Close
 
Minggu, 1 November 2026   |   Isnain, 20 Jum. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 2.415
Kemarin : 40.758
Minggu kemarin : 51.501
Bulan kemarin : 11.429.130
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

20 maret 2014 08:28

Jadikan Kain Tradisional sebagai Identitas

Jadikan Kain Tradisional sebagai Identitas

Jakarta - Para istri yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) itu unjuk kebolehan memeragakan busana rancangan Stephanus Hamy yang mengangkat batik Minang, Selasa (18/3/2014).

Terlihat Ismarindayani Priyanti, istri Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, bersama istri menteri lainnya meramaikan  perayaan HUT ke-50 Persatuan Istri Purnawirawan (Pepri) di Graha Jala Puspita, Jakarta.

"Jujur saja saya suka banget kain tradisional, mau itu batik atau tenun," ujar istri Roy Suryo yang akrab disapa Ririen ini bersemangat saat ditemui Tribunnews.com di sela acara.

Ia pun mengaku sebagai salah seorang  kolektor wastra Nusantara. Ditanya seberapa banyak koleksinya, Ririen, begitu ia akrab dikenal, hanya tersenyum.

Tak hanya wastra Nusantara. Ketika mendampingi suaminya dinas luar negeri, Ririen akan berusaha meluangkan waktu untuk berburu kain lokal.

"Saya rasa penting bagi perempuan Indonesia mengoleksi kain-kain Nusantara. Ini salah satu cara melestarikannya. Kalau bisa tak hanya disimpan, tetapi dipakai juga," ucap perempuan asli Yogyakarta ini.

Buat Ririen, koleksinya itu sangat bermanfaat terutama  saat mendampingi Roy dinas ke luar negeri. Sudah pasti Ririen akan memakainya.

"Penting sebagai identitas bangsa kita," katanya.

Tentang batik Minang, Ririen berharap batik Minang yang belum sepopuler batik Jawa ke depannya dapat mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.

"Saya rasa dengan motifnya yang khas, rumah gadang, batik Minang dapat melengkapi kekayaan budaya Nusantara," tutur Ririen.


Dibaca : 1.548 kali.

Tuliskan komentar Anda !