Thursday, 11 June 2026   |   Thursday, 25 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 941
aujourd hui : 15.232
Hier : 58.870
La semaine dernière, : 227.151
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

17 april 2008 05:59

Ny Ani Yudhoyono: Transformasikan Kain Adat agar Tetap Digemari

Ny Ani Yudhoyono: Transformasikan Kain Adat agar Tetap Digemari

Jakarta- Kekayaan kain adat dan tradisi Indonesia hanya dapat lestari dan memiliki manfaat ekonomi bagi banyak orang bila kain tersebut terus dipakai.

Agar orang terus mau menggunakan kain Indonesia, harus dilakukan transformasi melalui teknologi ke dalam bentuk kain yang dapat diterima masyarakat sesuai zaman.

Demikian saran Ny Ani Bambang Yudhoyono dalam pembukaan Adiwastra 2008, Pameran Kain Tradisional Unggulan Nusantara, Rabu (16/4) di Balai Sidang Jakarta. Pameran diselenggarakan himpunan pencinta kain adati Wastraprema, dihadiri juga oleh Ny Mufida Jusuf Kalla, Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

”Gali yang lama untuk menumbuhkan yang baru, pasti lebih banyak peminat,” kata Ny Ani.

Menurut Ny Ani, menggali kekayaan kain adat dan tradisi Indonesia bukan hanya menumbuhkan industri kain, tetapi juga turisme.

Ny Ani mengimbau agar setiap provinsi kreatif mengajak orang mudanya mencintai kain adat dan tradisi setempat. Dia mencontohkan Bali di mana setiap tanggal 15 bulan purnama semua orang, juga anak-anak, didorong memakai kain.

”Kalau masyarakat Jakarta bisa diajak memakai kain, mungkin dicarikan nama yang menarik, insya Allah akan ada industri kain di Jakarta dan ada daya tarik untuk turis,” kata Ny Ani.

Kebangkitan Nasional

Pameran yang berlangsung hingga Minggu (27/4) ini memamerkan lebih dari 100 kain adat langka dari berbagai daerah, banyak di antaranya tidak dibuat lagi teknik maupun motifnya.

Ketua Umum Wastraprema Ny Adiati Arifin Siregar mengatakan, pameran diadakan bersamaan dengan peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional. Harapannya, masyarakat mengenal kebudayaan dan tradisi Indonesia dan mengembangkannya sebagai basis ekonomi masyarakat.

Menurut data Departemen Perindustrian, industri batik tulis, cap, dan kombinasi keduanya saja di Indonesia tahun 2007 bernilai Rp 2,3 triliun dengan nilai ekspor per tahun 110 juta dollar AS dan dikerjakan 48.000 unit usaha di berbagai provinsi di Tanah Air (Kompas, 20/9).

Saat ini batik merupakan kain paling tinggi pemanfaatan ekonominya karena pembaruan desain yang terus-menerus.

Untuk menghargai jasa para pelestari dan pengembang batik, Wastraprema memberikan penghargaan kepada Ny Siti Bambang Oetojo (kolektor kain palembang), Ny Nian Djumena (pendokumentasi dan pelestari kain Sumatra Barat), Ny Yo Frans Seda (kolektor kain Flores), serta KRT Hardjonagoro dan Iwan Tirta sebagai pelestari dan pengembang.

Selain pameran, hari ini juga diadakan seminar warisan kain Nusantara dengan pembicara dari dalam dan luar negeri. (NMP)

Sumber : www.kompas.com (17 April 2008)


Read : 3.166 time(s).

Write your comment !