Tuesday, 23 June 2026   |   Tuesday, 7 Muharam 1448 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 6.363
Hier : 15.843
La semaine dernière, : 155.704
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

10 desember 2007 07:35

DMDI Gagas Bangun Bank Bantu Masyarakat Melayu

DMDI Gagas Bangun Bank Bantu Masyarakat Melayu

Pekanbaru- Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) yang juga Ketua Menteri Melaka Datuk Seri Mohd Ali bin Mohd Rustam mengatakan, guna membantu masyarakat Melayu dunia, DMDI merencanakan membangun sebuah bank. Pernyataan tersebut dikemukakannya saat menyampaikan sambutan dalam Pengukuhan Sekretariat DMDI Provinsi Riau dan pembukaan seminar DMDI, Ahad (9/12) malam di Gedung Daerah, Pekanbaru.

“Bank DMDI ini nantinya akan dapat membantu dan memperkuat ekonomi umat Melayu Islam di seluruh dunia. Saat ini Kerajaan Melaka dan DMDI sedang mengadakan perundingan dengan kerajaan persekutuan untuk merealisasikan proyek besar ini,” ungkap Datuk Seri Mohd Ali bin Rustam.

Dalam kesempatan itu, Datuk Seri Mohd Ali bin Rustam juga menyerahkan secara langsung penghargaan Tun Perak untuk Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP yang dinilai telah memiliki komitmen dan perhatian cukup besar dalam pembangunan dan pengembangan masyarakat Melayu dan islam. Dalam pertemuan DMDI ke-8 baru-baru ini di Melaka, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Utama Abdullah Ahmad Badawi dalam sesi tanya jawab memberikan apresiasi dan dukungan positif terhadap rencana pembangunan Bank DMDI. Begitu juga dengan rencana pembangunan jembatan antara Melaka dan Dumai.

“Kita berharap Pemerintah Provinsi Riau dan seterusnya Pemerintahan Indonesia dan negara-negara anggota DMDI dapat memberikan sokongan serta dukungan di dalam merealisasikan proyek strategis ini,” harap Mohd Ali bin Rustam.

Pengukuhan Sekretariat DMDI Provinsi Riau dan Pembukaan Seminar DMDI, selain dihadiri Vice President DMDI dan Gubernur Riau, tampak pula Gubernur Kalimantan Barat, Wakil Gubernur Kepulauan Riau HM Sani, Konsul Malaysia Mohd Nasri Abdul Rahman, Konsul Singapura Raj Kumar, dan perwakilan peserta yang berasal dari beberapa negara, seperti Thailand, Bruneidarussalam, dan Kamboja. Selain itu, terlihat juga Sekdaprov Riau H Raja Mambang Mit yang merupakan Ketua Umum Sekretariat DMDI Riau, tokoh masyarakat Riau Dr (HC) Tenas Effendy, dan undangan lainnya.

Datuk Seri Mohd Ali bin Rustam juga mengungkapkan, selain rencana pendirian Bank, DMDI juga telah melaksanakan beberapa kegiatan untuk membantu masyarakat Melayu islam. Di antaranya program strategi lautan biru atau Blue Ocean Strategi yaitu program yang memfokuskan pada upaya membina, memantapkan kompetensi, meningkatkan daya kreativitas dan inovasi. Dengan tujuan untuk memberikan nilai tambah dan daya saing bagi masyarakat Melayu Islam.

“Kolej Teknologi Islam Antar-Bangsa Melaka (KTIAM) saat ini telah bekerja sama dengan Universitas Sriwijaya Sumatera Selatan, dimana 22 orang pelajar Melaka sedang belajar di Universitas Sriwijaya, di samping itu 30 orang pelajar dari keluarga miskin di Indonesia, Thailand, Kamboja, Srilanka dan Yaman belajar di KTIAM. Pembiayaan sepenuhnya ditanggung Tabungan Dakwah Negeri Melaka,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP dalam kesempatan tersebut menyatakan, sangat mendukung rencana DMDI untuk membangun Bank DMDI. Pemprov akan berupaya maksimal agar rencana tersebut dapat terwujud. “Salah satu upaya untuk membangkitkan masyarakat Melayu Islam dari persoalan kemiskinan dan ketertinggalan pendidikan adalah dengan memberikan penguatan politik dan merubah paradigma masyarakat melayu itu sendiri,” ungkap Gubri. Dilanjutkan Gubri, begitu juga dengan rencana pembangunan jembatan antara Dumai dan Melaka. Dalam kunjungan Presiden SBY ke Riau Agustus lalu, Riau juga telah mempresentasikan rencana pembangunan jembatan tersebut. Dan respon Presiden sangat positif untuk mewujudkan rencana itu.

“Dengan jumlah masyarakat Melayu Islam dunia yang mencapai 300 juta jiwa, ini merupakan potensi yang cukup besar. Jika potensi dimaksimalkan dengan memberikan penguatan di bidang pendidikan, teknologi, ekonomi, kebudayaan, dan lainnya, maka kemiskinan dan ketertinggalan pendidikan akan mampu diatasi,” sebut Gubri mengakhiri.

Sumber : www.riaupos.com (dengan pengolahan seperlunya)


Read : 1.670 time(s).

Write your comment !