Jumat, 24 Maret 2017   |   Sabtu, 25 Jum. Akhir 1438 H
Pengunjung Online : 2.420
Hari ini : 7.749
Kemarin : 60.495
Minggu kemarin : 301.775
Bulan kemarin : 4.019.095
Anda pengunjung ke 101.980.669
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Pempek (Palembang)

Pempek merupakan makanan khas Sumatera Selatan, terutama Palembang, yang menggunakan ikan dan sagu sebagai bahan utamanya. Pada awalnya, ikan yang digunakan untuk membuat pempek adalah ikan belida. Namun, karena ikan tersebut semakin langka dan mahal harganya, maka saat ini pempek lebih sering menggunakan ikan gabus ataupun tenggiri.

Pempek disajikan dengan saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut dengan cuko oleh orang Palembang. Biasanya, ada dua macam cuko yang disajikan bersama pempek, yakni cuko manis dan cuko pedas. Sehingga, penikmat pempek dapat memilih cuko yang sesuai dengan seleranya. Pempek sendiri terdiri dari beberapa jenis, salah satunya yang terkenal adalah Pempek Kapal Selam, yang di dalamnya diisi telur ayam. Selain itu ada juga pempek lenjer, pempek andaan, dan juga pempek kulit ikan.

Nama pempek diyakni berasal dari kata “Apek”, sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina. Konon, ada seorang apek yang tinggal di tepian Sungai Musi, dan merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah namun belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik. Biasanya, ikan-ikan tersebut hanya digoreng dan dipindang. Si apek kemudian mencoba alternatif pengolahan lain, yakni mencampur ikan yang telah digiling dengan tepung. Makanan baru tersebut kemudian dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh pembeli, penjual makanan tersebut dipanggil “pek..pek..pek..” Sejak itulah, makanan tersebut disebut dengan pempek.

Bahan adonan:

  • 1 cangkir ikan tenggiri, digiling
  • 1 cangkir air putih
  • 2 sdm minyak goreng
  • Garam secukupnya
  • Tepung kanji secukupnya

Bahan Cuko:

  • 1 kg gula merah, dipotong-potong.
  • Cabai rawit, sesuai selera
  • 200 gr bawang putih
  • 3 sdm cuka putih/ air asam/ air jeruk nipis
  • 2 lt air
  • Garam secukupnya

Cara Membuat:

  1. Campur ikan giling dengan air dan garam. Aduk hingga benar-benar larut dan cukup asinnya
  2. Tambahkan tepung kanji secukupnya sampai adonan bisa diuleni.
  3. Adonan pempek siap dibentuk sesuai selera
  4. Untuk pempek kapal selam, ambil adonan secukupnya, bentuk seperti mangkuk.
  5. Isi dengan telur ayam mentah lalu rekatkan agar tidak bocor.
  6. Rebus dalam air mendidih dengan api sedang hingga mengapung.
  7. Angkat dan tiriskan. Masukkan ke dalam air dingin.  
  8. Untuk pempek lenjer, bentuk adonan seperti silinder dan rebus.
  9. Lakukan sampai mengambang kemudian angkat dan masukian dalam air dingin.
  10. Untuk andaan, ambil adonan secukupnya, tambahkan sedikit bawang goreng atau daun bawang iris, serta telur, aduk rata.
  11. Bentuk adonan menjadi bola-bola dan goreng dalam minyak panas dengan api kecil hingga mengapung dan matang.

Saus Cuko:

  1. Masak gula merah bersama air secukupnya hingga larut.
  2. Haluskan bawang putih dan cabai rawit lalu tambahkan ke dalam rebusan gula dan didihkan.
  3. Masukkan cuka dan garam. Rebus dengan api kecil selama 1 jam hingga agak kental. Angkat dan saring.
  4. Sajikan bersama pempek dengan ebi yang dihaluskan.

Catatan:

  • Pilih ikan tenggiri yang segar dan ambil dagingnya lalu haluskan hingga serabut-serabut putih dari dagingnya terangkat.
  • Untuk resep tradisional ini, takar daging tenggiri halus dalam wadah atau mangkuk.
  • Kemudian tambahkan air sebanyak ukuran daging ikannya (misal, jika setengah mangkuk ikannya, air yang dipakai setengah mangkuk juga).
  • Jumlah tepung kanji yang dipakai disesuaikan dengan tingkat kekenyalan pempek yang diinginkan.
  • Makin banyak kanji akan makin kenyal atau keras.
  • Untuk cuko, jika ingin membuat yang manis, kurangi cabe rawit dan perbanyak gula merah.

Sumber Resep: www.detikfood.com
Sumbe foto: http://lavitz-presley.blogspot.com/2008/03/visit-musi-2008.html

(Diolah dari berbagai sumber/Des Christy/kul/11/12-08)

Dibaca : 9.571 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password