Minggu, 26 Maret 2017   |   Isnain, 27 Jum. Akhir 1438 H
Pengunjung Online : 10.381
Hari ini : 79.242
Kemarin : 72.414
Minggu kemarin : 301.775
Bulan kemarin : 4.019.095
Anda pengunjung ke 101.990.975
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Pangkur

a:3:{s:3:

Pangkur atau cangkul adalah alat yang digunakan untuk mengolah tanah pertanian, terdiri dari dua komponen penting: daun dan gagang pangkur. Daun pangkur terbuat dari bahan besi yang pengadaannya tidak bisa dibuat sendiri oleh para petani, tetapi diperoleh dengan cara dibeli di toko-toko besi. Bentuk daun pangkur ini biasanya tidak terlalu panjang dan tidak begitu lebar, tetapi kokoh dan mudah diasah.

Mata daun pangkur lebih lebar dari mata pahat, tetapi tidak selebar mata parang panjang. Di pinggir gelang-gelang bagian dalam daun pangkur ini dibuat batang hidungnya, untuk memperkuat daun pangkur tersebut, serta mempermudah terlepasnya tanah yang menempel pada bagian  dalam pangkur.

Bagian yang kedua adalah gagang pangkur, dibuat dari kayu bulat yang keras, kemudian diraut dan diratakan, sehingga tidak terasa nyeri di tangan bila digunakan. Bagian pangkal gagang sedikit ada lekukan agar pangkur tidak mudah lepas dari dalam genggaman. Ukuran tinggi gagang pangkur ini kira-kira 85 cm dengan diameter 4 cm, bentuknya bulat panjang dan halus. Salah satu fungsi pangkur adalah untuk membersihkan areal sawah dari rumput-rumput liar dan sekaligus mengubah wujud tanah dari keadaan keras dan bergumpal menjadi lunak dan gembur.

Sumber:

Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan Universitas Riau, Atlas (Ensiklopedia) Kebudayaan Melayu Riau, 2005, Pekanbaru

Dibaca : 8.498 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password