Kamis, 23 Maret 2017   |   Jum'ah, 24 Jum. Akhir 1438 H
Pengunjung Online : 1.020
Hari ini : 3.117
Kemarin : 39.208
Minggu kemarin : 301.775
Bulan kemarin : 4.019.095
Anda pengunjung ke 101.972.838
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Upacara Lenggang Perut (Malaysia)

a:3:{s:3:

Melenggang perut ialah ritual tradisional yang dilaksanakan ketika isteri hamil genap tujuh bulan. Ritual ini bertujuan untuk meletakkan bayi pada posisi yang baik sehingga memudahkan proses kelahiran. Posisi yang baik adalah bagian kepala bayi berada di depan pintu rahim.

Melenggang perut lebih dikenal di bagian Selatan Malaysia, di bagian Utara, disebut dengan kirim perut, sementara di bagian barat dan timur Malaysia, tidak terdapat data yang menjelaskan istilah yang berkaitan dengan upacara adat ini. Dalam portal ini yang dipakai adalah istilah yang berkembang di bagian Selatan, yaitu Adat Melenggang Perut.

1. Peralatan

Beberapa perlengkapan yang disediakan dalam proses pelaksanaan upacara ini adalah:

  • Tujuh helai kain yang berbeda warna.
  • Segantang beras.
  • Satu buah kelapa yang sudah dikupas.
  • Beberapa gulungan benang.
  • Sebatang damar.
  • Minyak urut/minyak kelapa.
  • Beberapa batang lilin.
  • Tepak sirih dengan segala kelengkapannya.
  • Uang sebagai pengeras sebesar lima suku ($1.25) yang diletakkan dalam tepak sirih.

2. Tata laksana

Upacara melenggang perut dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu:

  1. Kain yang berjumlah tujuh helai dengan tujuh warna dibentangkan, sebagai alas berbaring  isteri yang hamil. Kemudian, perut isteri diurut perlahan-lahan dengan minyak urut yang telah disediakan.
  2. Selanjutnya, kelapa yang sudah dikupas digulingkan secara perlahan di atas perut isteri dengan bolak-balik dari atas ke bawah sebanyak tujuh kali. Pada kali yang ketujuh, buah kelapa tersebut dilepas dan dibiarkan terjatuh hingga berhenti. Kemudian bidan/dukun beranak memperhatikan bagaimana posisi muka atau mata buah kelapa tersebut ketika telah berhenti bergolek. Jika mata kelapa menghadap ke atas, maka isteri akan melahirkan anak laki-laki, jika sebaliknya, maka isteri akan melahirkan anak perempuan.
  3. Kemudian, kedua tangan bidan memegang hujung lapisan kain yang paling atas, lalu ia mengangkat sedikit ujung kain tersebut, dengan tujuan untuk melenggangkan perut isteri. Setelah itu, maka bidan menarik kain tersebut helai per helai secara perlahan hingga semua lapisan kain terlepas dari bawah pinggang isteri. Kemudian lapisan kain yang paling bawah beserta buah kelapa, beras, damar, sirih-pinang dan uang lima suku yang terdapat di dalam tepak sirih diserahkan pada bidan.

Pada hari pelaksanaan upacara melenggang perut, biasanya diadakan kenduri secara sederhana, dihadiri para orang tua dan kerabat dekat. Saat itu, isteri berdandan dengan pakaian yang serba baru agar tampak cantik.

3. Doa-mantera

(Dalam proses pengumpulan data)

4. Nilai budaya

(Dalam proses pengumpulan data)

Sumber:

  1. http://www.ashtech.com.my/adat
  2. http:/www.malaysiana.pnm.my
  3. Syed Alwi bin Sheikh Al-Hadi, Adat Resam Melayu dan Adat Istiadat, Dewan Bahasa dan Pustaka KementerianPelaharan Persekutuan Tanah Melayu Kuala Lumpur, 1960


Dibaca : 20.380 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password