Jumat, 28 April 2017   |   Sabtu, 1 Sya'ban 1438 H
Pengunjung Online : 2.750
Hari ini : 21.754
Kemarin : 40.077
Minggu kemarin : 401.091
Bulan kemarin : 5.093.107
Anda pengunjung ke 102.231.205
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Peneliti Melayu

Harimurti Kridalaksana, Prof. Dr.

a:3:{s:3:

1. Riwayat Hidup

Harimurti Kridalaksana dilahirkan pada tanggal 23 Desember 1939 di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Ia memiliki nama lengkap Kanjeng Pangeran Harya Hubert Emmanuel Harimurti Kridalaksana Martanegara. Ia meraih gelar sarjana (S1) dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia tahun 1963. Pada tahun 1970, ia melanjutkan pendidikan dalam bidang Didaktik Bahasa di Universitas Pittburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat. Setahun kemudian, ia menjadi Fulbright Scholar di Universitas tersebut. Tahun 1973, ia mengikuti program pendidikan musim panas sebagai sarjana tamu di Universitas Michigan, Amerika Serikat. Pada tahun 1985, ia menjadi sarjana Humboldt untuk meneliti dan mengajar di Universitas Johann Wolfgang Goethe di Fankfrut am Main, Jerman. Pada tahun 1987, ia berhasil meraih gelar Doktor dalam ilmu Sastra di Universitas Indonesia, Jakarta.

Harimurti memulai karirnya di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan sejak tahun 1961, ketika ia diangkat sebagai guru dalam bidang Civics dan penerjemah berbagai tulisan dalam ilmu politik dan sosial selama beberapa tahun. Pada tahun yang sama, ia diangkat menjadi dosen di Universitas Indonesia (UI). Pada tahun 1963, ia dipercaya mengajar ilmu Sejarah Linguistik dan Perbandingan Sejarah Linguistik Austronesia. Sepanjang karirnya di UI, ia pernah menjabat Ketua Jurusan Sastra Indonesia dan Koordinator Bidang Ilmu Budaya Program Pascasarja Universitas Indonesia, masing-masing selama dua periode. Pada tahun 1964, ia menjadi tenaga pengajar di Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta dan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, dan dosen di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Selain itu, ia juga pernah menjadi dosen tamu di kota-kota besar luar negeri seperti Frankfurt, Napoli, Kuala Lumpur, dan Bangkok. Pada tahun 1989-1999, ia menjabat Ketua Yayasan Atma Jaya. Pada tahun 1999-2001, ia menjabat Rektor Universitas Atma Jaya Jakarta.

Selain itu, Harimurti juga aktif dalam berbagai organisasi profesi, di antaranya ketua Himpunan Pembina Bahasa Indonesia; ketua Masyarakat Linguistik Indonesia; anggota Linguistic Society of America; anggota Sociestas Linguistica Europaea; anggota Royal Asiastic Society; anggota International Association of Cognitive Linguistics; anggota Koninklijk Instituut voor Taal, Land, en Volkenkunde; anggota Himpunan Pembina Bahasa Indonesia; anggota Masyarakat Linguistik Indonesia; anggota Perkumpulan Linguistik Malaysia; dan anggota International Committee on Indonesian Etymology.

Sebagai peneliti, Harmurti pernah melakukan berbagai penelitian mengenai  bahasa, khususnya bahasa Melayu. Pada tahun 1970-1971, ia meneliti mengenai Proses Perencanaan Bahasa di Universitas Stanford, California Amerika Serikat dan Universitas Indonesia. Pada tahun 1969-1972, ia mendapat dana dari Lembaga Research Kebudayaan Nasional LIPI untuk melakukan penelitian mengenai beberapa bahasa Melayu di Propinsi Riau, seperti bahasa Melayu Riau di Pulau Bintan dan Lingga, bahasa Orang Laut di Kepulauan Riau, dan bahasa Orang Sakai di Riau Daratan. Pada tahun 1974, ia melakukan penelitian mengenai politik bahasa yang berkembang di Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Sampai saat ini, Harimurti masih aktif dalam berbagai aktifitas, di antaranya sebagai Direktur Pusat Leksilogi dan Leksikografi Fakultas Sastra UI sejak tahun 2004; dosen penguji di beberapa universitas di luar negeri seperti universitas Annamalai India, Universitas Malaya, Universitas Putra Malaysia, dan Universitas Brunei Darussalam; konsultan bahasa Melayu pada Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia; konsultan perkamusan dan perisitilahan pada Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa; dan editor Kamus Besar Bahasa Indonesia (edisi kedua) dan Kamus Mandarin-Indonesia. Selain itu, ia juga masih aktif sebagai Profesor bidang Teori Lingusitik dan Bahasa Indonesia.

2. Pemikiran

(masih dalam proses pengumplan data)

3. Karya-karya

Sebagai ahli bahasa, Harimurti telah melahirkan banyak karya berupa buku-buku dan makalah, di antaranya:

  1. Struktur, Kategori dan Fungsi dalam Teori Sintaksis.
  2. Towards a Standardization of Phonologi and Morphologic Borrowed Elements in Indonesian, dalam International Conference of Orientalists, Kuala Lumpur, Malaysia (1967).
  3. Tutursapa dalam Penggunaan Bahasa Indonesia Dewasa Ini: Sebuah Studi Sosio-Linguistik (1968).
  4. Beberapa Persoalan Jang Dihadapi Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Ilmu Pengetahuan, laporan ringkas ((1968).
  5. Second Participant in Indonesian Address, dalam International Congress of Orientalist, Cambera, Australia (1971).
  6. Fungsi Bahasa dan Sikap Bahasa, kumpulan karangan (1974).
  7. Kamus Sinonim Bahasa Indonesia (1974).
  8. Leksikon Malaysia (1974).
  9. Istilah Linguistik Indonesia-Inggris (1977).
  10. Beberapa Masalah Linguistik Indonesia (1978).
  11. Seminar Evaluasi Pengajaran Linguistik Indonesia di Perguruan Tinggi, Jakarta (1978).
  12. Lexicography in Indonesia, dalam International Congress of Linguists,Vienna, Austria (1979).
  13. Daftar Istilah Linguistik: Asing-Indonesia (1979).
  14. Struktur Bahasa Jawa Kuna, bersama L. Mardiwarsito (1979).
  15. Kamus Linguistik (1982).
  16. Pelangi Bahasa, kumpulan esai yang dipersembahkan kepada Prof. J.W.M. Verhaar, S.J. (1982).
  17. Rintisan dalam Linguistik Indonesia, kumpulan karangan (1984).
  18. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Sintaksis (1985).
  19. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia (1986).
  20. Beberapa Prinsip Perpaduan Leksem dalam Bahasa Indonesia (1987).
  21. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia (1989).
  22. Masa Lampau Bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai (1991).
  23. Introduction to Word Formation and Word Classes in Indonesian (1998).
  24. Wiwara: Pengantar Bahasa dan Kebudayaan Jawa.
  25. The Sanskrit Legacy in Indonesia Today, disampaikan dalam 11 tahun World Coference of Sanskrit di Turino Italia (2000).
  26. Paradigma Semiotik dalam Linguistik Melayu/Indonesia, disampaikan di Universitas Putra Malaysia (2001).
  27. Struktur, Kategori dan Fungsi dalam Teori Sintaksis (2002).
  28. From Law Malay to Standard Malay in the Indonesian Newspapers, disampaikan di ISMIL &, Nijmegen, Belanda (2003).
  29. Mongin Ferdinand de Saussure, Peletak Dasar Strukturlisme dan Linguistik Modern. Jakarta: Penerbit Obor, 2006.
  30. Kosakata Ragam Bahasa Indonesia Tak Baku, dalam KATA edisi 9 No.1. (2006).
  31. Menjadi Anak Diglosik, makalah seminar International Perkembangan Bahasa Anak di Universitas Negeri Yogyakarta (2006).

4. Penghargaan

Atas jasa-jasanya pada dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan, Harimurti Kridalaksana telah menerima penghargaan Pangeran Sentana dengan gelar Kanjeng Pengeran Harya (KPH) - Martenegara di Pura Pakualaman Yogyakarta tahun 2004.

Kredit foto : www.pusatbahasa.diknas.go.id.

Dibaca : 18.049 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password