Rabu, 26 April 2017   |   Khamis, 29 Rajab 1438 H
Pengunjung Online : 1.339
Hari ini : 1.217
Kemarin : 65.310
Minggu kemarin : 401.091
Bulan kemarin : 5.093.107
Anda pengunjung ke 102.210.100
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Permainan Carompang (Sulawesi Selatan)

a:3:{s:3:

1. Asal Usul

Pada masyarakat Bugis-Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia, khususnya di Kabupaten Sidrap, ada sebuah permainan yang disebut sebagai carompang. Carompang itu sendiri sebenarnya berasal dari kata careampak atau tareppak, yaitu sebuah rumus hitungan yang selalu didasarkan pada angka empat. Dalam konteks ini orang yang akan menghitung “sesuatu” selalu dimulai dengan angka empat (empat demi empat sampai yang dihitung habis). Sesuatu yang dimaksud dalam permainan ini adalah biji asam. Jadi, biji asam ini dihitung empat demi empat sampai habis. Apabila dalam perhitungan terakhir masih ada yang belum terhitung (tersisa) disebut sebagai cellak atau carompang. Dalam hal ini jika dalam perhitungan bersisa 1 maka disebut cellak siddi (merah satu), bersisa 2 disebut cellak dua (merah dua), bersisa 3 disebut cellak tellu (merah tiga), dan bersisa 4 disebut carompang (merah empat). Inti dari permainan ini adalah pemain harus menebak jumlah biji asam terakhir (celak siddi, dua, tellu atau carompang). Dengan perkataan lain, apabila orang dapat menebak jumlah biji terakhir (yang tersisa), maka ia akan dibayar oleh bandar (patenrek) empat kali lipat dari jumlah taruhannya.

Pada mulanya permainan ini hanya dilakukan oleh orang-orang dewasa sebagai ajang perjudian dengan taruhan uang. Namun, karena perjudian telah dilarang oleh pemerintah, saat ini permainan carompang telah berubah menjadi permainan anak-anak sebagai pengisi waktu senggang, dengan taruhan biji-biji asam.

2. Pemain

Permainan carompang dapat dikategorikan sebagai permainan anak-anak, yang pada umumnya dilakukan oleh anak laki-laki usia 6--14 tahun. Jumlah pemainnya 5 orang yang terdiri atas 1 orang bandar (patenrek) dan 4 orang petaruh.

3. Tempat Permainan

Permainan yang oleh orang Bugis-Makassar disebut sebagai carompang ini tidak membutuhkan tempat (arena) yang khusus. Ia dapat dimainkan di mana saja seperti, teras, ruang tamu, dan pekarangan rumah, sebab para pemain hanya duduk atau berjongkok melingkar ketika memainkannya.

4. Peralatan Permainan

Peralatan yang digunakan adalah beberapa buah biji pohon asam, yang jumlahnya tergantung dari kemampuan tiap peserta. Biji-biji asam tersebut sebagian dijadikan sebagai dasar perhitungan. Sedangkan, sebagian lainnya digunakan untuk membayar pemenang.

5. Peraturan Permainan

Aturan permainan carompang adalah sebagai berikut: (1) pemain yang ditunjuk menjadi bandar haruskan mempunyai biji-biji asam yang jumlahnya melebihi pemain yang lain; (2) para pemain harus menentukan terlebih dahulu jumlah biji-biji asam yang akan dipertaruhkan (penentuan jumlah taruhan biasanya dilakukan dengan jalan musyawarah); (3) setiap petaruh harus menebak terlebih dahulu jumlah biji-biji terakhir yang tersisa setelah proses perhitungan selesai (apakah cellak siddi, cellak dua, cella tellu atau carompang); (4) pada saat permainan bandar tidak boleh menghitung biji-biji asam yang dijadikan dasar perhitungan untuk menentukan cellak siddi hingga carompang; (5) pada saat perhitungan berlangsung tidak boleh ada pemain yang berbuat curang dengan menambahkan biji-biji asam ke dalam biji-biji asam yang menjadi dasar perhitungan (jika bandar melakukan pencurangan, maka para pemain dinyatakan menang dan bandar harus membayar biji-biji asam taruhan dari setiap pemain; sebaliknya apabila ada salah seorang pemain yang berbuat curang, maka bandar berhak mengambil biji-biji asam taruhan dari pemain tersebut); (6) apabila permainan berlangsung adil dan bandar kalah, maka bandar harus membayar sebanyak dua kali lipat pada pemain yang kebetulan menebak dengan tepat. Sedangkan, pemain yang tebakannya salah, maka biji-biji asam taruhannya menjadi milik bandar.

6. Proses Permainan

Setelah lokasi permainan ditentukan dan biji-biji taruhan disiapkan, maka bandar (patenrek) yang ditunjuk secara aklamasi duduk bersila kemudian diikuti oleh pemain lainnya. Mereka membentuk sebuah lingkaran. Setelah itu, bandar mengambil sejumlah biji asam. Sejumlah biji asam itu kemudian diambil sebagian oleh salah seorang pemain (petaruh), selanjutnya diserahkan kembali kepada bandar. Sejumlah biji asam yang diserahkan ke bandar itulah yang kemudian dihitung empat demi empat dan sisanya ditebak (apakah cellak siddi, dua, tellu atau carompak). Petaruh biasanya hanya asal menebak karena tidak tahu persis. Dengan perkataan lain, sifatnya hanya untung-untungan.

Setelah seluruh petaruh menebak, kemudian bandar meletakkan biji-biji asam ke lantai atau tanah dan menghitungnya empat demi empat. Apabila hitungan terakhir, misalnya, hanya tersisa satu biji, maka pemain yang menebak cellak sdidi menjadi pemaian yang menang, sehingga bandar harus membayar dua kali lipat. Sedangkan, pemain yang tebakannya tidak pas (salah), maka taruhannya menjadi milik bandar. Demikian, seterusnya. Dalam permainan ini seseorang akan dianggap sebagai pemenang jika dalam akhir permainan mendapat jumlah taruhan yang terbanyak.

7. Nilai Budaya

Nilai yang terkandung dalam permainan carompang adalah kecermatan dan sportivitas. Nilai kecermatan tercermin dari usaha para petaruh dalam menebak sisa biji asam yang telah dihitung empat demi empat. Memang terkesan para pemain asal-asalan dalam menebaknya. Namun demikian, sesungguhnya mereka berusaha untuk mencermati jumlah biji asam yang ada di genggaman patenrek, karena dengan kecermatan itulah kemungkinan untuk menang relatif besar. Sedangkan, nilai sportivitas tercermin dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang selama permainan berlangsung dan bersedia menyerahkan biji-biji asam yang dipertaruhkan apabila tebakannya meleset. (AG/bdy/46/7-07)

Sumber:

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1980. Permainan Anak-Anak Daerah Sulawesi Selatan. Ujung Pandang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Dibaca : 8.499 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password