Tuesday, 25 August 2026 |Tuesday, 11 Rab. Awal 1448 H
Visiteurs en ligne : 771
aujourd hui
:
17.808
Hier
:
23.903
La semaine dernière,
:
178.006
Le mois dernier
:
11.454.048
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
21 maret 2007 07:43
Masuk “Calender of Event” Pariwisata Nasional, PSBKN II 2007, Ajang Berkumpulnya Raja & Ratu se-Nusantara
TAK kurang 30 kraton sudah memastikan diri mengikuti Pegelaran Seni Budaya Kraton Nusantara (PSBKN) II tahun 2007. Event budaya yang telah masuk dalam “calender of event “ pariwisata nasional ini dibuka sekaligus dengan kegiatan Festival Seni Budaya Melayu (FSBMKB) IV Kalimantan Barat dan robo’-robo’ di Mempawah pada tanggal 14 Maret 2007.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat, Rihat Natsir Silalahi, selain kraton nusantara yang mengikuti PSBKN II tahun 2007, juga dihadiri utusan Serawak, Johor, Singapura dan Brunai Darusalam sebagai peninjau.
“Ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat Kalimantan Barat yang telah ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan ini,” terang penanggung jawab PSBKN II tahun 2007 ini kepada Pontianak Post.
Alumni FE Untan tahun 1980 ini menerangkan bahwa event budaya yang akan diadakan sejak 13 - 19 Maret 2007 itu telah masuk ke dalam kalender pariwisata nasional dan akan dihadiri oleh para raja/ratu se-nusantara, rombongan seni budaya masing-masing kraton serta utusan dari berbagai negara. Pegelaran seni dan budaya ini akan dilaksanakan di empat kabupaten/kota yaitu Mempawah, Pontianak, Sambas dan Ketapang.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, event ini akan dibuka oleh staf ahli Multikultural Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Dra Fariah Novari Manan, bersamaan dengan pembukaan acara robo-robo dan Festival Seni Budaya Melayu se-Kalbar di Mempawah. Rangkaian kegiatan adalah robo’ robo dan upacara pembukaan di Mempawah, kirab budaya di depan Makorem 121 Alam Banawanawai Pontianak, pagelaran tarian dan busana khas kraton di Gedung Kartini Pontianak, pameran benda pusaka di Museum Provinsi, Pagelaran upacara adat kraton di Rumah Adat Melayu Pontianak, lomba burung berkicau di Gedung Olahraga Pangsuma Pontianak, musyawarah besar (Mubes) para raja se-nusantara dan pagelaran seni budaya Kraton Alwatzikhoebillah Sambas, Napak Tilas dan ziarah ke makam raja-raja Matan di Tanjungpura di Ketapang.
Padatnya acara yang akan dilakukan akan membawa dampak besar bagi pengembangan ekonomi riil di Kalbar. Karena itu, Rihat berharap kepada semua pihak dapat berpartisipasi secara aktif menyukseskan event tersebut sesuai dengan kapasitas masing-masing. “Mari kita berikan kesan yang mendalam kepada para tamu agung yang berkunjung ke daerah ini, sebagai refleksi dari budaya masyarakat Kalbar yang ramah, bersahabat dan beradab,” ajak alumni Magister Ilmu Sosial Untan tahun 2005/2006.
Beberapa kraton yang sudah memastikan akan mengikuti PSBKN II ini antara lain, Kraton Kesultanan Palembang Darusalam, Puri Agung Singaraja, Bulelang Bali, Kraton Kesultanan Sumenep, Kesultanan Banten dan Pemprov Banten, Pemda Karang Asem, Kerajaan Kupang, Kerajaan Kota Waringin Barat, Pemangku Adat Kajang, Kesultanan Sembeliung Gunung Tabur, Kerajaan Tana Ri Gellae Soppeng Sulawesi Selatan, Kraton Surakarta, Kraton Kanoman Cirebon, Kesultanan Deli, Kesultanan Bulungan, Majelis Penyeimbang Adat Lampung, Kelompok Seniman Luwu dan Kerajaan Gowa. Kemudian tercatat juga ada Kerajaan Jembrana Bali, Kerajaan Bakaru Pinrang Sulawesi Selatan, Kesultanan Kasepuhan Cirebon, Kerajaan Bguton, Perwakilan Kerajaan Selangor, Kerajaan Ternate, Perwakilan kerajaan Kedah, Perwakilan Singapura, Perwakilan Pemangku Adat Daya Putih, Perwakilan Kerabat Paguyuban Kraton Ngayokarta Hadiningrat, Kraton Amantubillah Mempawah, Kraton Kadryah, dan Kraton Sekadau.
Rihat memastikan peserta akan terus bertambah. Pasalnya sejumlah kraton di Kalbar yang sudah memastikan ikut, sampai kemarin belum memberikan keterangan resmi. Adapun kraton yang ada di Kalbar diantaranya Sambas, Mempawah, Pontianak, Ketapang, Tayan, Sanggau, Landak, Sintang, Sekadau, Kubu dan Selimbau.
Pantauan Pontianak Post di lapangan, sejumlah spanduk sudah terpasang oleh panitia pelaksana di tempat-tempat strategis seperti halaman Museum Negeri Kalbar, GOR Pangsuma, Gedung RA Kartini, halaman Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalbar dan lainnya. Begitu juga sejumlah utusan peserta dari kabupaten/kota sudah ada yang mendahului ke lokasi kegiatan