Kamis, 23 Februari 2017   |   Jum'ah, 26 Jum. Awal 1438 H
Pengunjung Online : 1.461
Hari ini : 4.784
Kemarin : 84.734
Minggu kemarin : 233.537
Bulan kemarin : 4.156.978
Anda pengunjung ke 101.785.578
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Permainan Congkak

1. Asal usul

Congkak adalah permainan rakyat yang sudah berkembang cukup lama di kawasan Melayu dengan  sebutan yang berbeda-beda. Di Malaysia dan beberapa daerah di Kepulauan Riau dikenal dengan Congkak, di Filipina disebut sungka, di Srilanka dikenal dengan cangka, di Thailand tungkayon dan di beberapa daerah lain di Indonesia seperti di Sulawesi disebut mokaotan, maggaleceng, aggalacang and nogarata. Ada juga yang menyebutnya congklak, seperti daerah-daerah yang ada di pulau Jawa.

Congkak berasal dari Timur Tengah, yang menyebar di Asia Tenggara, terutama di kerajaan Malaka melalui dunia perdagangan. Permainan ini berkembang pada masa kesultanan Malaka pada abad ke-15, yang dimainkan oleh keluarga istana, seperti putri-putri raja. Dalam perkembangannya, congkak sudah mulai dikenal di daerah Tanjung Pinang pada awal abad ke-17 sampai 18 M. Pada masa itu, congkak hanya dimainkan oleh keluarga istana, terutama puteri-puteri raja dan bangsawan di sekitar Istana Penyengat. Selain kerabat istana, congkak dimainkan juga oleh rakyat biasa, tetapi terbatas pada kelompok sosial tertentu, misalnya kelompok nelayan atau kelompok petani saja. Jadi, pada masa ini permainan congkak hanya dimainkan oleh orang-orang yang memiliki status sosial yang sama. Setelah kekuasaan Kesultanan Riau runtuh, dan kemudian diganti oleh kekuasaan penjajahan Belanda, secara perlahan suasana mulai berubah. Status sosial antara keluarga istana dengan rakyat biasa mulai mencair. Rakyat biasa mulai bermain dengan keluarga istana, terutama dengan putri-putri raja. Salah satu permainan yang dimainkan pada waktu itu adalah congkak, sehingga permainan ini bukan hanya milik keluarga istana atau rakyat biasa saja, tetapi juga milik masyarakat Melayu, yang kemudian menjadi salah satu permainan rakyat Melayu.

2. Pemain dan peralatan permainan

Congkak dimainkan oleh dua orang perempuan, berumur antara 9-35 tahun. Ada juga anak laki-laki yang memainkan permainan ini hanya sekedar iseng-iseng saja. Peralatan yang dibutuhkan dalam permainan ini adalah papan (disebut juga rumah congkak) dan buah congkak. Papan congkak dibuat dari bahan dasar kayu, diukir sedemikian rupa sehingga berbentuk perahu. Ukuran panjang dan lebarnya 50 x 20 cm dengan ketebalan 8 cm. Bagian atas pada sisi kiri dan kanannya dibuat 14 buah lubang, setiap sisi terdiri dari 7 lubang, kemudian di ujung dan pangkal papan congkak dibuat masing-masing sebuah lubang. Lubang yang berada pada sisi kanan dan kiri papan disebut lubang kampung, sementara lubang yang ada di ujung dan pangkal dikenal dengan lubang rumah atau lubang induk. Selain itu, dalam permainan congkak dibutuhkan juga buah congkak yang terdiri dari batu-batu kecil sebesar kelingking, kulit remis, kulit siput atau kucing-kucing, yakni sejenis siput kecil yang hidup di pantai pasir. Jumlah buah congkak 49 x 2 pemain.

3. Aturan permainan

  1. Congkak dimainkan di papan congkak yang berukuran panjang dan lebar 50 x 20 cm dengan ketebalan 8 cm. Ada juga jenis yang lain, seperti bentuk papan yang mirip dengan perahu kecil atau jenis-jenis lain yang secara substansial tidak ada standar ukurannya, tetapi tetap mengacu pada aturan yang sudah disepakati, terutama jumlah lubang congkak, seperti dijelaskan pada poin berikutnya.   
  2. Lubang untuk permainan congkak berjumlah 16 buah, 2 buah lubang rumah/induk dan 14 lubang kampung. Sedangkan buah congkak berjumlah 49 buah untuk masing-masing pemain.
  3. Setiap pemain memiliki 7 buah lubang kampung dan 1 buah lubang rumah/induk yang terletak di sebelah kiri masing-masing pemain. Lubang yang boleh diisi dengan buah congkak adalah lubang kampung, masing-masing diisi sebanyak 7 buah.
  4. Pergerakan permainan congkak memutar dari kanan ke kiri seperti arah jarum jam dengan melewati lubang kampung milik sendiri dan milik lawan.
  5. Ketika permainan berlangsung, setiap pemain boleh memasukkan buah congkak ke lubang kampung sendiri atau milik lawan, kecuali lubang rumah/induk milik lawan. Bila salah satu pemain memasukkan buang congkak tersebut ke dalam lubang rumah milik lawan, maka dia dinyatakan “mati”, permainan dilanjutkan oleh pemain berikutnya.
  6. Permainan congkak bertujuan untuk memasukkan buah congkak dari lubang kampung ke lubang rumah/induk dengan cara melewati lubang-lubang yang ada searah jarum jam.
  7. Salah satu pemain dinyatakan menang, apabila ia dapat mengosongkan 7 buah lubang kampungnya dengan memasukkan buah congkak ke lubang rumah/induk miliknya.

4. Proses permainan

Permainan ini diawali dengan sut untuk menentukan siapa pemain pertama yang memasukkan buah congkak ke dalam lubang-lubang yang ada. Sut dilakukan dengan mengadu salah satu dari tiga jari tangan, ibu jari, telunjuk dan kelingking. Jika ibu jari diadu dengan jari kelingking, yang menang adalah jari kelingking; jika jari telunjuk diadu dengan ibu jari, yang menang adalah ibu jari; dan jika jari telunjuk diadu dengan jari kelingking, maka yang menang adalah jari telunjuk. Selain itu, jika jari-jari yang diadu itu sama, seperti jari kelingking dengan jari kelingking, jari telunjuk dengan telunjuk, maka sut harus diulang. Setelah pengundian ini selesai dengan kemenangan salah satu dari dua pemain tersebut, maka kedua pemain memasukkan buah congkak ke dalam masing-masing lubang, untuk satu lubang dimasukkan 7 buah congkak. Setelah itu, pemain yang memenangkan sut mengambil 7 buah congkak di salah satu lubang kampung miliknya, dan kemudian memasukkannya satu persatu hingga ke lubang induk dengan mengikuti arah jarum jam. Dari lubang induk, terus ke lubang kampung hingga ke lubang induk milik lawan. Ketika berada di dekat lubang induk milik lawan, pemain ini tidak boleh memasukkan buah congkak ke dalamnya, tetapi harus melangkahi ke lubang kampung berikutnya. Apabila buah congkak di tangan berakhir di salah satu lubang kampung milik sendiri atau lawan, permainan dilanjutkan dengan cara mengambil semua buah congkak yang ada di dalam lubang terakhir itu, dan permainan dilakukan seperti sebelumnya. Permainan akan dilanjutkan oleh pemain lain, bila buah congkak terakhir masuk ke lubang kosong yang di depannya juga terdapat lubang kosong. Tetapi, jika di depan lubang kosong tersebut ada isinya, maka disebut tembak. Artinya, buah congkak di dalam lubang itu diambil semua, dan kemudian permainan dilanjutkan oleh pemain tersebut. Bila perjalanan permainan ini tidak sampai memutar penuh, maka permainan dilanjutkan oleh pemain berikutnya. Permainan congkak berakhir bila 7 buah lubang kampung salah satu pemain kosong dari buah congkak, pemain yang terlebih dulu mengosongkannya dinyatakan sebagai pemenang.

5. Nilai budaya

Ketelitian, kecerdasan dan kejujuran sangat dibutuhkan di dalam permain congkak ini. Ketelitian dituntut agar ketika memasukkan buah congkak tidak salah, seperti salah memasukkan buah congkak ke lubang induk pemain lawan, atau kesalahan-kesalahan lain; kecerdasan dibutuhkan agar seorang pemain bisa memenangkan permainan tersebut; sementara kejujuran diharapkan agar masing-masing pemain bersikap sportif, dan tidak menipu lawannya ketika lawan tersebut dalam keadaan lengah.

Sumber:

  • Depdikbud, Permainan Rakyat Riau, …., Pekanbaru, 1984.
  • http://www.id.wikipedia.org
  • http://www.ms.wikipedia.org
  • http://www.expat.or.id
  • http://www.liputan6.com
Dibaca : 86.027 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password