Kamis, 23 Maret 2017   |   Jum'ah, 24 Jum. Akhir 1438 H
Pengunjung Online : 1.076
Hari ini : 3.320
Kemarin : 39.208
Minggu kemarin : 301.775
Bulan kemarin : 4.019.095
Anda pengunjung ke 101.972.847
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Bubur Kampiun (Minang)


Bagi mereka yang sering berkeliling kawasan Sumatera Barat, pasti sudah tidak asing lagi dengan makanan bernama Bubur Kampiun, atau yang biasa disebut bubua kampiun oleh orang Minang. Penganan khas masyarakat Minang ini dapat dengan mudah dijumpai di setiap sudut Sumatera Barat. Sehari-hari, bubur kampiun menjadi salah satu makanan yang paling sering disantap pada saat sarapan. Pada saat bulan ramadhan, makanan ini biasa dijadikan sebagai santapan berbuka puasa.

Bubur kampiun sendiri, terdiri dari campuran beberapa macam makanan, yakni kolak pisang, bubur candil, bubur sumsum, dan ketan hitam. Entah siapa yang pertama kali membuat bubur kampiun ini, namun yang jelas campuran berbagai makanan tersebut menghasilkan perpaduan rasa manis, legit, dan gurih. Selain karena rasanya yang nikmat, semangkok bubur kampiun juga dipercaya dapat membuat penikmatnya menjadi lebih segar dan berenergi.

Selayaknya makanan khas Minang, kelezatan bubur kampiun terletak pada ketepatan komposisi santan pada makanan ini. Sehingga, santan dapat terasa, namun juga tidak menghilangkan cita rasa campuran lainnya. Jika tidak begitu menyukai rasa santan, Anda dapat mengurangi rasanya dengan menambahkan es pada mangkuk bubur kampiun Anda.

Bahan:

1. Kolak pisang :

  • 10 bh pisang nangka
  • 2 gls santan
  • 7 sdm gula merah iris
  • 1 sdt garam

2. Bubur candil :

  • 150 gr tepung ketan
  • 1 sdt garam
  • air  kapur sirih secukupnya
  • gula merah secukupnya

3. Bubur sumsum :

  • 250 gr tepung beras
  • 1 gls santan
  • 1 sdt garam
  • 2 lbr daun pandan

3. Ketan hitam :

  • lt ketan hitam yang telah direndam terlebih dulu.
  • btr kelapa setengah tua, diparut

Cara Membuat:

1. Kolak Pisang :

  • Rebus pisang dan gula merah serta garam sampai agak empuk.
  • Masukkan santan, aduk hingga mendidih dan pisang empuk. Angkat dan sisihkan.

2. Bubur Candil :

  • Sisihkan tepung ketan, garam, dan air kapur.
  • Siram dengan air suam-suam kuku, lalu bentuk menjadi bulat-bulatan kecil.
  • Rebus dengan air gula merah yang sudah mendidih, hingga mengapung, lalu angkat dan sisihkan.

3. Bubur Sumsum :

  • Rebus air, sari daun pandan, dan garam sampai mendidih
  • Masukan tepung beras yang sudah dicairkan dengan santan.
  • Aduk rata dan cepat, hingga matang. Angkat dan sisihkan.

4. Ketan Hitam :

  • Ketan hitam yang telah direndam, dikukus hingga setengah matang.
  • Saat masih dalam kukusan, siram dengan air mendidih secukupnya. Ini perlu dilakukan agar menghasilkan ketan yang bagus matangnya.
  • Kukus kembali ketan hingga matang.

5. Cara penyajian :

  • Taruh terlebih dulu ketan hitam yang telah ditaburi kelapa parut ke dalam mangkuk.
  • Kemudian masukan secara berurutan bubur candil, bubur sumsum, lalu siram dengan kolak pisang.
  • Bubur Kampiun siap untuk dihidangkan.

(Diolah dari berbagai sumber/kul/15/01-09)

Sumber Resep: http://www.pelaminanminang.com/dapur/bubur_kampiun.html
Sumber Foto: http://www.halo-bandung.com/edisi-37/main-issue-1.html

Dibaca : 11.826 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password