Pewarna alami, biasanya kunyit atau daun mengkudu.
Kelapa parut
Ikan kembung atau ikan serai
Budu, atau air terasi atau kecap ikan
Sayuran (kacang panjang, kubis, kangkung dan tauge)
Mangga mentah atau jeruk Bali
Cabe
Bawang merah
Lada hitam atau merica
Daun jeruk purut
Gula Jawa
Serai
Cara memasak :
Daun mengkudu diblender, saring dan ambil airnya untuk memasak nasi, sehingga nasi berwarna daun mengkudu. Jika pewarnanya kunyit, maka lakukan juga hal yang sama, sehingga nasinya berwarna kuning.
Tumbuk serai dua batang dan masukkan ke dalam periuk nasi.
Rebus ikan hingga matang dan pisahkan dagingnya dari tulang, kemudian daging ikan tersebut disangrai (tanpa minyak). Tanda ikan yang disangrai telah matang adalah bentuknya yang mirip dengan abon.
Iris tiga siung bawang merah dan sebatang serai, sangrai sampai kering, kemudian campurkan dengan ikan yang telah disangrai terlebih dahulu.
Kelapa parut disangrai hingga berwarna coklat.
Budu lebih kurang 250 cc direbus, masukkan serai, daun jeruk purut, gula Jawa, kemudian aduk hingga kental. Budu yang sudah jadi rasanya manis. Jika budu tidak ada, bisa diganti dengan air terasi, dan masak sebagaimana cara memaasak budu di atas.
Sayur-sayuran yang tersedia digunakan untuk lalap.
Sebagai tambahan, biasanya juga dihidangkan telur rebus dan kerupuk ikan, sehingga nasi kabu terasa lebih nikmat.
Cara menghidangkan :
Sendok nasi ke dalam piring, kemudian tambahkan budu, kelapa sangrai dan ikan sangrai
Sebagai penambah gizi, tambahkan sayran segar sebagai lalapan dengan telur rebus dan kerupuk ikan
Bagi yang menyukai rasa asam, cincang mangga muda dan campurkan dengan nasi.
Sumber :
Wawancara dengan dua orang mahasiswa Thailand di Yogyakarta, Sirinart dan Yuhari.