Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
13 agustus 2007 01:48
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Berpantun
Pekanbaru- Baru pertama kali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidatonya secara keseluruhan dalam bentuk pantun. Pidato tersebut disampaikan dalam acara Pentabalan Gelar Adat Melayu Riau yang diselenggarakan di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM), Jl. Diponegoro, Kota Pekanbaru pada hari Minggu (12/8) pagi.
Sebelumnya, Gubernur Riau Rusli Zainal menjelaskan, pentabalan gelar ‘Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara’ kepada SBY bermakna Presiden RI menjadi Pemimpin Adat terpenting dari masyarakat adat Melayu Riau dan gelar tersebut disandang selama hidup.
Tidak seperti biasanya, kali ini SBY menyampaikan sambutan pemberian gelar ini dengan pantun. ‘Sebagai penghormatan yg tinggi terhadap Riau, saya ingin mengungkapkan isi hati. Saya tulis dan persiapkan setelah menjalankan salat Subuh tadi pagi, dengan harapan pantun ini jadi bagian dari sejarah dan perjuangan adat Melayu Riau menembus tantangan jaman di masa depan,’ kata SBY
‘Matahari bersinar di pagi hari Menaburkan cahaya menyapa bumi Kita brsyukur kehadirat ilahi Dengan rahmatnya dapat hadir disini
Tembang kasih d bulan purnama Rebana mengalun elok nan merdu Betapa bersyukur dan bahagianya hati beta Bersama pemuka adat melayu riau
Indah nian si pulau rupat Memandang luas ke negeri sembilan Adalah adat tiang kehidupan bermasyarakat Melestarikan tradisi pancaran kebajikan
Dari dumai ke pekanbaru Tanah subur nan indah permai Sungguh luhur adat melayu riau Warisan sejarah dan budaya yg tinggi
Siak indrapura yang amat melegenda Jembatan dunia di jantung malaka Sungguh kehormatan tiada tara Beta mendapatkan gelar adat mulia
Elok tari rempak guliat Gerak hati pancaran jiwa Beribu terima kasih beta ucapkan Kepada para pemuka adat nan bijaksana
Tutur gurindam 12 di malam hening Di dusun kecil di lubuk Jambi Beta bangga menjadi kelurga bumi lancang kuning Ikut menjunjung peradaban sejati
Burung camar terbang di lautan Berdendang riang bersama nelayan Sungguh riau tanah indah penuh harapan Anugerah Allah buat generasi masa kemudian
Sungguhpun manusia bisa terbang ke bulan Perlahan mentari terbit di ufuk timur Majulah riau menuju jaman adil berkemakmuran Era baru dalam kekekalan adat nan luhur
Berkelok sungai kampar menuju utara Mengalir bersatu dengan lautan biru Sekali lagi terima kasih dan pernghargaan beta Sampai jumpa di lain waktu’
Begitulah isi pidato pantun pertama SBY, yang intinya mengungkapkan isi hati dengan gamblang kepada masyarakat Riau.