Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
23 agustus 2016 07:11
Parit Malintang Gelar Alek Nagari
Padang Pariaman, Sumbar - Sebagai upaya melestarikan kesenian tradisional dan kearifan lokal, pemerintahannagari danmasyarkat Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung,Padang Pariamanmenggelar Alek Nagaridan Pentas SeniTradisional Minangkabau.
Alek Nagari ini dihelat20 Agustus sampai 11 September mendatang sekaligus peresmian Laga-laga yang pembangunannya diawali dengan peletakan batu pertama langsung olehPresiden Joko Widodo pada Kamis 8 Oktober 2015. "Kami bangga, ini mukin satu-satunya pembangunan infrastruktur denganDana Desa yang batu pertamanya diletakan oleh Pak Jokowi, " kata Walinagari Parik Malintang H Syamsuardi.
Walinagarimengatakan,pembangunan laga-laga ini ini memanfaatkan Dana Desa Rp40 juta. "Bangunan yang cukup megah dan representatifini nilainya kini mencapai Rp150 juta lebih. Ini membuktikan betapa besarnya swadaya masyarakat dalam membangun nagari," ujarnya.
Sebelumnya, Walinagari dan Ketua KAN Parit Malintang menegaskan, mendukung sepenuhnyaPeraturan Bupati (Perbup) Nomor 13 Tahun 2016 tentang penertiban hiburan orgen tunggal.Penertiban inipenting untuk melindungi generasi muda kita dari pengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan adat dan budaya masyarkat Minang."Dengan menggelar Pentas Seniini diharapkan tumbuh kecintaan generasimuda dan masyarkat terhadap kesenian tradisional," jelasnya.
Sementara itu Koordinator Pokja Desa Membangun Indonesia,Indra Sakti Gunawan Lubismenyatakan, sangat mengapresiasi pembangunan Laga-laga Parik Malintangdan acara Alek Nagari pentas seni tradisional itu."Apa yang dilakukan di Parit Malintangadalahbukti bahwa Nagari atau Desaitumampumembangun dan melakukan pemberdayaanbagi masyarakat," jelasnya.
Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakatseperti di Parit Malintang ini pantas jadi rujukan.
Ia menyatakan, tiga pilar utama pembangunan dan pemberdayaan masyarakat meliputiJaring KomunitasWirausaha Desa (Jamu Desa), dimana peningkatan kapasitasmasyarakatmenjadi yang utama. Kemudianpenguatanlumbung ekonomi desa atau nagari.“Bung Hatta, pernah menyatakan,tidak akan terang republik ini jika hanya dengan menghidupkan satu lilin di Jakarta, tetapi negeri ini akan terang benderang atau berjaya bilajutaan lilin hidup di pelosok negeri. Artinya,pembangunan dan penguatanekonomi rakyatperlu dilakukan diseluruh negeri,” jelasnya.
Dan yang ketiga adalahLingkar Budaya Desa/Nagari. "Nilai-nilai budaya dan kearifan lokalperludilestarikan, karena akan menjadi sumber kekuatan dan inspirasi dalam membangun Desa atau Nagari," harapnya.