Oleh : Hendra, S.Kom
Belum lama saya mengenal MelayuOnline.com alias MelOn dan sungguh beruntung saya mengenalnya langsung dari Pak Mahyudin sendiri yang sedang mengeksplorasi Mangga Dua Mall dan akhirnya beliau terdampar di toko saya, yang memang menyediakan berbagai peralatan teknologi high tech.
Dari percakapan dengan beliau saya mendapatkan suatu kesan yang sangat berbeda tentang kebudayaan Melayu, dulu saya sempat berpikir bahwa Melayu itu harus, kudu, musti, wajib, must have to memenuhi dua kriteria yaitu keturunan aseli Indonesia dan muslim. Ternyata definisi Melayu menurut versi Melon tidak dibatasi oleh geografis, ras dan bahkan agama.
Waw, sebagai warga negara Indonesia yang sering dikatakan non aseli Indonesia, Melon menggugah semangat nasionalis saya serta rasa ingin tahu saya tentang kebudayaan Melayu yang sesungguhnya.
Bagi kebanyakan generasi muda sekarang yang cenderung tidak perduli dengan kebudayaan, yang lebih senang dengan Junk Food dan Televisi, MelOn hadir menjadi supplemen detoksifikasi untuk membersihkan rasa tidak peduli terhadap kebudayaan negara sendiri.
Secara tidak langsung MelOn mendukung bangkitnya semangat nasionalisme dari bangsa Indonesia. Karena inilah yang sebenarnya diperlukan oleh bangsa Indonesia untuk menghadapi krisis multidimensi yang berkepanjangan.
Satu hal yang terpenting MelOn telah menjadi sebuah ensiklopedia budaya Melayu di dunia maya yang adalah hasil karya aseli Anak Bangsa. Dengan keintensifan materi serta data pendukungnya, sampai saat ini belum pernah ada site di dunia maya tentang kebudayaan yang selengkap Melon. Bisa dikatakan ini adalah tonggak bangkitnya kebudayaan Melayu di dunia.
Mungkin ke depan bisa diterbitkan versi Offline dari MelOn dalam bentuk CD supaya bisa menjangkau pelosok negeri Indonesia yang notabene masih belum melek dunia maya...
Maju terus MelOn, berbuahlah dan segarkanlah bangsa Indonesia...
________________
Hendra, S.Kom, adalah Penulis dan Praktisi Tekhnologi Informasi Komunikasi (TIK)
Dibaca : 10.679 kali.
Berikan komentar anda :