Kamis, 18 September 2014   |   Jum'ah, 23 Dzulqaidah 1435 H
Pengunjung Online : 1.574
Hari ini : 15.084
Kemarin : 24.974
Minggu kemarin : 230.267
Bulan kemarin : 677.761
Anda pengunjung ke 97.130.700
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Pengobatan Tradisional Penyakit Dalam Orang Melayu Banjar, Kalimantan Selatan (Bagian I)

Pengobatan tradisional orang Melayu Banjar untuk penyakit dalam pada umumnya menggunakan ramuan berbahan daun, biji, dan akar pohon yang mudah ditemukan di lingkungan dan hutan di Kalimantan Selatan.

1.Pendahuluan

Suku Banjar terdiri dari 3 sub-etnis yang berbeda, yaitu Pahuluan, Batang Banyu, dan Kuala. Suku ini adalah suku terbesar di Kalimantan Selatan yang biasa disebut sebagai orang Banua (Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, 2010). Orang Banua punya beragam pengetahuan, salah satunya tentang pengobatan tradisional, khususnya untuk penyakit luar, yang masih dilestarikan hingga kini (Yustan Azidin dkk., 1990).

Pengobatan tradisional orang Banjar untuk penyakit dalam berupa ramuan-ramuan alam yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Adapun yang termasuk penyakit dalam antara lain: ayan, encok, sakit kuning, malaria, dan lain sebagainya. Penyakit luar banyak jenisnya dan disebabkan oleh banyak hal. Ada juga penyakit yang dipercaya disebabkan oleh gangguan makhluk halus (Azidin dkk., 1990).

Ramuan-ramuan tersebut terdiri dari akar-akaran, biji-bijian, dan daun-daunan yang ditambah dengan doa-doa yang telah diajarkan oleh leluhur Banjar ratusan tahun silam. Kenyataan ini membuktikan kedekatan mereka terhadap alam. Pemberian alam dimanfaatkan sebagai obat dan menghasilkan pengetahuan tentang obat. Ini semakin membuktikan kebesaran kebudayaan Melayu secara umum (Sam'ani, dkk., 2005; Alfani Daud, 1997). 

2.Penyakit dan Pengobatan Tradisional Banjar

Kategorisasi penyakit dalam dan pengobatannya menurut orang Banjar adalah sebagai berikut: 

No Nama Penyakit Jenis atau Ragam Penyakit Pengobatan
1 Ayan atau gila babi Ayan Bungkah (umbi) dan bawang putih dipirik hingga halus lalu bentuk bulat-bualt seperti pil tablet. Tablet diminum sekali sehari selama seminggu.
2 Encok (katur-katur) Linu sendi Daun belimbing wuluh (tunjuk) muda ditumbuk dengan sahang sampai halus dan teteskan cuka. Setelah menjadi param kocok, gosokkan pada persendian yang linu.
3 Sakit kuning Sakit kuning (kena wisa)
  1. Minum inggu (getah tumbuhan) sebesar telur cecak dengan air panas  
  2. Bakar kunyit secukupnya, parut, campur dengan air putih, dan embunkan semalam, lalu minum pada sore hari
  3. Bakar batu yang besar, lalu penderita diminta mengencingi batu tersebut saat pagi hari
  4. Masukkan irisan kuku, cabi, pandan, lengkusa, dan tilasan ke dalam air, selimuti penderita dengan kain tebal, lalu mandikan
  5. Iris buah pinang kecil-kecil, jemur, goreng hingga kehitam-hitaman, dan tumbuk hingga halus, seduh dengan air panas, lalu diminumkan.
4 Malaria Malaria
  1. Rebus batang brotowali dengan 4 gelas air, lalu minum setiap pagi dan malam hari
  2. Makan empedu ayam bersama pisang selama 3 hari berturut-turut
  3. Rendam buah nangka belanda (sirsak) dengan air bersih, lalu minum airnya sebanyak seperempat tiga kali sehari
  4. Rebus pucuk daun pepaya, lalu makan sebagai lalapan.
5 Reumatik (katur tulang) Reumatik
  1. Parut lengkuas hingga halus, campur dengan santan kelapa, tumbuk sahang hingga halus, rebus semuanya, beri sedikit garam, lalu minum 3 kali sehari
  2. Remas daun ubi kayu hingga hancur, campur dengan kapur sirih, lalu gosokkan pada bagian yang sakit
  3. Bersihkan akar hahambin buah, campur dengan asam kamal, remas-remas hingga hancur, campurkan air, lalu minumkan pada penderita
  4. Tumbuk daun sembung, kencur, pupur biji hingga halus, campurkan air, setelah jadi salep, lalu gosokkan pada urat yang linu.  

Pingsan (siup) Pingsan Minumkan kopi pahit dan telur ayam mentah, lalu seka tubuh penderita dengan air kerak nasi.
7 Salah urat (tasilahu atau tapalicuk) Bengkak kebiru-biruan Tumbuk buah pala dan kunyit hingga halus, beri sedikit air hingga berbentuk salep, lalu balurkan pada tubuh yang bengkak.
8 Patah tulang Patah tulang Tumbuk daun laka hingga halus, campur dengan kapur sirih, lalu gosokkan pada tulang yang patah.
9 Sakit kepala Sakit kepala yang disertai panas dingin
  1. Remas daun raja babangun, campur dengan kulit bawang merah dan air, lalu usapkan pada sela-sela rambut di kepala
  2. Tumbuk daun puri, bawang putih, sahang hingga halus, campur dengan cuka sebanyak 1 sendok makan, lalu oleskan pada kening beberapa kali
  3. Campur daun gali-gali dengan nasi, lalu dimakan
  4. Ambil 7 pucuk daun jaruju, masukkan dalam wadah berisi air bersih, remas, lalu sapukan pada kepala
  5. Kupas buah asam tandui, iris-iris dagingnya hingga halus, campur dengan kapur sirih, beri air secukupnya, kocok sampai rata, lalu sapukan pada syaraf kepala.
10 Demam Panas dingin (mariap dingin)
  1. Rebus daun lambai-lambai, masukkan pisau atau batu sebagai syarat, lalu mandikan si sakit dengan air tersebut
  2. Bersihkan akar bilaran, rendam selama 3 jam, lalu minumkan pada si sakit
  3. Remas daun paku rait, campur dengan garam, lalu balurkan pada seluruh badan si sakit saat matahari terbenam
  4. Dudukkan si sakit pada punggur (akar pohon) kelapa yang belum berbuah, lalu guyur dengan air
  5. Remas daun asam kama, campur dengan kapur sirih, bentuk seperti pil, lalu minum 3 kali sehari
  6. Rebus daun penawar sampai, lalu minum airnya.
11 Muntah-muntah Disertai perut mual dan kepala pusing Minumkan air hangat, parut bawang merah yang dicampur minyak kelapa, lalu balurkan pada tulang belikat, persendian, dan pergelangan kaki.
12 Muntah darah (muak darah) Disertai batuk berat secara tiba-tiba
  1. Bersihkan akar lalai gajah dan balah pinggan, rendam dengan air bersih, lalu minum airnya dan knyah akarnya
  2. Rendam akar pohon sinagur yang belum berbuah, minum airnya 3 kali sehari seperempat gelas.
13 Mabuk (mauk) Disertai mules dan pusing Tumbuk akar pohon sukun secukupnya, rebus, lalu minum air 1 kali sehari.
14 Sakit mata (sakit mataan) Disertai kotoron mata dan bengkak
  1. Remas bunga melati hingga lunak, lalu tempelkan pada kening tiap hari dengan remasan yang baru
  2. Teteskan mata dengan air yang ada pada tumbuhan bamban (tumbuhan liar di rawa)
  3. Tumbuk daun sirih hingga lumat, peras airnya, lalu teteskan pada mata yang sakit
  4. Teteskan air kencing pada mata yang sakit.
15 Hidung berdarah (rastung) Mimisan
  1. Bersihkan akar pohon mengkudu, rebus, lalu minum airnya setiap pagi dan malam hari (akar hendaknya diambil hari jumat setelah waktu dzuhur)
  2. Gulung daun sirih lalu masukkan ke lubang hidung sambil kepala disiram dengan air dingin.
16 Sakit gigi Gigi berlubang, bengkak atau lubang berisi nanah
  1. Aduk biji pupur, garam secukupnya, dan air hingga kental, lalu balurkan pada bagian kulit tepat di gigi yang sakit
  2. Tumbuk daun pulut-pulut bayi dan bawang putih, lalu oleskan pada bagian luar kulit tepat di gigi yang sakit
  3. Potong kayu ulin sepanjang jari, ambil serai sebatang, sesendok garam, rebus semua dalam panci, lalu kumur-kumur dengan airnya selagi hangat sampai habis
  4. Rebus daun benalu, garam dan sepotong kayu ulin, lalu pakailah airnya untuk berkumur
  5. Bakar tempurung kelapa hingga keluar buih, lalu oleskan buih tersebut pada bagian kulit tepat di gigi yang sakit
  6. Makan belimbing wuluh 5 biji dicampur dengan garam ketika sakit baru mulai
  7. Iris pepaya muda hingga keluar getahnya, ambil dengan kapas getah tersebut, lalu sumpalkan pada gigi yang sakit
  8. Gulung kapas sebesar lubang gigi, celupkan pada minyak kelapa, bakar kapas tersebut namun jangan sampai habis, lalu sumpalkan pada lubang gigi
  9. Tumbuk daun sirih, kapur, sebiji cengkeh dan gambir, lalu kunyah seperti makan sirih
  10. Tumbuk janar dan garam, lalu masukkan ke lubang gigi.
17 Penyakit telinga Congek Tumbuk bubuk bumbu lalu usapkan ke dalam telinga menggunakan kapas.
18 Sariawan (malatup) Disertai bibir pecah-pecah
  1. Bakar daging kelapa lalu dikunyah
  2. Rendam buah selasih dan penawar semangkok lalu minum airnya.
19 Batuk (batukan) Disertai selesma
  1. Rebus air perasan limau dan madu hingga mendidih lalu minum setiap pagi dan malam hari hingga batuknya hilang
  2. Jemur kembang belimbing sampai kering, campur dengan gula batu, rebus keduanya, lalu minum airnya 3 kali sehari sampai batuknya hilang. 
20 Asma (manggah) Sesak napas
  1. Bersihkan dan rebus akar pohon bangkinang, lalu minum airnya
  2. Bersihkan dan rebus akar kayu sumpit selama sehari, lalu minum airnya. Masak daging trenggiling, lalu dimakan.
21 Sakit perut Kembung
  1. Tumbuk pucuk daun mali-mali, kulit dalam bawang merah, dan kapur sirih hingga halus dan berbentuk seperti salep, lalu gosokkan pada perut yang sakit
  2. Tumbuk daun tampurisi dan kapur sirih hingga halus, lalu telan dalam bentuk tablet atau gosokkan ke perut
  3. Giling daun jalukap dan kapur sirih hingga mengeluarkan air, lalu oleskan pada perut
  4. Giling pucuk daun nangka Belanda, campur dengan kapur sirih, lalu balurkan pada perut
  5. Giling buah belimbing tunjuk yang masak, campur sedikit kapur sirih, lalu balurkan ke perut
  6. Makan bauh buti
  7. Ambil tembakau, beri sedikti air, lalu tempelkan pada perut yang sakit. Atau giling pucuk daun ilalang, pucuk daun nangka Belanda, dan kapur sirih hingga mengeluarkan buih, lalu oleskan buih tersebut pada perut yang sakit.
 

3.Nilai-nilai

Pengetahuan orang Banjar tentang beragam pengobatan tradisional terhadap penyakit dalam mengandung nilai-nilai luhur dalam kehidupan, antara lain:

    Melestarikan tradisi. Nilai ini tercermin dari kepercayaan orang Banjar terhadap pengetahuan ini, apalagi klasifikasi penyakit dan ramuan ini hingga sekarang masih dipraktekkan oleh masyarakat Banjar.

    Penghargaan terhadap alam/ramah lingkungan. Nilai ini tercermin dari bahan-bahan ramuan yang diambil dari alam, yakni hasil kebun atau hutan.

    Menghargai kesehatan. Pengetahuan ini juga sebagai bukti bahwa leluhur Banjar sangat menghargai kesehatan. Klasifikasi penyakit dan ramuannya memperlihatkan bahwa segala penyakit dalam dapat disembuhkan dengan obat yang sederhana.

    Nilai ekonomis. Nilai ini tercermin dari asal ramuan yang semuanya tidak perlu dibeli. Dengan demikian, sehat dalam pengetahuan orang Banjar tidak harus membeli obat yang mahal.

4.Penutup

Pengobatan tradisional Melayu Banjar menjadi bukti bahwa kebudayaan Melayu memiliki pengetahuan yang luas dalam hal pengobatan tradisional. Kekayaan pengetahuan ini hingga kini telah dikembangkan oleh orang modern menjadi pengobatan modern yang berbasis ramuan tradisional. Dengan demikian, pengetahuan ini penting untuk terus dilestarikan agar tidak punah.

(Yusuf Efendi/Bdy/98/10-2011)

Referensi

Alfani Daud, 1997. Islam dan masyarakat Banjar; Deskripsi dan analisa kebudayaan Banjar. Jakarta: Rajawali Press.

Sam'ani dkk., 2005. Urang Banjar dan kebudayaannya. Kalimantan Selatan: Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, 2010. Menahapi kebudayaan Banjar, “Gasan Sasangga Banua, dalam Kongres Kebudayaan Banjar II, Tanggal 4-7 April 2010. Kalimantan Selatan: Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Yustan Azidin dkk., 1990. Pengobatan tradisional daerah Kalimantan Selatan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai-nilai Tradisional.


Sumber Foto:
http://banjarmasin.bpk.go.id

Dibaca : 12.175 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password