Sambal Tempoyak (Bengkulu)

Tempoyak merupakan makanan yang berasal dari buah durian yang difermentasikan. Rasanya yang asam dan aromanya yang menyengat membuat banyak orang salah kaprah, menganggap makanan ini sebagai daging durian busuk. Makanan yang banyak ditemukan di kawasan Kalimantan dan Sumatera ini biasanya dikonsumsi sebagai lauk ataupun sebagai bumbu masakan. Tidak banyak orang yang memakannya langsung, karena rasa asam dan aroma dari tempoyak itu sendiri.
Dibutuhkan waktu 3—5 hari untuk membuat rasa tempoyak menjadi masam, sekaligus masih menyisakan rasa manis. Adonan tempoyak sendiri dibuat dengan cara menyiapkan daging durian yang sudah masak benar dan terlihat berair. Kemudian daging durian dipisahkan dari bijinya dan diberi sedikit garam untuk mempercepat fermentasinya. Setelah itu, adonan disimpan dalam tempat yang tertutup rapat dan diletakan dalam ruangan bersuhu 20 oC—25 0C.
Tempoyak yang telah terfermentasi ini, kemudian siap untuk dimakan langsung ataupun diolah menjadi bumbu. Jika ingin diolah lagi, salah satu caranya dengan menjadikan tempoyak sebagai sambal. Sambal tempoyak ini sangat nikmat jika dimakan bersama nasi yang masih panas. Berikut cara untuk membuat sambal tempoyak. Selamat mencoba!
Bahan : - 200 gram daging duren, diamkan dalam stoples selama 4 hari
- 5 butir bawang merah
- 2 cm kunyit
- 2 cm lengkuas
- 1 tangkai serai, dimemarkan
- 250 gram udang, kerat punggungnya
- 500 ml santan
- 1/2 sendok teh garam
- 1/4 sendok teh gula
Cara membuat :
- Haluskan bawang merah, kunyit, dan lengkuas lalu aduk dengan bahan lainnya
- Didihkan sampai matang
NA/kul/03/7-07
Sumber : http://bima.ipb.ac.id
Dibaca : 28.337 kali.
Berikan komentar anda :