Close
 
Jumat, 7 Agustus 2026   |   Sabtu, 22 Shafar 1448 H
Pengunjung Online : 2.173
Hari ini : 32.946
Kemarin : 49.287
Minggu kemarin : 203.350
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Artikel

15 desember 2007 07:05

Keelokan Istana Lama Seri Menanti, Negeri Sembilan

Perjalanan Kru MelayuOnline.com (2)
Keelokan Istana Lama Seri Menanti, Negeri Sembilan
Istana Lama Seri Menanti Negeri Sembilan, Malaysia.

Pada pagi hari (8/12/2007) kru MelayuOnline.com meninggalkan Kuala Lumpur menuju ke Negeri Sembilan. Bersama sopir, Muhammad Haizam, yang ramah dan periang, perjalanan menuju ke sana cukup nyaman, lalu lintas lancar, pemandangan hijau, bersih dan teratur. Taman-taman di kanan dan kiri jalan tertata rapi. Beberapa jenis burung yang sudah tergolong langka di Indonesia, masih banyak ditemui di sepanjang jalan Malaysia. Burung jalak hitam, podang, elang dan gagak hitam hidup berdekatan dengan penduduk. Kicauan burung-burung itu terdengar setiap detik. Di Indonesia, jenis burung-burung itu hanya ditemukan di pasar-pasar burung, dan harganya pun selangit. Budaya menjaga keseimbangan lingkungan di negara ini tergolong baik.

Setelah menempuh perjalanan kira-kira dua setengah jam, kru MelayuOnline.com sampai di Istana Lama Seri Menanti, Negeri Sembilan. Istana ini dibangun di atas pegunungan. Sebagai pekerja budaya, para kru MelayuOnline.com bertanya-tanya mengapa istana tersebut didirikan di atas gunung yang jauh dari keramaian. Jaraknya dari laut kira-kira 20 kilometer. Padahal, pada masa pendirian istana itu (1902), pusat kegiatan ekonomi masyarakat Melayu berpusat di pelabuhan-pelabuhan. Mengapa sebuah pusat kekuasaan dibangun jauh dari pusat kegiatan ekonomi? Ada apa dengan tempat itu? Sayangnya Haizam tidak bisa memberi jawaban. Papan-papan keterangan di sekitar istana pun tidak ada yang menjelaskan hal itu.

istana seri menantiSeperti istana-istana Melayu lama di Nusantara, istana Lama Seri Menanti cukup sederhana, akan tetapi bentuk seni bina tradisionalnya indah. Memang istana-istana kerajaan Islam Melayu tidak semegah istana-istana Islam di Turki, Mesir, Iraq atau India. Istana-istana kerajaan Islam di negara-negara itu sangat megah dan besar. Bahan utamanya batu-batu pilihan yang disusun dengan seni arsitektur yang menakjubkan.

Bahan utama istana Lama Seri Menanti adalah kayu-kayu pilihan dari hutan Negeri Sembilan. Arsitekturnya tidak jauh berbeda dengan istana Melayu Minangkabau di Sumatera Barat. Atapnya melengkung seperti tanduk kerbau. Istana ini terdiri dari empat tingkat; semakin tinggi tingkatnya, ruangannya semakin kecil. Lantai paling dasar berupa kolong yang kosong dan terdapat tangga utama untuk menaiki lantai dua. Lantai dua merupakan bagian utama istana. Di sini terdapat beberapa ruangan yang dihiasi dengan kain-kain berwarna kuning. Korden di jendela dan pintu, sprei  kasur dan sarung bantal, hampir semuanya berwarna kuning. Dekorasi setiap ruang disesuaikan dengan fungsi masing-masing ruang.        

Di bagian muka istana yang menjorok ke depan adalah ruang pertemuan Sultan dan pembesar-pembesar kerajaan. Ukuran ruangan ini kira-kira 3x5 m. Di bagian kanan teras istana terdapat ruangan singgasana Sultan, sedangkan di bagian kirinya merupakan ruang pertemuan keluarga Sultan. Bagian tengah istana sebagai ruang perjamuan keluarga Sultan dan tamu-tamu kehormatan kerajaan. Ukuran ruangan ini paling lebar dibandingkan ruangan lain yang tergolong kecil. Kamar tidur Sultan terletak di bagian kanan ruang perjamuan itu, sedangkan di sebelah kirinya terdapat kamar tidur putra dan putri Sultan yang disambung dengan kamar tidur tamu istimewa kerajaan. Di ruangan paling belakang terlihat kosong dan dilarang bagi para pengunjung yang tidak memperoleh kebenaran (ijin) untuk memasukinya. Secara keseluruhan, bangunan istana Lama Seri Menanti tergolong kecil. Setiap ruang berukuran tidak lebih dari 10x10 meter.

istana seri menanti

Untuk menaiki lantai tiga dan empat, para pengunjung harus menaiki anak-anak tangga yang curam. Dahulu, lantai tiga dijadikan tempat berehat Yang Dipertuan Besar Tuanku Muhammad (1908-1931). Sekarang ruangan yang berukuran kira-kira 5x5 m itu kosong. Seperti halnya lantai tiga, lantai empat juga kosong. Lantai empat digunakan oleh Sultan untuk melihat aktivitas sehari-hari penduduk setempat.

Istana ini terletak di kawasan yang lebih tinggi daripada kawasan pemukiman penduduk. Dari lantai empat itu para pengunjung dapat menikmati suasana di sekitar istana yang hijau dan asri. Pengunjung dapat melihat ke segala arah tanpa terhalang pepohonan.

Setelah hampir satu jam melihat-lihat dan memotret seluruh ruangan istana serta mencatat berbagai data, kru MelayuOnline.com menyimpan satu pertanyaan lagi, mengapa istana-istana Melayu tidak dikelilingi tembok tinggi seperti lazimnya istana di Arab atau Eropa? Untungnya, kali ini Pimpinan Umum MelayuOnline.com bisa menjawabnya. Menurut Pimpinan Umum MelayuOnline.com ada sebuah ungkapan Melayu bahwa pemimpin adalah seseorang yang “ditinggikan seranting, didahulukan selangkah”. Ungkapan itu menggambarkan bahwa ketinggian seorang Sultan dari rakyatnya hanya berjarak satu ranting, atau berada di depan mereka hanya satu langkah. Ini menunjukkan kedekatan hubungan antara Sultan dengan rakyatnya sehingga kedua belah pihak saling memberi rasa aman. Oleh sebab itu seorang Sultan tidak merasa perlu membentengi dirinya di balik tembok-tembok raksasa.    

Ungkapan lain "dekatnya dapat dijangkau oleh tangan, dan jauhnya dapat terlihat oleh mata”. Ungkapan tersebut memiliki makna yang sama dengan ungkapan di atas. Pemimpin Melayu selalu dekat dengan rakyat sehingga tidak perlu membuat pagar terhadap rakyatnya dalam arti kias maupun dalam arti harfiah. Memang ada istana Melayu yang berpagar, seperti istana Siak, tetapi pagarnya tetap rendah.  

Karena hari mulai hujan, kru MelayuOnline.com cepat-cepat bertolak menuju musium Diraja Seri Menanti yang juga masih berada di Negeri Sembilan. Jaraknya dengan istana Lama Seri Menanti kira-kira 10 km. Musium ini dahulunya adalah istana yang selesai dibangun pada tahun 1908. pembangunannya ditangani oleh dua arsitek ternama, Kahar dan Taib. Arsitektur bangunannya sangat indah, tidak jauh berbeda dengan arsitektur Istana Lama Seri Menanti.

istana seri menanti

Di tempat ini, kru MelayuOnline.com memotret dan meminta data tanpa banyak menghabiskan waktu karena hari semakin petang. Tepat pada pukul dua siang waktu setempat, kru MelayuOnline.com bertolak menuju Melaka, sebuah kota bersejarah yang banyak menyimpan warisan-warisan sejarah dan budaya Melayu. Bersambung       


Dibaca : 9.948 kali.

Tuliskan komentar Anda !