Saturday, 2 May 2026 |Saturday, 15 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui
:
6.079
Hier
:
19.785
La semaine dernière,
:
192.091
Le mois dernier
:
15.288.374
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
25 juni 2007 07:00
5 Syarat Tentara Singapura Bisa Berlatih di Baturaja
Jakarta– Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) tak ingin tentara Singapura bisa seenaknya berlatih di wilayah Indonesia. Jika pemerintah Negeri Pulau itu tetap ingin memakai Baturaja, Sumatera Selatan, untuk latihan darat, mereka harus memenuhi lima syarat.
’’Pertama, mereka harus tunduk pada hukum kita. Apalagi jika ada pelanggaran pidana yang dilakukan tentara mereka saat latihan,’’ ujar Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Djoko Santoso setelah menghadiri acara ulang tahun Polisi Militer Angkatan Darat di Markas Polisi Militer, Jalan Merdeka Timur, kemarin (22/6).
Syarat kedua, Singapura tidak boleh seenaknya melibatkan negara lain dalam latihan. Jika terpaksa mengajak negara lain, berlaku syarat ketiga. ’’Harus ada izin resmi dari pemerintah Indonesia,’’ tegas orang pertama di tubuh TNI-AD tersebut.
Keempat, jumlah personel yang mengikuti latihan dan batas waktunya harus jelas. Lalu, kelima, harus ada rehabilitasi wilayah setelah digunakan latihan. ’’Tapi, semua belum final. Kan sekarang implementing arrangement-nya masih harus diselesaikan,’’ katanya.
Saat ini, TNI-AD lebih fokus pada latihan bersama di Baturaja, Sumatera Selatan. Dua angkatan lain (TNI-AL dan TNI-AU) berkonsentrasi di wilayah Alpha dan area Bravo. Alpha I dan Alpha II merupakan daerah latihan militer (military training area) untuk Angkatan Udara Singapura. Apha I membentang mulai dari sebelah barat Pulau Batam hingga Pulau Bengkalis di Riau dan Alpha II mulai dari timur Pulau Bintan hingga selatan Kepulauan Anambas di Natuna.
Area Bravo merupakan area latihan bersama Angkatan Laut dan Angkatan Udara Singapura yang membentang mulai Kepulauan Anambas hingga Pulau Natuna Besar.
Djoko yakin Singapura tidak akan memanfaatkan perjanjian tersebut untuk merugikan Indonesia. ’’Ibarat tetangga, kita punya halaman, mereka tidak punya. Jadi, bolehlah kita pinjami dulu, asalkan mengikuti aturan tuan rumah,’’ ungkapnya.
Dari gedung DPR, anggota komisi I (bidang pertahanan) Untung Wahono meminta agar TNI-AD tetap berhati-hati merumuskan aturan pelaksanaan latihan di wilayah Baturaja. ’’Meski sudah ditandatangani, tidak ada salahnya (perjanjian itu) ditinjau ulang kalau merugikan kita,’’ ujarnya.
Sumber : radarlampung.co.id Kredit foto : members.virtualtourist.com