Monday, 8 June 2026   |   Monday, 22 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 2.533
Hier : 24.704
La semaine dernière, : 227.151
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • No data available

 

Book Review



29 oktober 2015 07:07

Menguak Sejarah Perkembangan Bahasa Melayu dan Penuturnya



Judul Buku
:
Sejarah Sosiolinguistik Bahasa Melayu Lama
Editor
:
Noriah Mohamed
Penerbit:
Universiti Sains Malaysia
Cetakan
:
Pertama, 2000
Tebal
:
ix +125 Halaman
Ukuran
:
16,5 cm x  24 cm.

Buku ini berupaya menjelaskan mengenai sejarah Melayu lama dalam konteks bahasa dan masyarakat pengguna atau penuturnya dalam rentang waktu sejak zaman prasejarah hingga abad ke-17 Masehi. Bahasa Melayu yang berkembang di kawasan nusantara diketahui telah ada sejak lama dengan beragam dialek di wilayah penyebarannya.

Bahasa memang tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat penuturnya. Oleh kare itu buku ini secara relatif berimbang mengeskplorasi keduanya dengan pendekatan sejarah. Ada dua teori besar tentang munculnya komunitas Melayu pada masa awal sejarahnya yang ditampilkan Noriah Mohamed dalam buku ini. Pertama, teori tradisional atau teori Asia Tengah yang mengemukakan bahwa bangsa Melayu adalah keturunan Cina. Dari tanah asalnya, induk Melayu ini bergerak searah  alur air dengan moda transportasi berupa rakit dan perahu tradisional. Inilah yang menyebabkan komunitas Melayu banyak hidup dalam gugusan pulau hingga sekarang.

Kedua, teori yang disebut oleh Noriah sebagai teori Nusantara. Teori ini menolak gagasan bahwa bangsa Melayu berasal dari keturunan luar. Bangsa Melayu sejatinya merupakan kelompok sosial yang telah ada dan berkembang di Nusantara yang kemungkinan besar berasal dari kawasan Sumatera dan Jawa. Bukti sejarahnya adalah ditemukannya kerangka manusia dan kesamaan dalam aspek kebudayaan.

Yang unik adalah tentang istilah Melayu itu sendiri. Berdasarkan bukti sejarah, istilah Melayu tidak dihubungkan dengan manusia atau orangnya, tetapi lebih pada sebuah konsep identitas kerajaan yang memiliki batas wilayah dan kedaulatannya sendiri.

Berkenaan dengan bahasa Melayu, dalam bab ketiga,  penulis mengelompokkannya dalam empat jenis, yaitu bahasa Melayu purba, kuno,  pra-klasik (masa peralihan Hindu – Islam), dan bahasa Melayu klasik. Disinggung pula hubungannya dengan bahasa Sanskrit dan bahasa Arab yang telah mempengaruhi perkembangan bahasa Melayu hingga kini.

Buku ini sengaja disusun oleh penulis menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah difahami agar bisa dimanfaatkan tidak saja oleh mahasiswa dan akademisi, tetapi juga oleh pelajar sekolah menengah dan masyarakat umum. (OS Koto/Res/68/10-2015)

Editor: Abu Muhammad Tsaqev El-Nawwaf

Read : 892 time(s).