Minggu, 26 Maret 2017   |   Isnain, 27 Jum. Akhir 1438 H
Pengunjung Online : 3.532
Hari ini : 27.770
Kemarin : 80.968
Minggu kemarin : 301.775
Bulan kemarin : 4.019.095
Anda pengunjung ke 101.996.246
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Upacara Menyambut Kelahiran (Malaysia)

a:3:{s:3:

Pada umumnya bayi lahir setelah masa kehamilan kurang lebih sembilan bulan. Menjelang kelahiran bayi, pihak keluarga, terutama suami, selalu menjaga isteri yang akan melahirkan tersebut dengan memperhatikan sekaligus mewujudkan segala keinginannya. Biasanya, keinginan isteri ketika hamil berbeda dengan keinginan isteri pada hari-hari biasa. Keinginan yang berbeda inilah yang disebut dengan mengidam. Mengidam terkadang ditandai dengan kegemaran isteri memakan buah-buahan yang rasanya asam, seperti mangga muda dan jeruk. Memakan buah-buahan yang asam ini bertujuan untuk menghilangkan rasa mual dan muntah-muntah yang dialami isteri ketika hamil tersebut.

Disamping hal di atas, suami juga harus menjaga pantangan dan larangan ketika isteri sedang hamil, di antaranya tidak boleh memancing dan membunuh binatang dengan senjata tajam seperti parang, lembing dan senjata lainnya. Jika pantangan ini dilanggar, diyakini anak akan lahir dalam keadaan cacat, seperti bibirnya sumbing. Dengan demikian, menjaga isteri, mewujudkan keinginan-keinginannya ketika hamil serta menjaga pantangan dan larangan merupakan unsur terpenting untuk memudahkan kelahiran serta bayi yang lahir tidak dalam keadaan cacat.

1. Peralatan

(Dalam proses pengumpulan data)

2. Tata laksana

Apabila masa kehamilan sudah genap sembilan bulan, maka tidak lama lagi bayi itu akan lahir. Suami dan isteri berserta keluarga menunggu kehadiran bayi tersebut dengan harap-harap cemas yang bercampur bahagia. Setelah bayi lahir, ia dibersihkan oleh bidan. Apabila bayi itu laki-laki, ia akan diazankan oleh ayah atau datuknya di telinga kanan, sementara jika bayi itu perempuan, ia akan diiqamatkan di telinga kiri. Selanjutnya, bidan memotong tali pusat, kemudian memandikan bayi tersebut.

Setelah bayi dimandikan, ari-ari yang sudah terpisah ditanam dengan sempurna oleh suami sebagaimana upacara penguburan jenazah, karena ari-ari tersebut dianggap sebagai saudara kembar sewaktu dalam kandungan.

3. Doa-mantera

(Dalam proses pengumpulan data)

4. Nilai budaya

  1. Ada beberapa hal penting berkaitan dengan nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat Melayu, antara lain:
  2. Isteri yang sedang hamil harus senantiasa bermanis muka dan suka membantu orang lain (ringan tangan) agar anak yang lahir juga demikian.
  3. Pasangan suami-isteri ini dianjurkan juga membaca surah-surah terpilih dari al-Quran, misalnya surah Yusuf dan surah Muhammad, agar memperoleh anak yang parasnya elok dan tampan seperti nabi Yusuf, cerdas dan memiliki sifat yang terpuji seperti nabi Muhammad SAW.
  4. Setelah bayi lahir, maka tali pusat dipotong, sebagai tanda pemisahan dari dunia rahim  ke dunia nyata, dan ari-arinya (placenta; uri: My) dikuburkan sebagaimana upacara penguburan jenazah. Penguburan tersebut dimaksudkan agar si bayi mudah diatur oleh orang tuanya apabila sudah dewasa. Disamping itu, ari-ari harus ditanam di dalam pekarangan rumah untuk menghindari penyalahgunaan orang-orang jahat yang menjadikan ari-ari tersebut sebagai salah satu peryaratan dalam ilmu sihir.
  5. Lazimnya, bayi lahir dalam keadaan menangis karena: (1) takut memikul beban, (2) melihat keadaan alam yang penuh dengan dosa, dan (3) ditakut-takuti oleh hantu atau setan. Oleh karena itu, maka ia diazankan oleh bapak atau kakeknya di telinga kanan jika bayi itu laki-laki, jika perempuan, maka diiqamatkan di telinga kirinya.


Sumber:

  1. http://www.ashtech.com.my/adat
  2. http:/www.malaysiana.pnm.my
  3. Syed Alwi bin Sheikh Al-Hadi, Adat Resam Melayu dan Adat Istiadat, Dewan Bahasa dan Pustaka KementerianPelaharan Persekutuan Tanah Melayu Kuala Lumpur, 1960
Dibaca : 14.099 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password