Close
 
Selasa, 26 Mei 2026   |   Arbia', 9 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 728
Hari ini : 13.860
Kemarin : 23.907
Minggu kemarin : 221.971
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

23 agustus 2016 07:11

Parit Malintang Gelar Alek Nagari

Padang Pariaman, Sumbar - Sebagai upaya melestarikan kesenian tradisional dan kearifan lokal, pemerintahan   nagari dan  masyarkat Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung,Padang Pariaman  menggelar Alek Nagari   dan Pentas Seni  Tradisional Minangkabau.

Alek Nagari ini dihelat  20 Agustus sampai 11 September mendatang sekaligus peresmian Laga-laga yang pembangunannya diawali dengan peletakan batu pertama langsung oleh  Presiden Joko Widodo pada Kamis 8 Oktober 2015. "Kami bangga, ini mukin satu-satunya pembangunan infrastruktur dengan  Dana Desa yang batu pertamanya diletakan oleh Pak Jokowi, " kata Walinagari Parik Malintang H Syamsuardi.   

Walinagari  mengatakan,  pembangunan laga-laga ini ini memanfaatkan Dana Desa Rp40 juta. "Bangunan yang cukup megah dan representatif  ini nilainya kini mencapai Rp150 juta lebih. Ini membuktikan betapa besarnya swadaya masyarakat dalam membangun nagari," ujarnya.                          

Sebelumnya, Walinagari dan Ketua KAN Parit Malintang menegaskan, mendukung sepenuhnya  Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 13 Tahun 2016 tentang penertiban hiburan orgen tunggal.  Penertiban ini  penting untuk melindungi generasi muda kita dari pengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan adat dan budaya masyarkat Minang."Dengan menggelar Pentas Seni   ini diharapkan tumbuh kecintaan generasi  muda dan masyarkat terhadap kesenian tradisional," jelasnya.

Sementara itu Koordinator Pokja Desa Membangun Indonesia,  Indra Sakti Gunawan Lubis  menyatakan, sangat mengapresiasi pembangunan Laga-laga Parik Malintang  dan acara Alek Nagari pentas seni tradisional itu."Apa yang dilakukan di Parit Malintang  adalah   bukti bahwa Nagari atau Desa  itu  mampu  membangun dan melakukan pemberdayaan   bagi masyarakat," jelasnya.

Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakat  seperti di Parit Malintang ini pantas jadi rujukan. 

Ia menyatakan, tiga pilar utama pembangunan dan pemberdayaan masyarakat meliputi  Jaring Komunitas  Wirausaha Desa (Jamu Desa), dimana peningkatan kapasitas  masyarakat  menjadi yang utama. Kemudian  penguatan  lumbung ekonomi desa atau nagari.    “Bung Hatta, pernah menyatakan,  tidak akan terang republik ini jika hanya dengan menghidupkan satu lilin di Jakarta, tetapi negeri ini akan terang benderang atau berjaya bila  jutaan lilin hidup di pelosok negeri. Artinya,  pembangunan dan penguatan  ekonomi rakyat   perlu dilakukan di  seluruh negeri,” jelasnya.

Dan yang ketiga adalah  Lingkar Budaya Desa/Nagari. "Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal  perlu  dilestarikan, karena akan menjadi sumber kekuatan dan inspirasi dalam membangun Desa atau Nagari," harapnya.

Sumber: http://harianhaluan.com


Dibaca : 829 kali.

Tuliskan komentar Anda !