Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Artikel
07 november 2007 03:00
Peran MelayuOnline.com dalam Meningkatkan Budaya Baca Masyarakat Melayu
Screenshot MelayuOnline.com
Oleh : Mahyudin Al Mudra, SH. MM
Tsunami yang terjadi pada tahun 2004 di Aceh mengakibatkan dampak negatif dalam segala sektor kehidupan masyarakat Aceh. Tsunami telah menorehkan luka sosial dalam bentuk anak-anak yatim, janda-janda, sejumlah pengangguran, dan terputusnya proses pendidikan generasi muda. Dalam sejarah masyarakat Aceh, kehilangan, kerinduan dan berbagai macam bentuk penderitaan memang telah menjadi pengalaman sehari-hari. Namun demikian, kini telah muncul harapan baru untuk membangun Aceh pasca tsunami. Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) memainkan peran penting dalam membangun sendi-sendi sosial, agama dan budaya masyarakat Aceh. Salah satu program yang saat ini sedang dilaksanakan adalah pameran buku dengan tema “Aceh Membaca Aceh Berjaya” di mana MelayuOnline.com turut serta memberikan dukungannya.
Pameran buku dengan menawarkan harga yang terjangkau merupakan langkah awal yang baik untuk menumbuhkan minat baca masyarakat Aceh. Saat ini masyarakat Aceh sudah seharusnya mendapatkan fasilitas yang mudah dan murah untuk bisa membaca, karena membaca merupakan sarat mutlak untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Membaca mendorong masyarakat berpikir lebih maju, kreatif, terbuka dan demokratis.
Dalam slogan pameran buku ini, “Aceh Membaca Aceh Berjaya”, termuat sebuah pesan bahwa dengan membaca masyarakat Aceh akan meraih kejayaan sebagaimana kejayaan sejarah yang pernah mereka raih. Sejarah dan budaya masa lalu Aceh menunjukkan bahwa orang Aceh memiliki karakter untuk menjadi salah satu suku bangsa Melayu yang maju. MelayuOnline.com mencatat bagaimana raja-raja dan tokoh-tokoh Aceh berjuang, memperlihatkan kesetiaan pada cita-cita kemerdekaan dan pemimpin yang adil, suatu sifat yang diutamakan dalam masyarakat Aceh. Sejarah mengukir kejayaan Aceh dan keberhasilan rakyat Aceh dalam berbagai peperangan melawan penjajah Portugis dan Belanda. Demikian juga tempat-tempat bersejarah dan peninggalan budaya telah ikut memupuk kebanggaan dan rasa percaya diri yang tinggi pada masyarakat Aceh.
Membaca merupakan salah satu cara untuk membangun kembali kegemilangan masyarakat Aceh. Yang perlu dicatat di sini adalah bahwa sarana membaca tidak terbatas pada buku saja. Media online juga menyediakan segala hal ihwal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan informasi secara cepat, lengkap dan memadai. Saat ini dapat dikatakan bahwa masyarakat yang kuat adalah masyarakat yang mampu menggali ilmu pengetahuan dan informasi secara cepat. Di sinilah MelayuOnline.com memainkan perannya.
MelayuOnline.com sebagai pangkalan data Melayu dan kemelayuan se-dunia, memuat banyak data sejarah dan budaya masyakarat Melayu, termasuk masyarakat Aceh. Portal ini menyediakan informasi yang komprehensif, akurat dan mendalam tentang budaya dan sejarah dunia Melayu. Dengan struktur menu-menunya yang sistematis, akan memudahkan pengunjung portal ini dalam mencari informasi atau data yang dibutuhkan tentang dunia Melayu. Media online seperti MelayuOnline.com adalah media pendamping media cetak sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan.
Dalam era informasi ini, buku dan dunia cyber telah menjelma menjadi sarana pendidikan yang produktif. Maka sudah semestinya masyarakat Aceh menjadikan pameran buku “Aceh Membaca Aceh Berjaya” sebagai momen untuk meningkatkan minat bacanya. Buku yang murah dapat membantu masyarakat untuk memperkaya ilmu pengetahuan, sedangkan kemudahan akses informasi dan ilmu pengetahuan melalui media online akan mempercepat penyebaran pengetahuan dan wawasan di tengah masyarakat. Dengan peningkatan minat baca, kualitas keilmuan masyarakat akan meningkat secara signifikan, dan pada gilirannya akan menciptakan kondisi sosial, budaya dan politik masyarakat Aceh ke arah yang lebih baik.
Pasca tsunami, kondisi sosial politik Aceh telah jauh lebih baik. Ikatan-ikatan sosial, komunitas, keluarga, dan kelompok terjalin lebih erat karena tidak adanya tekanan-tekanan politik seperti pada masa-masa sebelumnya. Dengan demikian masyarakat Aceh sudah benar-benar diakui keberadaannya dan mendapatkan hak-haknya. Dalam konteks ini, satu hal penting yang layak dipertanyakan adalah bagaimana mengembalikan identitas dan jati diri orang Aceh. Salah satu cara yang harus ditempuh untuk merealisasikan cita-cita itu adalah dengan menggalakkan minat membaca warisan-warisan budaya dan sejarah Aceh.
Warisan sejarah dan budaya adalah kekayaan bangsa yang amat sangat berharga. Permasalahan yang muncul kemudian adalah bagaimana menumbuhkan kesadaran pada tiap anggota masyarakat Aceh untuk melestarikan warisan itu. Di sini MelayuOnline.com dan buku-buku memainkan peran yang penting. MelayuOnline.com dengan kelengkapan data yang dimilikinya tentang sejarah dan budaya Melayu, termasuk Aceh, akan membantu masyarakat Aceh dalam menggali sejarah dan nilai-nilai budayanya. Di saat yang sama, buku-buku yang tersedia dengan harga yang terjangkau akan menjadi sumber penting untuk memenuhi keperluan tersebut.
Memahami dan menghargai kekayaan warisan budaya sendiri merupakan upaya untuk melepaskan diri dari hegemoni budaya asing. Sejarah dan budaya Aceh sarat dengan nilai-nilai luhur yang berasal dari agama dan budaya yang luhur pula. Melestarikan nilai-nilai lokal sama sekali bukan langkah mundur, kuno, atau terbelakang, seperti yang dihembuskan oleh para pengusung budaya asing. Sebaliknya, justru merupakan langkah tepat untuk membangun masyarakat yang cerdas, bermartabat, dan berlandaskan pada akar budaya sendiri.
Pasca tsunami, Aceh mendadak menjadi “melting-pot”. Berbagai lembaga asing secara kompetitif datang dengan program rekonstruksi fisik dan mental bagi masyarakat Aceh, sembari sengaja atau tidak menawarkan budaya mereka. Sementara itu, pada saat yang sama, institusi tradisional seperti keluarga, lembaga adat, serta tokoh tradisional telah berkurang perannya untuk melakukan proses konstruksi nilai dalam masyarakat. Harapan terbesar untuk menjaga identitas orang Aceh tertumpu pada generasi mudanya yang sadar akan sejarah dan nilai-nilai luhur budayanya. Kesadaran tersebut dapat ditumbuhkan melalui kegiatan membaca.
Hal penting yang harus digarisbawahi adalah bahwa masyarakat yang dinamis tidak selalu menolak pengaruh budaya luar. Produk budaya asing yang mendorong kepada perbaikan hidup dan kemajuan, tidak perlu serta merta ditolak. Sebagai contoh, area hotspot yang telah tersebar di seluruh tanah rencong ini semestinya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menggali ilmu dan informasi. Budaya asing yang baik dapat diterima dengan tetap menjaga etika, moral dan nilai-nilai lokal. Prinsip semacam ini oleh MelayuOnline.com telah diwujudkan dalam program-programnya untuk membangun kebudayaan Melayu yang universal. Prinsip “al muhafadhatu ‘ala al qadimi as sholih wal akhdzu bi al jadidi al ashlah” (menjaga warisan lama yang baik, dan mengadopsi sesuatu yang baru yang lebih baik) menjadi acuan MelayuOnline.com untuk bergerak maju dengan cara membaca, menelaah dan mengkritisi sejarah dan budaya kita sendiri dan budaya asing.