Monday, 25 May 2026   |   Monday, 8 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 0
Today : 2.885
Yesterday : 23.907
Last week : 221.971
Last month : 15.288.374
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

13 agustus 2007 01:48

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Berpantun

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Berpantun

Pekanbaru- Baru pertama kali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidatonya secara keseluruhan dalam bentuk pantun. Pidato tersebut disampaikan dalam acara Pentabalan Gelar Adat Melayu Riau yang diselenggarakan di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM), Jl. Diponegoro, Kota Pekanbaru pada hari Minggu (12/8) pagi.

Sebelumnya, Gubernur Riau Rusli Zainal menjelaskan, pentabalan gelar ‘Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara’ kepada SBY bermakna Presiden RI menjadi Pemimpin Adat terpenting dari masyarakat adat Melayu Riau dan gelar tersebut disandang selama hidup.

Tidak seperti biasanya, kali ini SBY menyampaikan sambutan pemberian gelar ini dengan pantun. ‘Sebagai penghormatan yg tinggi terhadap Riau, saya ingin mengungkapkan isi hati. Saya tulis dan persiapkan setelah menjalankan salat Subuh tadi pagi, dengan harapan pantun ini jadi bagian dari sejarah dan perjuangan adat Melayu Riau menembus tantangan jaman di masa depan,’ kata SBY

‘Matahari bersinar di pagi hari
Menaburkan cahaya menyapa bumi
Kita brsyukur kehadirat ilahi
Dengan rahmatnya dapat hadir disini

Tembang kasih d bulan purnama
Rebana mengalun elok nan merdu
Betapa bersyukur dan bahagianya hati beta
Bersama pemuka adat melayu riau

Indah nian si pulau rupat
Memandang luas ke negeri sembilan
Adalah adat tiang kehidupan bermasyarakat
Melestarikan tradisi pancaran kebajikan

Dari dumai ke pekanbaru
Tanah subur nan indah permai
Sungguh luhur adat melayu riau
Warisan sejarah dan budaya yg tinggi

Siak indrapura yang amat melegenda
Jembatan dunia di jantung malaka
Sungguh kehormatan tiada tara
Beta mendapatkan gelar adat mulia

Elok tari rempak guliat
Gerak hati pancaran jiwa
Beribu terima kasih beta ucapkan
Kepada para pemuka adat nan bijaksana

Tutur gurindam 12 di malam hening
Di dusun kecil di lubuk Jambi
Beta bangga menjadi kelurga bumi lancang kuning
Ikut menjunjung peradaban sejati

Burung camar terbang di lautan
Berdendang riang bersama nelayan
Sungguh riau tanah indah penuh harapan
Anugerah Allah buat generasi masa kemudian

Sungguhpun manusia bisa terbang ke bulan
Perlahan mentari terbit di ufuk timur
Majulah riau menuju jaman adil berkemakmuran
Era baru dalam kekekalan adat nan luhur

Berkelok sungai kampar menuju utara
Mengalir bersatu dengan lautan biru
Sekali lagi terima kasih dan pernghargaan beta
Sampai jumpa di lain waktu’


Begitulah isi pidato pantun pertama SBY, yang intinya mengungkapkan isi hati dengan gamblang kepada masyarakat Riau.

Sumber: www.presidensby.info

Read : 1.940 time(s).

Write your comment !