Tuesday, 19 May 2026   |   Tuesday, 2 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 151
aujourd hui : 7.952
Hier : 19.896
La semaine dernière, : 249.195
Le mois dernier : 15.288.374
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • No data available

 

Book Review



13 sepember 2016 07:07

Estetika Melayu di Tengah Hamparan Estetika Islam



Judul Buku
:
Estetika Melayu di Tengah Hamparan Estetika Islam
Editor
:
UU. Hamidy
Penerbit:
Penerbit Zamrad
Cetakan
:
Pertama, 1991
Tebal
:
viii + 213 Halaman
Ukuran
:17 cm x 12 cm.

Buku ini berisi kajian yang memaparkan bagaimana hubungan dan perkembangan seni budaya Melayu dengan agama Islam dari segi estetikanya. Hal ini dilakukan agar pemahaman mengenai seni dan budaya Melayu yang awalnya lebih bercorak Animisme dan Hinduisme dapat lebih dimengerti dan diterima masyarakat. Tidak dipungkiri bahwasanya seni dan budaya Melayu pernah menyerap unsur-unsur tersebut. Dan hal itu pada dasarnya tidak mengubah jalan nasib orang Melayu dalam sejarah hidupnya.

Jika diamati dengan seksama, estetika Melayu sebenarnya telah memiliki kesamaan dengan estetika Islam. Hal itu jugalah yang membuat Islam dengan mudah diterima dalam kebudayaan Melayu sehingga berperan besar dalam membentuk identitas kebudayaan Melayu pada saat ini.

Di dalam kebudayaan Melayu, aspek estetika yang sangat menjadi perhatian dan paling dominan yaitu terletak pada karya sastra atau tradisi lisannya, misalnya pantun. Pada karya pantun, keindahan yang dilekatkan merupakan keindahan pemilihan kata, isi, dan makna. Keindahan-keindahan tersebut pada dasarnya tercipta agar pantun yang dibuat memiliki makna. Pada sisi inilah nilai Islam masuk.

Penelitian ataupun kajian yang mengulas mengenai estetika di dalam pantun atau puisi Melayu sebelumnya telah banyak dilakukan, akan tetapi belum sepenuhnya mengenai konsep pantun Melayu tersebut. Para peneliti barat misalnya, mereka hanya berbicara berkisar kepada asal usul pantun serta bagaimana susunan pada bentuk puisi tradisional Melayu tersebut. Mereka juga hanya berdebat seputaran hubungan antara dua bait baris pertama dengan dua baris terakhir.

Setelah orang Melayu menerima agama Islam dalam kehidupannya, serta didukung kuat oleh kerajaan-kerajaan Melayu yang juga menjadikan agama Islam sebagai agama resmi, maka tradisi Animisme dan Hinduisme mulai tergantikan dengan pengaruh Islam. Dengan kata lain tak dapat dipungkiri bahwa kebudayaan Melayu telah diwarnai oleh agama Islam. Hal tersebut jugalah yang membuat citra budaya Melayu menjadi salah satu citra budaya Islam. Dengan demikian, pengaruh Animisme dan Hinduisme mulai diubah atau diganti dengan sesuatu yang sesuai dengan ajarah Islam.

Untuk memudahkan pembaca memahami estetika Melayu dan estetika Islam, buku ini pada bagian awal memaparkan mengenai beberapa hal tentang estetika, di antaranya fungsi estetika dalam kehgidupan manusia, pandangan atau teori mengenai seni dan estetika, pandangan mengenai estetka Melayu, dan konsep estetika dalam dunia Melayu.

Selain itu, dalam buku ini juga terdapat beberapa kutipan pantun atau puisi Melayu lama. Sebagai salah satu buku yang banyak memberikan pemahaman mengenai seni sastra Melayu, buku ini sangat bermanfaat dan dapat dijadikan bahan acuan untuk melakukan kajian lebih lanjut. (Oki Koto/Res/117/8-2016)

Read : 1.055 time(s).