Wednesday, 10 June 2026   |   Wednesday, 24 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 3.494
aujourd hui : 51.419
Hier : 25.426
La semaine dernière, : 227.151
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

10 sepember 2009 03:20

Memaknai Puasa dengan Perspektif yang Tidak Biasa

Kajian Ramadhan dan Buka Puasa Bersama BKPBM
Memaknai Puasa dengan Perspektif yang Tidak Biasa

Yogyakarta, MelayuOnline – Senin (7/9), Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) menghelat kegiatan kajian Ramadhan dan buka bersama di Jalan Gambiran No 85 A, Yogyakarta. Acara yang rutin diselenggarakan setiap bulan puasa di Balai Melayu yang juga digunakan sebagai kantor redaksi www.MelayuOnline.com, media online kebudayaan Melayu terbesar yang bernaung di bawah BKPBM, ini dihadiri oleh segenap warga BKPBM. Hadir dalam kegiatan ini antara lain Mahyudin Al Mudra SH., MM. (Pemangku BKPBM sekaligus Pemimpin Umum www.MelayuOnline.com), Yuhastina Sinaro SST.Par. (Humas BKPBM), Afthonul Afif MA. (Wakil Pemimpin Redaksi www.MelayuOnline.com), Lukman Solihin S.Ant. (Pemimpin Redaksi www.WisataMelayu.com), Samsuni MA., (Pemimpin Redaksi www.CeritaRakyatNusantara.com), beserta segenap redaktur, tim kreatif, staf, serta karyawan BKPBM dan AdiCita Grup. Sebagai pembicara adalah Dr. Aris Arif Mundayat (Konsultan BKPBM dan Pemimpin Redaksi www.MelayuOnline.com) dengan moderator Ahmad Salehudin MA. (Pemimpin Redaksi www.RajaAliHaji.com).

Pendiri sekaligus Pemangku BKPBM, Mahyudin Al Mudra, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan kajian dan buka bersama yang diadakan BKPBM pada bulan Ramadhan kali ini sengaja menghadirkan Dr. Aris Arif Mundayat untuk memberikan semacam kultum dengan harapan dapat memberikan tambahan wawasan dalam konteks pemaknaan ibadah puasa. Mahyudin Al Mudra berharap, tawaran perbedaan perspektif yang disampaikan Aris Arif Mundayat, yang juga menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Sosial Asia Tenggara-Universitas Gadjah Mada (PSSAT-UGM), dapat mempertebal kepekaan dan kekhusyukan dalam menjalankan kewajiban berpuasa.

Bang MAM, demikian Mahyudin Al Mudra akrab dipanggil, menekankan bahwa kajian Ramadhan pada kesempatan kali ini disampaikan dalam sajian yang tidak biasa, yang tidak melulu memaknai puasa melalui pandangan umum, semisal dilihat dari perspektif keyakinan, kesehatan, atau pun perspektif psikologis, seperti yang sudah sering diutarakan di forum-forum lain dalam rangka mengkhidmati bulan suci Ramadhan. Dengan memaknai puasa dari pandangan logika yang berbeda namun mudah dicerna, Bang MAM berharap, segenap warga BKPBM dapat lebih obyektif lagi bijak dalam menunaikan ibadah puasa tahun ini.


Kajian Ramadhan dan Buka Puasa Bersama BKPBM

Puasa: Hasil Dialog Raga, Roh, dan Sang Pencipta

"Mengapa Anda berpuasa?" demikian bunyi pertanyaan yang dilontarkan Aris Arif Mundayat kepada hadirin sebagai prolog uraiannya. Beberapa orang yang ditanya mengemukakan pendapat yang rata-rata serupa dan umum. Jawaban umum atas pertanyaan tentang alasan berpuasa antara lain adalah untuk menjalankan perintah Tuhan supaya menjadi insan yang bertakwa, berkeinginan agar dapat masuk surga dan dijauhkan dari api neraka, atau hanya sekadar mengikuti tradisi yang sudah dilakukan keluarga secara turun-temurun.

Jika alasan-alasan tersebut di atas yang digunakan sebagai dalih dalam melaksanakan ibadah puasa, ujar Aris, sapaan akrab dari Aris Arif Mundayat, maka Tuhan akan terasa sangat jauh. Artinya, terdapat relasi yang tidak seimbang antara Tuhan dan hamba-Nya, semacam relasi yang terjalin antara atasan dan bawahan, antara yang memerintah dan yang diperintah. Seharusnya, tambah Aris Arif Mundayat, relasi antara Tuhan dan manusia bisa lebih disetarakan dan diseimbangkan sebagai motivasi bahwa Tuhan ada di dekat kita, ada di mana-mana, serta bisa berperan menjadi siapa saja bagi setiap makhluk-Nya.

Lebih lanjut Aris Arif Mundayat menjelaskan, menjalankan ibadah puasa harus ditunaikan dengan ikhlas dan bukan hanya karena menjalankan "perintah" Tuhan untuk memperoleh surga, juga bukan semata-mata cuma meneruskan tradisi keluarga atau masyarakat, tetapi lebih dari itu. Makna puasa harus benar-benar dicari dan dimengerti sebagai suatu media untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa melalui proses dialogis yang berjalan secara egaliter, tanpa paksaan, serta tanpa ada yang memerintah ataupun diperintah. Dengan demikian, menurut Aris Arif Mundayat, Tuhan akan menjadi dekat dengan mahkluk-Nya, Tuhan bukan merupakan sosok yang terlalu jauh dan tidak terjangkau. Tuhan bisa menjadi teman berdiskusi bagi setiap manusia.


Ahmad Salehudin (Moderator), Mahyudin Al Mudra, Aris Arif Mundayat

Aris Arif Mundayat lebih jauh menerangkan, pencarian makna puasa setidaknya melibatkan tiga unsur yang saling terkait, yakni raga (tubuh), jiwa (roh), serta Tuhan itu sendiri, dan ketiganya harus terpaut dalam proses dialogis untuk menemukan pengertian yang adil tentang kewajiban menjalankan ibadah puasa. Menurut Direktur PSSAT-UGM ini, raga atau tubuh hanya sebagai wadah, sementara jiwa atau roh dapat lebih berperan sebagai mediator untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Ketika ketiga elemen ini bertemu dan terlibat dalam proses dialogis untuk menemukan makna sejati dari kewajiban berpuasa, niscaya hasil dialog itulah sebenarnya yang paling tepat dijadikan alasan mengapa seseorang menjalankan ibadah puasa. Hasil yang benar-benar akan ditunaikan dengan ikhlas dan tanpa tendensi, termasuk keinginan untuk masuk surga, serta aneka pamrih yang lain.

Di penghujung acara, perspektif berbeda mengenai makna puasa yang ditawarkan Aris Arif Mundayat dalam kajian Ramadhan BKPBM sore itu oleh Pemangku BKPBM, Mahyudin Al Mudra, diharapkan dapat dijadikan tambahan referensi dan motivasi dengan tujuan supaya ibadah puasa tahun ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, tanpa harus mengusik keyakinan yang dianut selama ini. Kegiatan kajian Ramadhan BKPBM ini kemudian diakhiri dengan buka puasa bersama oleh seluruh peserta acara yang merupakan keluarga besar BKPBM yang disponsori oleh Amelia Catering.

(Iswara NR/Brt/02/09-2009)


Read : 2.568 time(s).

Write your comment !