Wednesday, 29 April 2026   |   Wednesday, 12 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 615
Hier : 22.835
La semaine dernière, : 169.256
Le mois dernier : 101.098.282
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

06 februari 2009 01:15

Penari Jaipongan Diminta Berkostum Tertutup

Penari Jaipongan Diminta Berkostum Tertutup

Bandung - Para seniman tari jaipongan di Jawa Barat kini harus mengubah kostum dan penampilan mereka jika tampil. Selain diminta lebih menutup penampilan, juga diminta mengurangi goyangan.  ”Bagian tubuh yang terbuka sebaiknya bisa lebih tertutup,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Herdiwan Iing saat dihubungi Tempo, Kamis (5/2) sore.

Permintaan ini, kata Herdiwan, sesuai dengan amanat Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang disampaikan melalui Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jabar Wawan Ridwan. ”Sewaktu serah terima jabatan, Pak Wawan mengatakan amanat dari gubernur itu,” kata Herdiwan.

Penjelasan itu disampaikan Herdiwan menyusul isu pelarangan tari jaipongan di wilayah Jawa Barat,hari ini. Isu itu sempat meresahkan sejumlah seniman tari di Bandung.

 Herdiwan mengaku, tak mendengar langsung dari Gubernur. Begitu pun, ia tak mendapat instruksi langsung dari Gubernur. Namun menurut Herdiwan, pejabat sebelumnya telah menyampaikan amanat Gubernur itu kepadanya secara khusus.

Selain perubahan pakaian agar tidak  ”lekbong” alias menutup ketiaknya, para penari jaipongan juga akan diminta mengurangi lenggokannya.  Setidaknya, goyang, gitek dan geol (3G) para penari itu diperhalus. ”Katakanlah dari 100 persen, dikurangi 10 persen. Toh tidak berpengaruh nyata terhadap  keindahan tarian” kata Herdiwan.

Herdiwan mengaku sepakat amanat itu. Menurut dia, amanat Gubernur bukan melarang jaipongan, hanya mengingatkan, ada sebagian masyarakat yang risi terhadap bagian tubuh yang terbuka dan gerakan pinggul yang demonstratif. ”Bukan dalam rangka memasung kreativitas seniman” ujarnya. RANA AKBARI.

Sumber: http://tempointeraktif.com
Kredit Foto: http://www.swaberita.com


Read : 4.069 time(s).

Write your comment !