Monday, 3 August 2026   |   Monday, 18 Shafar 1448 H
Visiteurs en ligne : 124
aujourd hui : 10.076
Hier : 27.787
La semaine dernière, : 203.350
Le mois dernier : 11.454.048
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

03 agustus 2007 10:02

Nilai Budaya Lokal Jadi Bagian Pembelajaran

Nilai Budaya Lokal Jadi Bagian Pembelajaran

Nusa Tenggara Barat- Kebudayaan merupakan perwujudan kemampuan manusia sebgai mahluk individu dan sosial dalam usaha mengolah usaha budi guna menanggapi lingkungannya. Kemampuan untuk mengolah usaha budi itu tidak dimiliki oleh mahluk hidup lain, sehingga kebudayaan kristalisasi kemampuan manusia dalam menata perjalanan kehidupannya. Untuk itu, nilai budaya lokal yang terdapat di daerah NTB diharapkan bisa menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Drs. H. Bonyo Thamrin Rayes, pada pembukaan acara Focus Group Discussion (FGD) penyusunan pesan moral pembangunan karakter dan budi pekerti bangsa di Hotel Lombok Garden Mataram, Selasa (31/7) kemarin. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian BAB XIV NTB.

Menurut Wagub, di saat-saat seperti ini acara yang lebih menjurus kepada peningkatan dan pemahaman tentang budaya lokal merupakan acara yang sangat positif. Pasalnya, sampai sejauh ini budaya lokal yang dimiliki NTB seolah-olah mulai tersingkir dari peradabannya seperti penggunanaan bahasa sasak yang merupakan peninggalan leluhur telah mulai memudar.

"Bahasa Sasak telah mulai dihilangkan dari kehidupan generasi NTB. Untuk itu diharapkan instansi terkait bisa menjadikan penerapan budaya lokal sebagai bahan pembelajaran di sekolah yang terdapat di pulau Lombok ini," tegasnya.

Wagub menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB tersebut merupakan agenda penting untuk membawa NTB ke arah yang lebih baik dari yang sudah-sudah. Hal itu bisa dilakukan dengan jalan menggali kembali mutiara-mutiara dan nilai-nilai luhur yang sudah mulai terlupakan di era modern ini.

Manusia yang mempunyai pendidikan dan menguasai teknologi, lanjutnya, maka itu disebut manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, acara bertema "Mendorong terciptanya kebersamaan masyarakat dalam upaya menjadikan NTB sebagai destinasi wisata yang memiliki daya saing" tersebut diharapkan bisa menumbuhkan keinginan masayarakat dan generasi muda khususnya, untuk lebih memposisikan budaya lokal sebagai suatu hal yang penting.

Sementara Direktur Jenderal Nilai Budaya Seni dan Film, Depbudpar RI, Dr. Mukhlis Paeni, menyatakan acara FGD mengandung arti yang mendalam yakni menyampaikan informasi kepada orang lain tentang perbuatan dan sikap manusia. Kegiatan pesan moral itu diharapkan agar para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta generasi muda yang memiliki kepekaan dan kepedulian serta sikap arif bijaksana bisa menggerakkan dan memotivasi masyarakat untuk tetap berpegang teguh terhadap nilai luhur budaya lokal.

Menurut Mukhlis, pihaknya pada tahun 2007 telah memprogramkan kegiatan pendukungan dan pengembangan nilai budaya yang merupakan program yang juga mendukung pengelolaan kebudayaan. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan koordinasi dan kerjasama dalam mensinkronkan program pusat dengan program aderah, sehingga pengelolaan Budpar dapat ditangani dengan baik, khususnya pada daerah yang telah ditetapkan sebagai destinasi unggulan. "Program-program yang telah di susun oleh pemerintah pusat dan daerah di harapkan bermanfaat bagi masyarakat luas dan mempercepat tumbuhnya roda perekonomian guna menghadapi era globalisasi," tegasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, H. M. Nur, SH,MH, menyatakan FGD tersebut merupakan sarana untuk menyamakan persepsi antara peserta yang merupakan tokoh masyarakat, tokoh adat serta tokoh agama NTB mengenai ungkapan budaya daerah yang dapat mengajak masyarakat NTB hidup beerdampingan secara lebih damai, sehingga dapat mempercepat pembangunan NTB yang berkelanjutan.

Lebih lanjut Nur mengungkapkan pesan moral yang direkomendasikan oleh FGD tersebut selanjutnya akan disosialisasikan melalui SMS kepada masyarakat terpilih dan poster yang di distribusikan dan dipasang di berbagai tempat umum. "Pesan moral itu diharapkan bermanfaat dan menjadi acuan bagi masyarakat NTB mencintai budaya dan menjaga budi pekertinya dengan baik," ujar Nur.

Selain Wakil Gubernur NTB, Drs. H. Bonyo Thamrin Rayes, Direktur Jenderal Nilai Budaya Seni dan Film, Depbudpar RI, Dr. Mukhlis Paeni, hadir pula tokoh nasional, prof. Dr. Din Syamsuddin yang juga Ketua Umum PP Muhammadiyah. Kemudian beberapa tokoh daerah, di antaranya TGH. Muharrar Mahfudz, TGH. Mahally Fikri, Drs. H. Mudjitahid, Sri Bintoro, S.Pd, dan budayawan Mustakim Biawan.

Source : www.suarantb.com
Kredit foto : www.etm.pdx.edu


Read : 3.924 time(s).

Write your comment !