Thursday, 30 April 2026 |Thursday, 13 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 1.054
aujourd hui
:
16.206
Hier
:
22.835
La semaine dernière,
:
169.256
Le mois dernier
:
101.098.282
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
19 november 2008 03:10
Dinamika PERMAI di Negeri Rantau
Peluncuran Buku KIPRAH: 20 Tahun Persatuan Masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam
H. Efri Yoni Baikoeni, SS. Dan H. Agus S. Dajmil M.Sc.,
dalam peluncuran buku KIPRAH: 20 Tahun Persatuan Masyarakat Indonesia
di Brunei Darussalam
Yogyakarta, MelayuOnline.Com— Hubungan Indonesia dengan Brunei Darussalam telah terjalin selama puluhan tahun. Banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusaha mengadu nasib di negara tersebut. WNI yang mengadu nasib di Brunei ini kemudian membentuk Persatuan Masyarakat Indonesia (PERMAI) di Brunei, yang berdiri sejak 20 tahun yang lalu. Dinamika dan sejarah PERMAI inilah yang coba disoroti oleh H. Efri Yoni Baikoeni, SS. dan H. Agus S. Djamil, M.Sc dalam buku karya mereka yang bertajuk ‘KIPRAH: 20 Tahun Persatuan Masyarakat Indonesia (PERMAI) di Brunei Darussalam‘.
Buku setebal 248 halaman tersebut diluncurkan pada malam perayaan 20 tahun berdirinya PERMAI, yang diselenggarakan pada Sabtu (15/11) di Rizqun International Hotel, Bandar Seri Begawan. Acara tersebutdihadiri oleh 500 tamu undangan yang terdiri dari Duta Besar (Dubes) RI untuk Brunei, H. Herijanto Soeprapto, anggota PERMAI, pejabat tinggi Brunei, dan dosen Universitas Brunei Darussalam. Peluncuran buku sekaligus perayaan PERMAI ini juga dimeriahkan dengan berbagai persembahan kebudayaan, salah satunya dari Kalimantan Barat.
Buku ini tidak hanya berisi dinamika dan sejarah PERMAI, namun di dalamnya Agus dan Efri juga memaparkan sejarah hubungan diplomatik Indonesia-Brunei, budaya dan wisata Brunei, serta kiat wirausaha dan bekerja yang dapat membantu para Tenaga Migran Indonesia (TMI) di Brunei. “Inilah buku pertama yang memuat secara lengkap sejarah perkembangan warga Indonesia yang merantau ke Brunei, dan ditulis sendiri oleh aktivis PERMAI,” tutur Efri kepada MelayuOnline.com.
Lebih lanjut, Efri juga menuturkan bahwa buku ini dapat meningkatkan citra positif Indonesia di mata masyarakat Brunei. “Diharapkan juga, kehadiran buku ini dapat turut memelihara persahabatan antara kedua negara,” papar Efri mengenai buku yang dicetak sebanyak 2.000 eksemplar ini. Ya, semoga kehadiran buku tersebut dapat membantu terpeliharanya persahabatan antara masyarakat kedua negara.