Close
 
Senin, 20 November 2017   |   Tsulasa', 1 Rab. Awal 1439 H
Pengunjung Online : 3.264
Hari ini : 30.715
Kemarin : 37.647
Minggu kemarin : 365.145
Bulan kemarin : 7.809.189
Anda pengunjung ke 103.784.026
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY

 

AGENDA

29 April 2011 17:51 - 08 May 2011 16:51

Pameran Tradisi dan Seni Tenun Ikat Sikka Flores

Pameran Tradisi dan Seni Tenun Ikat Sikka Flores

Waktu:

Pameran Tradisi dan Seni Tenun Ikat Sikka Flores diselenggarakan pada waktu-waktu tertentu, yaitu sebagai berikut:

  • 30 April 2011, 7 Mei 2011, 14 Mei 2011, pukul 14.00-17.00 WIB (Pameran Tradisi dan Seni Tenun Ikat Sikka Flores)
  • 24 April 2001 dan 1 Mei 2011, pukul 10.00-13.00 WIB (Pameran Tradisi dan Seni Tenun Ikat Sikka Flores)
  • 8 Mei 2011, pukul 14.00-18.00 WIB (Parade Budaya dan Pawai Bunga)

Tempat:
House of Sampoerna Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Indonesia

Narahubung:
House of Sampoerna Surabaya dengan alamat:
Taman Sampoerna 6, Surabaya, Jawa Timur, 60163
Telp. (031) 353 9000

Keterangan:

Mempertahankan seni alami di tengah serbuan bahan baku instan bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Itu juga yang saat ini dirasakan Daniel David, koordinator “Bliran Sina”, sebuah komunitas yang masih aktif melestarikan dan mengembangkan tenun ikat dan seni budaya adat Sikka, Flores. Saat beberapa kain tradisi di Indonesia diwarna dengan pewarna sintetis, Daniel bersama wanita-wanita Sikka masih setia mewarnai kain tenunnya dengan pewarna organik yang disebut Daniel ’’berwawasan lingkungan’’. Pewarna kain kuning diambil dari bahan alam seperti kunyit dan kulit pohon nangka. Sedangkan warna merah dari kemiri, daun pohon dadap, dan akar pohon mengkudu. Warna hijau berasal dari daun kacang dan daun nila, dan warna coklat berasal dari akar mengkudu dan pohon tembakau.

Warna-warna abadi berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti daun nila yang berwarna biru hitam, dan akar mengkudu yang berwarna merah morinda. Untuk pewarnaan ini menurut Daniel membutuhkan waktu sekitar 3 bulan. Mereka pun tak sekadar menggunakan, tapi ikut menanam kembali jenis tanaman yang mereka gunakan. Pewarnaan ini tidak berbahaya, ampas tanamannya pun bisa digunakan sebagai pupuk tanaman. Segala kemurnian ini bisa disaksikan dan ditanyakan langsung dalam “Pameran Tradisi dan Seni Tenun Ikat Sikka Flores” di House of Sampoerna Surabaya.

 

AGENDA KEGIATAN