Senin, 20 Februari 2017   |   Tsulasa', 23 Jum. Awal 1438 H
Pengunjung Online : 3.566
Hari ini : 30.059
Kemarin : 23.996
Minggu kemarin : 215.672
Bulan kemarin : 4.156.978
Anda pengunjung ke 101.764.161
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Ensiklopedi Melayu

Page  1 2 3 > 

Ensiklopedi Melayu

Ensiklopedi berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘pengetahuan serba aneka’. Pada sebuah ensiklopedi biasanya dipaparkan secara ringkas mengenai istilah-istilah tertentu yang berkaitan dengan sejarah, budaya, politik, maupun konsep-konsep relasi sosial dalam sebuah masyarakat. Tujuan sebuah ensiklopedi adalah menyajikan pengetahuan secara mudah, ringkas, dengan cakupan tema bahasan yang cukup luas.

Ensiklopedi MelayuOnline.com memaparkan segala peristilahan atau konsep-konsep yang menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Melayu di seluruh dunia. Ensiklopedi Melayu mencakup berbagai hal dalam kebudayaan Melayu, seperti adat istiadat, ritual, pengobatan tradisional, kesenian, peralatan dan senjata, mata pencaharian, seni bina (arsitektur), bahasa dan sastra, kerajaan, tokoh, hingga hukum adat dan konsep-konsep yang berkenaan dengan pandangan hidup.

Ensiklopedi MelayuOnline.com disusun menurut abjad (bukan tema). Hal ini untuk memudahkan para pembaca memperoleh informasi secara cepat dengan cara melacak pada istilah atau konsep dalam kebudayaan Melayu. Misalnya untuk mengetahui ritual “Adat Pahe”, senjata khas Melayu “Badik”, alat musik “Didong”, perahu “Jukung”, dan lain sebagainya, pembaca cukup menelusuri abjad pertamanya.


Update terbaru


Astakona

Atau setakona berarti makan nasi berhadapan. Biasa disebut juga makan nasi hadap-hadapan. Merupakan istilah dalam tradisi adat masyarakat Melayu Sumatera Timur yang diadakan sebagai rangkaian dari upacara adat perkawinan. Dalam tradisi ini, kedua mempelai duduk berhadap-hadapan dalam satu majlis dimana telah disiapkan segala hidangan ditemani kerabat keluarga yang lain. Kedua mempelai kemudian dipersilakan ...

Adat petudui`

Rangkaian adat perkawinan negara Brunei yang diawali dengan penyerahan berbagai barang, antara lain sebentuk cincin emas dan seutas gelang perak oleh pengantin laki-laki kepada pengantin perempuan. Pada saat menjalani adat ini, kedua pengantin dilarang mandi di sungai dan tidak boleh tidur pada waktu siang.

Adat pahe

Penyerahan hadiah kepada pengantin wanita Brunei yang dilakukan oleh wakil keluarga pengantin laki-laki. Penyerahan hadiah ini sangat penting, karena sebelum pengantin perempuan menerima hadiah tersebut, ia dilarang memakan sembarang makanan di rumah pengantin laki-laki itu.

Alu Bunyi

Merupakan seni pertunjukan tua di Perlis, Malaysia. Kesenian ini muncul di kalangan masyarakat agraris yang biasa dilakukan ketika sedang mengerjakan sawah. Lesung dan alu yang biasa digunakan untuk menumbuk padi, dijadikan sebagai alat musik yang mengeluarkan bunyi dan irama khusus. Biasanya, lesung terbuat dari kayu yang sudah tua usianya sedangkan alu terbuat dari kayu muda. Tradisi ini biasanya ...

Alaq Tau

Sebuah ritual yang dilakukan warga Dayak Kenyah di Samarinda, Kalimantan Timur sebelum memulai masa tanam padi. Tradisi ini bertujuan  untuk memohon petunjuk kepada Sang Pencipta dalam memilih waktu yang tepat untuk menanam padi. Ritual diawali pembacaan doa yang dilakukan tetua adat. Waktu yang tepat biasanya didasarkan pada bentuk koordinat tertentu dari matahari yang dibaca tetua adat. Kemudian, ...

Arsitektur Kepulauan Bangka Belitung

Terdapat tiga tipe dalam arsitektur Kepulauan Bangka Belitung, antara lain: arsitektur Melayu Awal, Melayu Bubung Panjang dan Melayu Bubung Limas yang secara umum berciri arsitektur Melayu seperti yang banyak dijumpai di daerah-daerah sepanjang pesisir Sumatera, Indonesia dan Malaka, Malaysia. Rumah Melayu Awal berupa rumah panggung kayu dengan bahan material terbuat dari kayu, bambu, rotan, akar pohon, ...

Awang Batil

Adalah orang yang mempunyai profesi sebagai penglipurlara (Ind. pelipurlara) yang hanya terdapat di negeri Perlis, Malaysia. Disebut sebagai awang batil karena pelipurlara ini biasa menggunakan batil (perkakas yang terbuat dari tembaga yang biasa digunakan untuk menampung air) sebagai musik iringan. Biasanya, awang batil akan mengembara dari satu kampung ke kampung lainnya untuk menyampaikan  ...

Ameng Sewang

Provinsi Bangka Belitung, tempat suku Ameng Sewang berada.   Pada tahun 1668, beberapa kapal Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) asal Belanda mendarat di Pulau Belitung—sebuah pulau yang kini termasuk wilayah administrasi Provinsi Bangka Belitung. Ketika mereka berlabuh di pulau ini, para awak kapal mendapat serangan dari sekelompok orang lokal yang disebut sebagai suku bangsa Ameng Sewang. ...
Page  1 2 3 >