Jumat, 17 April 2026   |   Sabtu, 29 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 11.727
Hari ini : 130.279
Kemarin : 36.578
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sejarah Melayu

Prasasti Pagarruyung VIII

a:3:{s:3:

Prasasti Pagaruyung VIII berasal dari Panggongan, kemudian dibawa ke Pagaruyung. Prasasti ini dipahatkan pada lesung batu berukuran panjang 52 cm, lebar 49 cm dan tebal (tinggi) 30 cm. Prasasti tersebut digoresakan pada ketiga sisinya, terletak di bagian atas. Awal tulisan dimulai pada sisi yang berbaris dua, lalu dilanjutkan pada kedua sisi lainnya, dan diakhiri sisi pertama. Batu lesung ini terbuat dari batu lapilin berwarna cokelat keputihan.

Transkripsi:

  1. Om. tithiwarsatitha ratu ganato hadadi jestamasa dwidasa drta dana satata lagu nrpo kanaka jana amara wasita wasa
  2. sukhasthita//o//.

Terjemahan:

  1. Bahagia. Pada tahun Saka 1291 bulan Jyesta tanggal 12 (adalah) seorang raja yang selalu ringan dalam berdana emas dan menjadi contoh bagaikan dewa yang (berbau) harum
  2. tertib dan selalu gembira

Prasasti di atas mempunyai pertanggalan berupa Candra Sengkala yang berbunyi Ratu ganato hadadi atau Ratu Gana (setengah dewa) yang menjelma. Ratu mempunyai nilai 1, Gana mempunyai 9, dan hadadi bernilai 12, dibaca dari belakang 1291 Saka atau 1369 M bulan Jyesta (Mei-Juni) tanggal 12.

Isinya berupa pujian terhadap seorang raja (Adityawarman) yang disamakan dengan dewa. Hal ini sendiri sudah termasuk di dalam kalimat Candra Sengkala yang menyatakan raja adalah dewa yang menjelma ke dunia. (MAM/sej/08/12-07)

Kredit foto : Koleksi Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu
Dibaca : 7.006 kali.