Sunday, 26 April 2026 |Sunday, 9 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 394
aujourd hui
:
11.044
Hier
:
23.172
La semaine dernière,
:
7.342.256
Le mois dernier
:
101.098.282
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
17 desember 2009 04:00
Wapres: Budaya Lokal Dimasukkan Ke Dalam Pendidikan Sekolah
Jakarta - Wakil Presiden Boediono minta pemerintah daerah (Pemda) untuk masukkan budaya lokal ke dalam pendidikan di sekolah sejak dini. Budaya dipercaya bisa membangun kararter dan juga melestarikan warisan budaya bangsa.
Wapres menyatakan untuk melestarikan budaya sejak dini, ujung tombaknya adalah meyakinkan pemerintah daerah untuk memasukkan budaya lokal intrakulikuler atau ekstrakurikuler di sekolah.
“Tidak perlu tiap hari atau setiap minggu. Sebulan sekali cukup. Tapi, ada upaya sadar untuk mengenalkan budaya lokal pada anak-anak sejak dini,” kata Wapres dalam sambutannya di Pembukaan Festival Dalang Cilik Tingkat Nasional di Auditorum Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu (16/12).
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik dan Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Pusat Ekotjipto. Wapres mencontohkan, wayang adalah warisan budaya agung dari nenek moyang. Alangkah sayangnya, kata dia, jika kita tidak mewariskan warisan budaya tersebut kepada generasi mendatang.
Apalagi, di Jawa sudah terbukti dapat menjadi pembangunan karakter anak-anak di Jawa sejak dulu.
“Kalau di Jawa, sejak kecil anak-anak sudah memilih karakter-karakter yang mewakili dirinya. Ini sangat wajar, patut untuk tetap memelihara menghidupkan karya nenek moyang ini untuk generasi yang akan datang,” katanya.
Boediono yang juga pencinta wayang menyatakan, baik Kantor Wapres dan Kantor Menbudpar, terbuka untuk konsultasi ke depan membangun budaya-budaya ke depan.
“Bukan cuma wayang tapi semua budaya. Karena budaya adalah sisi lembut otak kita. Otak kita jangan hanya dipenuhi oleh masalah bisnis, pekerjaan yang merupakan sisi keras otak kita,” katanya.