Minggu, 30 April 2017   |   Isnain, 3 Sya'ban 1438 H
Pengunjung Online : 1.428
Hari ini : 8.059
Kemarin : 41.330
Minggu kemarin : 413.594
Bulan kemarin : 5.093.107
Anda pengunjung ke 102.232.558
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Pengobatan Tradisional Penyakit Luar Orang Melayu Banjar, Kalimantan Selatan

Pengobatan tradisional orang Melayu Banjar terhadap penyakit luar adalah berupa penobatan dengan menggunakan ramuan dari biji, daun, dan akar-akaran yang berasal dari alam. Pengobatan tradisional ini membuktikan bahwa leluhur orang Banjar sudah cermat dalam memanfaatkan sumber daya dari alam untuk kebaikan.

1. Pendahuluan

Suku Banjar terdiri dari 3 sub-etnis yang berbeda, yaitu Pahuluan, Batang Banyu, dan Kuala. Suku ini adalah suku terbesar di Kalimantan Selatan yang biasa disebut sebagai orang Banua (Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, 2010). Orang Banua punya beragam pengetahuan, salah satunya tentang pengobatan tradisional, khususnya untuk penyakit luar, yang masih dilestarikan hingga kini (Yustan Azidin dkk., 1990).

Pengobatan tradisional orang Banjar untuk penyakit luar berupa ramuan-ramuan alam yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Adapun yang termasuk penyakit luar antara lain, penyakit luka, cacar air, bengkak, gatal-gatal, bisul, dan lain sebagainya. Penyakit luar banyak jenisnya, dan disebabkan oleh banyak hal. Ada juga penyakit yang dipercaya disebabkan oleh gangguan makhluk halus (Azidin dkk., 1990).

Ramuan-ramuan tersebut terdiri dari akar-akaran, biji-bijian, dan daun-daunan yang ditambah dengan doa-doa yang telah diajarkan oleh leluhur Banjar ratusan tahun silam. Kenyataan ini membuktikan kedekatan mereka terhadap alam. Pemberian alam mereka manfaatkan sebagai obat dan menghasilkan pengetahuan tentang obat dan ini semakin membuktikan kebesaran kebudayaan mereka (Sam'ani, dkk., 2005; Alfani Daud, 1997).

2. Penyakit dan Pengobatan Tradisional Banjar

Kategorisasi penyakit luar dan pengobatannya menurut orang Banjar adalah sebagai berikut: 

No Nama Penyakit Jenis atau Ragam Penyakit Pengobatan
1 Luka Luka iris Lumatkan pucuk daun pisang yang masih kuncup, oleskan pada bagian luka, lalu balut dengan kain bersih. Lakukan secara berulang-ulang hingga luka kering 
    Luka tertusuk paku Belerang pada ujung korek api ditumbuk halus, masukkan ke dalam luka, lalu nyalakan dan biarkan padam dengan sendirinya. Atau menekan tempat luka agar tidak keluar darahnya, lalu pukul dengan palu pelan-pelan.
    Luka digigit ikan buntal Oleskan getah batang kaladi lumbu, lalu oleskan pada yang luka. Atau campurkan bulu kucing dan kopi rabu, lalu masukkan ke lubang bekas gigitan.
    Luka bakar Lumatkan daun lowa, lalu tempelkan pada luka. Atau bakar dahan kelapa kering, lalu taburkan abunya di tempat luka. Atau kocok kuning telur, lalu oleskan pada yang luka.
    Luka lecet Bakarlah kayu bakar hingga mengeluarkan buih, lalu oleskan pada yang luka.
    Luka kena benda tajam Tumbuk rumput liar hingga lumat, lalu tempelkan pada luka. Atau lumatkan bawang merah yang dicampur gula, lalu tempelkan pada yang luka.
    Luka memar Kelapa muda diparut, bubuhi cuka sedikit, tempelkan pada yang luka, lalu balut dengan kain bersih. Lakukan berulang kali hingga sembuh.
    Luka digigit kalajengking Tumbuk biji sahang hingga halus, campur dengan sedikit minyak kelapa, lalu tempelkan pada luka hingga kering.
    Luka disengat kelabang Tumbuk biji asam hingga halus, lalu usapkan pada bekas gigitan. Atau usapkan kepala binatang halilipan pada tempat yang digigit. Atau campur pupur biji dengan garam, aduk sampai rata, lalu oleskan pada bekas sengatan.
    Luka disengat serangga Remas bunga melati hingga lumat dan keluar airnya, lalu usapkan pada bagian yang tersengat. Atau oleskan getah pepaya muda ke bekas sengatan. Atau oleskan kapur sirih ke bagian yang disengat.
    Luka tertusuk duri Cabut durinya, lalu oleskan getah kustila pada yang luka. Atau oleskan kapur sirih pada yang luka.
    Luka disengat ulat bulu Tumbuk kunyi hingga halus, campur dengan kapur sirih, bungkus dengan daun pisang, panaskan di atas tungku, lalu tempelkan pada bagian yang luka. Atau teteskan lilin pada bagian yang luka.
2 Gatal-gatal Gatal akibat gigitan nyamuk atau serangga Tumbuk cabi, pinang muda, dan sirih hingga halus, bungkus dengan plastik, rebus hingga mendidih, lalu kompreskan pada bagian yang gatal. Atau campur pupur dingin dengan garam, usapkan pada bagian yang gatal. Atau panggang beberapa biji buah kemiri dan janar, tumbuk hingga halus, lalu oleskan pada yang gatal. Atau potong batang keladi, panggang hingga panas, lalu usapkan pada yang gatal berulang-ulang. Atau gosokkan beberapa daun ketela pada yang gatal. Atau oleskan kapur sirih pada yang gatal. Atau tumbuk akar tuba hingga mengeluarkan getah, lalu oleskan getahnya pada yang gatal.
3 Bisul Bisul nanah Bersihkan akar patintin, rendam dalam air selama 2-3 jam, lalu minum air bekas rendaman tersebut. Atau ambil getah pelepah daun rumbia, campur dengan kapur sirih, lalu oleskan pada bisul. Atau campur pupur dingin dengan garam, lalu oleskan pada bisul. Atau haluskan lengkuas dan garam, bungkus dengan daun nangka, bakar, lalu teteskan abunya pada mata bisul. Atau bakar buah kemiri, tumbuk hingga halus, lalu oleskan pada mata bisul. Atau tumbuk tangkai daun sirih hingga berbentuk kuas, celupkan dalam minyak kelapa, bakar sebentar, lalu tempelkan pada bisul. Atau lemaskan daun kamboja dengan minyak kelapa, lalu tempelkan pada bisul. Atau kupas bawang putih, lalu gosokkan pada bisul (jika bisulnya masih kecil).
    Bisul pada leher (bakatak) biasa menyerang anak-anak Parut buah pala dan bilungka, bungkus dengan daun pisang, panggang di atas api, lalu tempelkan pada bisul.
    Bisul keras dan merah (barah) Daun sirih, kapur sirih, dan madu dicampur, lalu oleskan pada bisul.
4 Koreng (kuring) Koreng biasa Campur belerang dengan minyak kelapa, panaskan hingga tercampur, lalu oleskan pada koreng yang sebelumnya dibersihkan dengan air hangat. Atau potong ujung lancip pada siput hingga keluar airnya, lalu teteskan pada koreng. Buang kulit buah pinang, tumbuk hingga halus, campur dengan minyak kelapa, lalu oleskan pada koreng. Atau campur pati santan kelapa dengan gambir, lalu oleskan pada koreng berulang-ulang. Atau parut kunyit dan janar, campur dengan kapur sirih dan air jeruk nipis, lalu oleskan pada koreng. Atau makan daging belut.  
    Koreng di kepala Daing kalap tua dibakar, tumbuk hingga halus, lalu oleskan pada koreng.
5 Kutil (butir) Kutil biasa Bakar kayu bakar hingga mengeluarkan buihnya, lalu oleskan pada kutil. Bila kutilnya banyak, cukup dioleskan pada induknya saja.
6 Bintik-bintik kulit (baliman) Bintik gatal Campur pupur biji dari tepung beras dengan garam, beri sedikit air, lalu oleskan pada kulit yang gatal. Atau campur air kelapa muda dengan madu, lalu minum 2-3 kali sehari. Atau potong-potong janar, campur dengan kapur sirih, lalu gosokkan pada kulit yang gatal.
7 Sipilis (matakau) Sipilis Lubangi tempurung kelapa muda, masukkan 3 batang akar ilalang, rebus hingga mendidih, lalu minum. Atau tumbuk daun pacar dan gambir hingga halus, bentuklah bulat seperti pil, lalu minum satu biji sehari hingga sembuh.
8 Benjolan di kepala seperti bisul (sawanan) Benjolan biasa Ambil bunga tutuak (sejenis anggrek), lalu gosokkan pada benjolan berulang-ulang. Atau oleskan minyak sawan.
    Benjolan akibat benturan (bincul) Campur asam dan garam secukupnya, peras hingga keluar airnya kental, lalu oleskan pada bincul. Atau gulung dua ujung rambut, masukkan di antara dua bibir, lalu tiup dan tempelkan pada bincul.
    Bejolan pada paha/selangkangan (tampiyan) Oleskan kapur sirih pada ruas pergelangan kaki kiri jika benjolan di selangkangan kaki kanan. Sebaliknya, oleskan kapur sirih pada kaki kanan jika benjolan pada selangkangan kaki kiri.
9 Cacar Cacar air Parut jagung muda, lalu balurkan pada kulit yang terkena cacar. Atau sapukan tepung kanji pada kulit yang terkena cacar. Atau tumbuk beberapa lembar pucuk daun hapu-hapu hingga halus, lalu usapkan pada kulit yang terkena cacar.
10 Kulit telapak kaki keras (tumbal) Tumbal biasa Bakar tangkul pisang hingga lembek, lalu jejakkan kaki pada tungkul berulang-ulang. Atau panggang besi hingga hangat, lalu sentuhkan pada telapak kaki berulang-ulang.
11 Bintik merah pada seluruh tubuh (karumuti). Bintik yang disertai panas badan Rendam sagu rumbia dalam air kelapa selama 30 menit, lalu mandikan pada penderita. Atau bakar daun kelapa, ketika masih menyala, celupkan dalam air di ember, lalu mandi dengan air tersebut.
12 Bengkak Kaki gajah (tubar) Tumbuk daun lambai-lambai hingga halus, campur dengan kapur sirih, lalu usapkan pada kaki. Atau dipijat dengan pantangan tidak boleh makan nasi dari kenduri orang mati.
    Bawah telinga sampai dagu (kababagusan) Gosokkan biji kalangkalu pada batu pirikan, beri sedikit air bekas yang teringgal pada batu, lalu oleskan pada yang bengkak. Atau tumbuk buah kemiri, pupur dingin, dan garam hingga halus, beri sedikit air, lalu oleskan pada yang bengkak. Atau campur belau (nila untuk mencuci pakaian) dengan cuka, lalu usapkan pada yang bengkak.
13 Panu (panau) Panu Tumbuh belerang hingga halus, campur dengan air jeruk nipis, lalu oleskan. Atau gosokkan daun galinggang pada panu secara berulang-ulang. Atau parut lengkuas, campur dengan kapur sirih, lalu gosokkan pada panu. 

 

3. Nilai-nilai

Pengetahuan orang Banjar tentang beragam pengobatan tradisional terhadap penyakit luar mengandung nilai-nilai luhur dalam kehidupan, antara lain:

  1. Melestarikan tradisi. Nilai ini tercermin dari kepercayaan orang Banjar terhadap pengetahuan ini. Apalagi, klasifikasi penyakit dan ramuan ini hingga sekarang masih dipraktekkan oleh masyarakat Banjar.
  2. Penghargaan terhadap alam. Nilai ini tercermin dari bahan-bahan ramuan yang mayoritas diambil dari alam, yakni hasil kebun atau hutan.
  3. Menghargai kesehatan. Pengetahuan ini juga sebagai bukti bahwa leluhur Banjar sangat menghargai kesehatan. Klasifikasi penyakit dan ramuannya memperlihatkan bahwa segala penyakit luar dapat disembuhkan dengan obat yang sederhana.
  4. Nilai ekonomis. Nilai ini tercermin dari asal ramuan yang semuanya tidak perlu dibeli. Dengan begitu, sehat dalam pengetahuan orang Banjar tidaklah mahal.

4. Penutup

Pengobatan tradisional Melayu Banjar menjadi bukti bahwa orang Melayu memiliki kebesaran dalam pengobatan tradisional. Kekayaan pengetahuan ini hingga kini telah dikembangkan oleh orang modern menjadi pengobatan modern yang berbasis ramuan tradisional. Dengan demikian, pengetahuan ini penting untuk terus dilestarikan agar tidak punah.

(Yusuf Efendi/Bdy/85/08-2011)

Referensi

Alfani Daud, 1997. Islam dan Masyarakat Banjar; Deskripsi dan Analisa Kebudayaan Banjar. Jakarta: Rajawali Press.

Sam'ani dkk., 2005. Urang Banjar dan Kebudayaannya. Kalimantan Selatan: Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, 2010. Menahapi Kebudayaan Banjar, “Gasan Sasangga Banua”, dalam Kongres Kebudayaan Banjar II, Tanggal 4-7 April 2010. Kalimantan Selatan: Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Yustan Azidin dkk., 1990. Pengobatan Tradisional Daerah Kalimantan Selatan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai-nilai Tradisional.

Sumber Foto: http://ipmaba.wordpress.com

Dibaca : 16.170 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password