Monday, 8 June 2026   |   Monday, 22 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 2.749
Hier : 24.704
La semaine dernière, : 227.151
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • No data available

 

Book Review



13 januari 2016 07:07

Kegigihan Rakyat Kepulauan Riau Melawan Penjajah dan Ragam Sosialnya



Judul Buku
:
Raja Hatijah: Pengabdian dan Karyanya
Penulis
:
Drs. Gatot Winoto dkk.
Penerbit:
Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang
Cetakan
:
Pertama, 1995
Tebal
:
viii + 172 Halaman
Ukuran
:15,5 cm x  21,5 cm..

Buku ini berisi kumpulan tulisan dari beberapa penulis yang tergabung dalam Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional (Jarahnitra) Tanjungpinang. Tujuh artikel tentang tokoh, sejarah, sosial, seni, dan budaya Kepulauan Riau dan satu artikel tentang Jambi. Buku ini dihadirkan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kinerja organisasi ini yang memiliki wilayah kerja di sebagian pulau Sumatra.

Raja Hatijah, yang dijadikan judul buku ini, merupakan tokoh kebanggaan warga Kepulauan Riau, khususnya Tanjungpinang. Di masa penjajahan Hatijah adalah pejuang kemerdekaan yang menentang keras penindasan yang dilakukan oleh Belanda. Pasca penjajahan ia banyak terlibat dalam dunia pemberdayaan sosial. Terjun langsung menangani pendidikan masyarakat tertinggal dan melatih ketrampilan untuk mengentaskan mereka dari kebodohan dan kemiskinan. Bagi Hatijah pendidikan merupakan syarat utama bagi kemajuan sebuah bangsa.

Karena itulah setelah kembali ke Tannjungpinang dari perantauan panjang pengabdiannya di dunia pendidikan, sesuai kepribadian dan visinya yang selalu tercurah untuk kemajuan masyarakat, ia kemudian menambatkan diri pada organisasi kewanitaan yang cocok sebagai pengantar cita-citanya, yaitu organisasi Aisyiyah yang berhidmat dalam bidang dakwah Islam dan pendidikan yang berinduk pada organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah.

Sejarah perjuangan rakyat Riau Kepulauan juga terekam dengan gagah ketika Raja Haji dengan lantang menantang Belanda yang telah berkhianat dalam sebuah perjanjian. Peperangan sengit dan berlangsung berbulan-bulan membuktikan betapa energi perlawanan rakyat Kepulauan Riau untuk melawan penjajah Belanda memang luar biasa.

Selain itu buku ini juga membahas ragam kehidupan sosial dalam masyarakat Kepulauan Riau, misalnya tentang struktur sosial masyarakat Melayu, tentang kesenian rakyat, keunikan sistem pembuatan perahu tradisional, serta permainan tradisional anak-anak Melayu. Termasuk juga mengungkap kehidupan masyarakat Cina di Tanjungpinang. Dan satu artikel tentang masyarakat tertinggal atau suku terasing yang ada di Jambi yang oleh masyarakat setempat disebut suku Kubu.

Keragaman pembahasan dalam buku ini memang terkesan sebagai sebuah pilihan yang niscaya karena jarahnitra ingin segera menunjukkan hasil kerja mereka pada masyarakat, sekalipun harus diakui bahwa artikel bukanlah sebuah hasil kedalaman dalam sebuah penelitian. Tetapi setidaknya, buku ini telah sedikit mewakili upaya pendokumentasian nilai-nilai sejarah yang ada. (Oki Koto/Res/88/12-2015)

Read : 1.146 time(s).