Senin, 11 Desember 2017   |   Tsulasa', 22 Rab. Awal 1439 H
Pengunjung Online : 3.466
Hari ini : 19.927
Kemarin : 43.322
Minggu kemarin : 254.041
Bulan kemarin : 5.609.877
Anda pengunjung ke 103.943.206
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Ikan Arsik (Batak)


Dekke Na Niarsik, yang berarti ikan yang dimasak kering, merupakan salah satu makanan tradisi masyarakat suku batak. Makanan yang lebih dikenal dengan nama Ikan Arsik ini, merupakan simbol karunia kehidupan dalam masyarakat Batak. Karena dianggap sebagai simbol karunia, maka Ikan Arsik tersaji pada beberapa upacara daur hidup masyarakat Batak, seperti pada saat pernikahan dan kelahiran.

Pada saat pernikahan, kedua mempelai pengantin akan mendapatkan satu ekor Ikan Arsik, yang wajib diberikan oleh orang tua si mempelai perempuan. Pemberian Ikan Arsik ini, merupakan lambang tanggung jawab terakhir dari orang tua mempelai perempuan. Karena, setelah menikah nanti, si perempuan akan menjadi tanggung jawab suaminya. Selain itu, jumlah satu ekor ini, juga merupakan lambang pengharapan, bahwa kedua orang yang telah terikat dalam pernikahan tersebut telah menjadi satu.

Sementara itu, pada Ikan Arsik yang diberikan pada saat melahirkan berjumlah tiga ekor, yang melambangkan anggota keluarga yang berambah satu. Satu ekor diperuntukan bagi si bapak, satu ekor untuk si ibu, dan satu ekor untuk si anak yang baru lahir. Pemberian Ikan Arsik ini wajib dilakukan oleh masyarakat Batak, terutama bagi anak pertama.

Dalam upacara-upacara di atas, tidak sembarang orang dapat memberikan Ikan Arsik. Hanya hula-hula (kerabat dari pihak istri) saja yang boleh memberikan Ikan Arsik ini. Kerabat di sini dapat berupa orang tua kandung, saudara laki-laki, maupun komunitas marga dari pihak istri.

Meski digunakan sebagai simbol berkat dalam upacara adat, namun bukan berarti Ikan Arsik tidak bisa dinikmati sehari-hari. Ikan Arsik, bisa saja dimasak dan disajikan di meja makan, tanpa harus menunggu adanya upacara tertentu. Bagi masyarakat Batak, menikmati Ikan Arsik dengan nasi panas, merupakan kenikmatan tersendiri. Aroma bumbu kuning dengan dan bumbu yang sedap, mampu menggoda selera siapapun yang sudah pernah mencicipinya.

Bahan :

  • 1 ekor ikan mas. Bersihkan sisik, ingsang dan isi perut.
  • 1 sdm air jeruk nipis.
  • 2 bh tomat merah 2 buah, belah jadi 4.
  • 2 btg serai, memarkan.
  • 2 sdt andaliman.
  • 150 ml air.
  • 50 gr bawang batak, buang daunnya.
  • 1 bh bunga kecombrang.
  • 50 ml santan.

Bumbu halus :

  • 7 bh cabai merah.
  • 4 btr bawang merah.
  • 2 siung bawang putih.
  • 2 btr kemiri.
  • 3 cm kunyit.
  • 2 cm jahe.
  • garam secukupnya.
Cara membuat :
  1. Lumuri ikan dengan air jeruk nipis, diamkan selama 15 menit, tiriskan.
  2. Lumuri ikan dengan bumbu halus hingga menutupi seluruh bagian ikan.
  3. Siapkan wajan letakkan bunga kecombrang dan serai di dasar wajan.
  4. Letakkan ikan mas, tambahkan air, garam, gula pasir, santan dan andaliman, aduk rata.
  5. Masak dengan api kecil hingga ikan matang dan bumbu meresap.
  6. Tambahkan tomat dan bawang batak, masak hingga kuah sedikit mengental, angkat.
  7. Sajikan segera.

(Diolah dari berbagai sumber/ Des Christy/ kul/20/01-09)

Sumber Resep: http://resepmasakanlengkap.blogspot.com/2008/10/arsik-ikan-mas.html
Sumber Foto: http://www.bonapasogit.eu/pagina%27s/Engels/News.htm
Dibaca : 15.912 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password