lain pula di kota”: jagoan dan bajingan di Jakarta tahun1950an.

Dengan diterbitkannya buku ini, diharapkan dapat diketahu sejarah dialetika perkembangan yang terjadi pada kota lama maupun kota baru di Indonesia. Buku ini juga sangat baik dijadikan rujukan bagi para mahasiswa maupun peneliti yang ingin meneliti lebih lanjut lagi mengenai kota-kota yang ada di Indonesia. (OS Koto/Res/58/09-2015)

Read : 1.819 time(s).