Wednesday, 20 May 2026 |Wednesday, 3 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 1.931
Today
:
27.884
Yesterday
:
25.387
Last week
:
249.195
Last month
:
15.288.374
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
06 februari 2009 01:15
Penari Jaipongan Diminta Berkostum Tertutup
Bandung - Para seniman tari jaipongan di Jawa Barat kini harus mengubah kostum dan penampilan mereka jika tampil. Selain diminta lebih menutup penampilan, juga diminta mengurangi goyangan.”Bagian tubuh yang terbuka sebaiknya bisa lebih tertutup,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Herdiwan Iing saat dihubungi Tempo, Kamis (5/2) sore.
Permintaan ini, kata Herdiwan, sesuai dengan amanat Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang disampaikan melalui Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jabar Wawan Ridwan. ”Sewaktu serah terima jabatan, Pak Wawan mengatakan amanat dari gubernur itu,” kata Herdiwan.
Penjelasan itu disampaikan Herdiwan menyusul isu pelarangan tari jaipongan di wilayah Jawa Barat,hari ini. Isu itu sempat meresahkan sejumlah seniman tari di Bandung.
Herdiwan mengaku, tak mendengar langsung dari Gubernur. Begitu pun, ia tak mendapat instruksi langsung dari Gubernur. Namun menurut Herdiwan, pejabat sebelumnya telah menyampaikan amanat Gubernur itu kepadanya secara khusus.
Selain perubahan pakaian agar tidak”lekbong” alias menutup ketiaknya, para penari jaipongan juga akan diminta mengurangi lenggokannya.Setidaknya, goyang, gitek dan geol (3G) para penari itu diperhalus. ”Katakanlah dari 100 persen, dikurangi 10 persen. Toh tidak berpengaruh nyata terhadapkeindahan tarian” kata Herdiwan.
Herdiwan mengaku sepakat amanat itu. Menurut dia, amanat Gubernur bukan melarang jaipongan, hanya mengingatkan, ada sebagian masyarakat yang risi terhadap bagian tubuh yang terbuka dan gerakan pinggul yang demonstratif. ”Bukan dalam rangka memasung kreativitas seniman” ujarnya. RANA AKBARI.