Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
12 desember 2007 10:07
Riau Pusat Melayu Dunia
Usulan dalam Seminar DMDI
Pekanbaru- Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Sekretariat Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Riau mengusulkan agar pusat budaya Melayu dunia berada di Bumi Lancang Kuning. Rencana ini akan ditindaklanjuti dengan mempertajam konsep, analisis, dan studi yang akan dilakukan oleh Sekretariat DMDI Riau. Hal ini diungkapkan oleh Asisten II Setdaprov Riau Ir H Herliyan Saleh MSc kepada Riau Pos, Selasa (11/12) saat menutup kegiatan Seminar DMDI di Hotel Aryaduta Pekanbaru.
“Bentuk rencana kongkretnya memang saat ini belum ada. Namun secara umum gambarannya nanti di Provinsi Riau akan ada Kampung Melayu, lengkap dengan suasana budaya Melayu yang kental. Kampung Melayu ini dalam konteks kultur, bukan yang lain. Sehingga nanti di sana akan ada Kampung Melayu Jawa, Minang, Batak, dan lainnya. Bahkan perkampungan seluruh negara rumpun Melayu juga akan dibuat, lengkap dengan Museum-nya,” kata Herliyan lagi.
Dilanjutkannya, dalam pendanaan untuk merealisasikan konsep Kampung Melayu ini, tentu akan dibicarakan lebih lanjut dengan Sekretariat DMDI di Melaka. Sedapat mungkin rencana ini akan melibatkan pihak ke tiga. Unsur bisnisnya lebih besar, guna menarik para wisatawan.
“Memang untuk meyakinan semua anggota DMDI yang meliputi Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Srilangka dan sampai Afrika Selatan tidak mudah. Namun kita berusaha maksimal untuk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.
Rekomendasi Seminar DMDI
Sementara itu, Seminar DMDI dari 9-11 Desember 2007 menghasikan beberapa rekomendasi. Rekomendasi yang dibacakan Penanggung jawab Seminar DMDI Dr Detri Karya itu, antara lain meliputi bidang Pariwisata, Pendidikan, Dakwah, Ekonomi, dan bidang Pemuda.
Biro Dakwah, yaitu menjadikan biro ini sebagai media otonom untuk mengorganisasi seluruh organisasi dakwah Islam yang ada di Asia Tenggara. Selanjutnya, Biro Ekonomi menghasilkan rekomendasi, di antaranya, perlunya mendirikan lembaga keuangan syariah yang berorientasi pada nilai-nilai Islam, memberikan kontribusi ril bagi kesejahteraan umat Islam, dan mempelopori workshop ekonomi syariah sebagai referensi untuk mendirikan lembaga keuangan syariah DMDI.
Begitu juga dengan pembangunan ekonomi Provinsi Riau, Seminar DMDI juga merekomendasikan untuk penggunaan label halal seluruh produk makanan yang ada di Provinsi Riau dan Indonesia umumnya, serta memberikan perhatian lebih bagi UKM dengan sasaran utamanya adalah pemberdayaan UKM dengan memberikan fasilitas pendanaan dari Bank Melayu DMDI.
Terkait rekomendasi ini, Herliyan yang mewakili Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP itu, mengatakan, rekomendasi tersebut tentu akan dirumuskan Sektretariat DMDI di Melaka. Selanjutnya, rekomendasi itu dikirimkan ke Sekretariat DMDI masing-masing anggota.