Close
 
Senin, 23 April 2018   |   Tsulasa', 7 Sya'ban 1439 H
Pengunjung Online : 1.427
Hari ini : 11.269
Kemarin : 20.052
Minggu kemarin : 174.509
Bulan kemarin : 6.223.364
Anda pengunjung ke 104.911.580
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

17 desember 2009 04:00

Wapres: Budaya Lokal Dimasukkan Ke Dalam Pendidikan Sekolah

Wapres: Budaya Lokal Dimasukkan Ke Dalam Pendidikan Sekolah

Jakarta - Wakil Presiden Boediono minta pemerintah daerah (Pemda) untuk masukkan budaya lokal ke dalam pendidikan di sekolah sejak dini. Budaya dipercaya bisa membangun kararter dan juga melestarikan warisan budaya bangsa.

Wapres menyatakan untuk melestarikan budaya sejak dini, ujung tombaknya adalah meyakinkan pemerintah daerah untuk memasukkan budaya lokal intrakulikuler atau ekstrakurikuler di sekolah.

“Tidak perlu tiap hari atau setiap minggu. Sebulan sekali cukup. Tapi, ada upaya sadar untuk mengenalkan budaya lokal pada anak-anak sejak dini,” kata Wapres dalam sambutannya di Pembukaan Festival Dalang Cilik Tingkat Nasional di Auditorum Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu (16/12).

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik dan Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Pusat Ekotjipto. Wapres mencontohkan, wayang adalah warisan budaya agung dari nenek moyang. Alangkah sayangnya, kata dia, jika kita tidak mewariskan warisan budaya tersebut kepada generasi mendatang.

Apalagi, di Jawa sudah terbukti dapat menjadi pembangunan karakter anak-anak di Jawa sejak dulu.

“Kalau di Jawa, sejak kecil anak-anak sudah memilih karakter-karakter yang mewakili dirinya. Ini sangat wajar, patut untuk tetap memelihara menghidupkan karya nenek moyang ini untuk generasi yang akan datang,” katanya.

Boediono yang juga pencinta wayang menyatakan, baik Kantor Wapres dan Kantor Menbudpar, terbuka untuk konsultasi ke depan membangun budaya-budaya ke depan.

“Bukan cuma wayang tapi semua budaya. Karena budaya adalah sisi lembut otak kita. Otak kita jangan hanya dipenuhi oleh masalah bisnis, pekerjaan yang merupakan sisi keras otak kita,” katanya.

Sumber: http://berita21.com
Kredit Foto: http://www.suzung.com


Dibaca : 3.203 kali.

Tuliskan komentar Anda !