Thursday, 11 June 2026 |Thursday, 25 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 994
aujourd hui
:
15.607
Hier
:
58.870
La semaine dernière,
:
227.151
Le mois dernier
:
9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
20 maret 2014 08:28
Jadikan Kain Tradisional sebagai Identitas
Jakarta - Para istri yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) itu unjuk kebolehan memeragakan busana rancangan Stephanus Hamy yang mengangkat batik Minang, Selasa (18/3/2014).
Terlihat Ismarindayani Priyanti, istri Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, bersama istri menteri lainnya meramaikanperayaan HUT ke-50 Persatuan Istri Purnawirawan (Pepri) di Graha Jala Puspita, Jakarta.
"Jujur saja saya suka banget kain tradisional, mau itu batik atau tenun," ujar istri Roy Suryo yang akrab disapa Ririen ini bersemangat saat ditemui Tribunnews.com di sela acara.
Ia pun mengaku sebagai salah seorangkolektor wastra Nusantara. Ditanya seberapa banyak koleksinya, Ririen, begitu ia akrab dikenal, hanya tersenyum.
Tak hanya wastra Nusantara. Ketika mendampingi suaminya dinas luar negeri, Ririen akan berusaha meluangkan waktu untuk berburu kain lokal.
"Saya rasa penting bagi perempuan Indonesia mengoleksi kain-kain Nusantara. Ini salah satu cara melestarikannya. Kalau bisa tak hanya disimpan, tetapi dipakai juga," ucap perempuan asli Yogyakarta ini.
Buat Ririen, koleksinya itu sangat bermanfaat terutamasaat mendampingi Roy dinas ke luar negeri. Sudah pasti Ririen akan memakainya.
"Penting sebagai identitas bangsa kita," katanya.
Tentang batik Minang, Ririen berharap batik Minang yang belum sepopuler batik Jawa ke depannya dapat mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.
"Saya rasa dengan motifnya yang khas, rumah gadang, batik Minang dapat melengkapi kekayaan budaya Nusantara," tutur Ririen.