Friday, 8 May 2026   |   Friday, 21 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 5.849
Hier : 31.987
La semaine dernière, : 209.627
Le mois dernier : 15.288.374
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

30 juli 2007 06:50

Lembaga Adat Melayu Siak Minta LAM Riau Tangguhkan Pemberian Gelar Adat untuk Susilo Bambang Yudhoyono

Lembaga Adat Melayu Siak Minta LAM  Riau Tangguhkan Pemberian Gelar Adat  untuk Susilo Bambang Yudhoyono

Siak- Dipindahkannya prosesi pemberian gelar untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono oleh LAM Riau dari Kota Siak ke Pekanbaru, mengejutkan masyarakat Kabupaten Siak.

Apalagi dari awal rencana prosesi pemberian gelar adat Melayu ini, sudah disetujui oleh LAM dari masing-masing kabupaten/kota di Siak Sri Indrapura. Dengan dipindahkanya tempat prosesi pemberian gelar, upacara tersebut dinilai sudah tidak relevan lagi.

“LAM Riau sebaiknya menangguhkan pemberian gelar untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hanya dengan alasan faktor keamanan lantas prosesi pemberian gelar dipindahkan dari Siak ke Pekanbaru. Alasan ini tidak relevan, dan kesannya pemberian gelar di Pekanbaru itu dipaksakan. Untuk itu, akan lebih bagus kalau pemberian gelar untuk presiden SBY ini ditangguhkan menunggu waktu yang lebih tepat,” ujar Ketua Harian LAM Kabupaten Siak H Wan Abdurrahman Msi, Ahad (22/7), di Siak.

Menurut Wan, proses pemberian gelar ini merupakan acara yang sarat dengan nuansa budaya. Untuk itu, peroses persiapan pemberian gelar tentunya harus dipersiapkan dengan waktu yang lebih matang, bukan tekesan asal-asalan. Dan Siak selama ini sudah menyiapkan prosesi pemberian gelar ini dalam waktu empat bulan lebih. Dan sekarang, hanya karena alasan keamanan, seluruh  proses persiapan yang telah dilakukan di Siak diabaikan dan dipindahkan ke Pekanbaru.

“Sekarang waktunya kurang dari 20 hari lagi, apakah dalam waktu yang sedemikian singkat akan mampu menyiapkan prosesi pemberian gelar secara sempurna, seusai dengan adat istiadat. Kalau seperti ini, kesannya pemberian gelar bisa dilakukan dimana saja,” ucap Wan.

Disisi lainnya, Wan juga mengatakan sesuai dengan visi dan misi untuk menjadikan Kabupaten Siak sebagai pusat budaya Melayu di Riau, sudah seharusnya prosesi pemberian gelar untuk SBY ini dilakukan di Kota Siak. Apalagi, Siak merupakan satu-satunya pusat kerajaan yang masih memiliki situs-situs sejarah yang terpelihara. Ini membuktikan bahwa Siak merupakan daerah yang memiliki nilai sejarah dengan gelar adat yang akan diterima SBY. Dan penetapan Siak sebagai tempat pemberian gelar untuk SBY ini, juga sudah disetujui oleh LAM se-Provinsi Riau.

“Sangat tidak relevan kalau alasan keamanan lantas prosesi pemberian gelar dipindahkan ke Pekanbaru. Seharusnya semua pihak bisa berfikir jernih dengan tidak mengabaikan keseriusan proses persiapan yang telah digalang oleh LAM Siak, Pemkab Siak beserta dengan seluruh komponen masyarakat dalam kurun waktu empat bulan. Dan proses persiapan prosesi pemberian gelar telah kita persiapkan secara matang lengkap dengan kebesaran penganugerahan gelar layaknya zaman kebesaran Kerajaan Siak Sri Indrapura. Pemindahan ini, tidak hanya mengecewakan tapi juga mengurangi nilai prosesi pemberian gelar. Untuk itu, akan lebih bagus kalau LAM Riau menangguhkan pemberian gelar tersebut,” jelas Ketua Harian LAM Siak tersebut.

Sudah Dipersiapkan

Menyinggung soal nama gelar untuk SBY, Wan mengatakan sudah dipersiapkan berdasarkan kesepakatan antara LAM Riau dan LAM kabupaten. Dan sesuai dengan komitmen, nama gelar untuk SBY ini tetap belum bisa dipublikasikan sampai waktu yang telah ditetapkan.

“Soal nama gelarnya sudah ada, tapi maaf belum bisa kita publikasikan. Ini memang sudah menjadi kesepakatan dalam rapat pengurus LAM kemarin. Yang jelas, nama gelar yang akan dianugrahkan ini sudah melalui proses penyaringan yang sangat ketat,” imbuh Sekretaris LAM Kabupeten Siak yang juga anggota Komisi I DPRD Siak H Wan Abdurrahman MSi.

Sumber: Riaupos.com


Read : 6.112 time(s).

Write your comment !