Tuesday, 19 May 2026   |   Tuesday, 2 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 143
aujourd hui : 7.944
Hier : 19.896
La semaine dernière, : 249.195
Le mois dernier : 15.288.374
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • No data available

 

Book Review



15 agustus 2016 07:07

Buku Petunjuk Tari Tradisional Daerah



Judul Buku
:
Buku Petunjuk Tari Tradisional Daerah
Editor
:
Mistuti AM,BA
Penerbit:
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau
Cetakan
:
Pertama, 1992
Tebal
:
vi + 112 Halaman
Ukuran
:14 cm x 20 cm.

Buku ini disusun oleh tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau sebagai pegangan guru sekolah dasar dalam upaya melestarikan dan mengembangkan tarian tradisional yang ada di Riau sekaligus sebagai bahan ajar guru kepada murid-murid di bangku sekolah dasar.

Sebagai buku pedoman, buku ini menjelaskan mengenai hal-hal dasar mengenai tari, baik dari segi pengertian, jenis, fungsi, dan lain sebagainya. Buku ini juga menjelaskan langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum memulai latihan tari sejak dari pemanasan, penggunaan ruang, waktu dan tenaga di dalam tari, hingga gerak-gerak dasarnya. Dimuat juga beberapa tari dengan pola geraknya yang disusun untuk panduan.

Tari merupakan salah satu cara seniman untuk mengkomunikasikan dirinya lewat bahasa gerak. Karenanya sebuah tarian tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pelaku, akan tetapi si penari menuntut pula tanggapan dari orang lain sebagai penonton.

Ada beberapa jenis tari yang kita kenal, di antaranya yaitu tari tradisional, yang dibentuk dalam pola-pola tertentu yang bercampur antara adat dengan kebiasaan masyarakat. Tari klasik, tarian yang mempunyai mutu yang tinggi dengan gerakan-gerakan tertentu dan terus berkembang. Tari rakyat, tari yang tercipta berdasarkan keinginan aspirasi rakyat dan biasanya ditarikan oleh banyak penari. Tari modern, merupakan tarian yang dibuat dengan menggabungkan gerakan klasik dengan gerakan-gerakan baru, terkadang tarian ini juga menggunakan gerakan baru secara keseluruhan. Ada pula yang disebut drama dan sendra tari. Kalau drama tari merupakan tarian yang menitikberatkan pada dialog atau mimik. Sedangkan sendra tari merupakan tarian yang gerakannya diambl dari kisah nyata dan tidak memerlukan dialog.

Anak-anak usia sekolah dasar dirasa sangat perlu untuk diajarkan menari. Di samping merupakan kegiatan yang positif, tari juga dapat menumbuhkan intensitas emosional serta dapat menjadi sarana menuangkan ekspresi bagi anak-anak usia sekolah dasar. Selain itu, tentunya juga dapat dijadikan bahan pengenalan kepada anak agar mengetahui dan mencintai tarian tradisional.

Di dalam kebudayaan Melayu, khususnya di Riau, ada beberapa tarian yang perlu diketahui dan dilestarikan. Tarian tersebut merupakan identitas kebudayaan Melayu yang lahir dari hasil pikir dan kreativitas orang-orang Melayu yang diekspresikan ke dalam gerak. Tarian-tarian tersebut di antaranya adalah Zapin, Mak Inang, dan Joget.

Dengan diterbitkannya buku ini, ada secercah harap bagi kelestarian dan pengembangan tari Melayu ke depan. Pendidikan sejak dini sangat penting bagi anak untuk menanamkan kesan mendalam tentang budaya luhur yang memang seharusnya dikenal dan lestarikan oleh generasi mendatang. Dan, bagi kalangan penata atau pencipta tari, buku ini sangat penting untuk berkreasi dalam dunia tari Melayu dengan dasar-dasar yang benar. (Oki Koto/Res/108/7-2016)

Read : 1.730 time(s).