Tuesday, 25 August 2026 |Tuesday, 11 Rab. Awal 1448 H
Visiteurs en ligne : 721
aujourd hui
:
16.706
Hier
:
23.903
La semaine dernière,
:
178.006
Le mois dernier
:
11.454.048
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
19 januari 2007 04:26
Terancam, Tayangan Tak Berbahasa Melayu Murni
KUALA LUMPUR, SABTU - Betapa cintanya Pemerintah Malaysia kepada bahasa asli mereka, Melayu. Stasiun televisi pemerintah di sana, RTM, menyatakan akan tidak mengudarakan tayangan-tayangan yang menggunakan bahasa Melayu yang tak murni dan bahasa-bahasa asing.
Surat kabar The Star, Sabtu (11/11), mengutip pernyataan Menteri Penerangan Malaysia, Zainuddin Maidin, mengenai rencana itu.
Kata Zainuddin, RTM akan menggunakan ukuran-ukuran yang ketat untuk memurnikan bahasa Melayu mereka dalam tayangan-tayangan. Dalam laporan tersebut, Zainuddin tak menyebut nama satu tayanganpun. Meski begitu, sejumlah drama lokal berbahasa Melayu sering mencampur bahasa itu dengan bahasa-bahasa Inggris, China, dan India. Di Malaysia, yang berpenduduk 26 juta orang, ada 60 persen orang Melayu, sekitar 25 persen orang China, dan 10 persen orang India.
Bahasa Melayu merupakan bahasa resmi Malaysia. Pemerintah Malaysia sudah lama mempromosi identitas Melayu di negara itu dengan menggunakan sebutan bumi putra bagi orang-orang Melayu dan menjalankan program untuk menjamin para warga itu untuk mendapat pendidikan dan pekerjaan.
Zainuddin mengatakan pula, RTM akan memasukkan ke daftar hitam para produser tayangan yang mencampur bahasa Melayu dengan bahasa-bahasa lain, tulis The Star lagi. "Kami akan tak menyiarkan tayangan-tayangan itu walaupun kami telah membayar penuh," lanjut Zainuddin, yang dikutip oleh surat kabar yang sama. "Ini menunjukkan bahwa kami serius (soal bahasa Melayu)," tekannya. "Seharusnya tak ada unsur apapun dari bahasa ’rujak’ (campuran) dalam tayangan-tayangan itu," katanya lagi. Para pejabat di kantor Zainuddin belum bisa dimintai tanggapan Sabtu ini (11/11).
Bahasa Malayu sendiri menyerap banyak kata milik bahasa-bahasa lain seperti Inggris, Sansekerta, Tamil, dan Portugis. Sebut saja, reformasi (Inggris), Kedai (Tamil, India), dan putri (Sansekerta).