Senin, 29 Mei 2017   |   Tsulasa', 3 Ramadhan 1438 H
Pengunjung Online : 12.934
Hari ini : 99.878
Kemarin : 92.690
Minggu kemarin : 704.729
Bulan kemarin : 5.828.511
Anda pengunjung ke 102.490.063
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Upacara Memotong Rambut Bayi (Malaysia)

a:3:{s:3:

Memotong rambut disebut juga memotong jambul. Upacara ini dilaksanakan secara turun temurun. Proses pelaksanaannya dibuat dalam bentuk kenduri, diundang karib kerabat, handai tolan dan para tetangga.

1. Peralatan

Beberapa peralatan untuk upacara adat memotong rambut ini adalah:

  1. Sebuah kasur kecil sebagai tempat bayi.
  2. Perlengkapan pakaian bayi.
  3. Sebuah talam (dulang) yang berisikan tiga buah mangkuk atau piring tempat air, tepung tawar, beras kunyit dan bertih.
  4. Gunting untuk memotong rambut.
  5. Satu buah kelapa muda yang sudah dipotong pada bagian atasnya dengan potongan berkelok siku-keluang yang dijadikan sebagai tutupnya. Air kelapa dibuang dan diganti dengan air biasa. Kelapa diletakkan di dalam sebuah batil (bekas yang berbentuk tempurung kelapa, tembaga atau perak) seukuran pas buah kelapa. Biasanya, kelapa ini dihias sebegitu rupa agar terlihat indah.

2. Tata laksana

  1. Ada dua pihak yang akan melaksanakan prosesi upacara memotong rambut, yaitu pihak laki-laki dan pihak perempuan. Pihak laki-laki berada di luar rumah, sementara pihak perempuan berada di dalam rumah. Proses pelaksanaannya sebagai berikut:
  2. Bayi dibawa keluar rumah untuk mengelilingi para tamu laki-laki. Setiap tamu diminta untuk melakukan tepuk tepung tawar, menebarkan beras-kunyit dan bertih kepada bayi tersebut. Sesudah itu, setiap tamu dimintakan pula untuk memotong sedikit rambut si bayi dengan gunting, kemudian, rambut yang sudah dipotong dimasukkan ke dalam kelapa yang sudah diisi air. Jumlah tamu yang memotong rambut si bayi hendaklah ganjil, seperti tiga, lima, tujuh dan seterusnya. Setelah itu, baru dilaksanakan ritual pemberian nama bagi si bayi dengan nama yang indah dan baik oleh salah satu tokoh adat setempat.
  3. Setelah acara di pihak laki-laki ini selesai, dilanjutkan kepada pihak perempuan yang  ada di ruangan bagian dalam. Bagi pihak perempuan, mereka juga diminta untuk mencukur rambut dan tepuk tepung tawar sebagaimana yang dilakukan oleh pihak laki-laki sebelumnya.

Setelah prosesi di atas selesai, bidan mencukur rambut bayi hingga gundul. Pencukuran ini boleh juga dilakukan oleh orang lain yang memang sudah paham. Setelah dicukur, rambut bayi dimasukkan ke dalam kelapa yang sudah disiapkan. Kemudian kelapa tersebut bersama sebatang pohon ditanam di sekitar pekarangan rumah sebagai tanda untuk mengingat masa kecilnya.  

3. Doa-mantera

(Dalam Proses Pengumpulan Data)

4. Nilai budaya

(Dalam proses pengumpulan data)


Sumber:

  1. http://www.ashtech.com.my/adat
  2. http:/www.malaysiana.pnm.my
  3. Syed Alwi bin Sheikh Al-Hadi, Adat Resam Melayu dan Adat Istiadat, Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pelajaran Persekutuan Tanah Melayu Kuala Lumpur, 1960
Dibaca : 12.450 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password