Jumat, 31 Maret 2017   |   Sabtu, 3 Rajab 1438 H
Pengunjung Online : 3.597
Hari ini : 32.444
Kemarin : 33.260
Minggu kemarin : 569.905
Bulan kemarin : 4.019.095
Anda pengunjung ke 102.022.698
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Permainan Makahi (Maluku)

1. Asal Usul

Makahi mengandung arti ‘bela diri’, yaitu suatu permulaan/dasar-dasar pembelaan diri yang nantinya akan digunakan untuk permainan-permainan yang lebih besar lagi. Orang dapat menyebutnya bela diri, karena sifat permainan ini membela diri dari serangan seorang lawan dan dapat pula ia menyerang lawannya sendiri. Permainan ini ada di daerah Halmahera, Kabupaten Maluku Utara. Tujuan dari permainan makahi adalah untuk melatih keterampilan menyerang dan mengatasi setiap penyerangan.

2. Pemain

Permainan makahi dapat dilakukan oleh anak-anak dan orang dewasa pria. Jumlah pemain terdiri dari dua orang (satu pasang) untuk sekali bermain. Jalannya permainan akan diawasi oleh pengawas (orang dewasa) yang dianggap cakap dan berwibawa, yang dapat membuat pemain mematuhi aturan permainan yang berlaku.

3. Tempat dan peralatan permainan

Permainan makahi dilakukan sewaktu terang bulan setiap bulan Ramadhan, di atas pasir putih pesisir pantai atau di halaman rumah. Makahi tidak memerlukan alat-alat apapun kecuali tangan. Mereka hanya mempergunakan tangan kanan dan tangan kiri sebagai pedang dan perisai.

4. Aturan dan Proses Permainan

Aturan-aturan sebelum diadakan permainan makahi diantaranya adalah: (1) pengundian nomor urut pemain yang nantinya harus berhadapan; (2) setiap pemain tidak boleh memakai benda-benda yang tajam atau memakai cincin yang dapat membahayakan lawan; dan (3) pemain tidak boleh memakai alas kaki dan harus mengenakan kain pengikat pinggang. Setelah semua aturan dilaksanakan, maka permainan pun dimulai. Pengawas akan mengundang dua orang pemain yang nomor urutnya telah diundi untuk masuk ke arena untuk diperiksa kondisi fisiknya, dan meneliti apakah ada barang-barang yang tidak boleh dibawa peserta. Setelah semua selesai maka pertandingan pun dimulai. Kedua peserta akan saling menyerang dengan menggunakan tangan kanan sebagai pedang dan tangan kiri sebagai perisai. Bagi pemain yang dapat memotong lawannya maka ia akan mendapatkan satu poin yang nantinya akan dijumlahkan setelah waktu pertandingan dinyatakan berakhir. Menang atau kalahnya seseorang ditentukan oleh banyak sedikitnya poin yang didapat. Bagi pemain yang banyak memotong lawannya, maka ia akan banyak mengumpulkan poin dan dinyatakan sebagai pemenangnya.

5. Nilai Budaya

Nilai yang terkandung dalam permainan makahi diantaranya adalah keterampilan, kerja keras, dan sportivitas. Nilai keterampilan tercermin dari teknik-teknik yang dilakukan pemain untuk memotong atau menangkis serangan lawannya. Nilai kerja keras tercermin  dari usaha para pemain untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya agar menjadi pemenang. Dan, nilai sportivitas tercermin dari adanya kesadaran bahwa dalam permainan tentunya ada pihak yang kalah dan memang. Oleh karena itu, setiap pemain dapat menerima kekalahan dengan lapang dada.

Sumber :

Suradi Hp, dkk, 1981, Perainan Rakyat Maluku. Ambon: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Dibaca : 8.913 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password