Rabu, 18 Oktober 2017   |   Khamis, 27 Muharam 1439 H
Pengunjung Online : 2.962
Hari ini : 27.874
Kemarin : 29.523
Minggu kemarin : 157.490
Bulan kemarin : 7.753.475
Anda pengunjung ke 103.482.669
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Bubu

a:3:{s:3:

Bubu adalah alat yang terbuat dari bambu yang dijalin sedemikian rupa, digunakan untuk menangkap ikan bagi masyarakat Melayu yang tinggal di pinggiran sungai atau di pesisir pantai,. Cara membuatnya, bambu dibelah kecil-kecil dan diraut sehingga menjadi bilah yang dapat dianyam.  Awalnya, bubu ini dibuat dari kerangka (tapak) bulat yang berdiameter 30 cm, dengan tinggi 150 cm. Di bagian tengahnya, dibuat lekukan yang berdiameter 50 cm. Struktur bubu ini semakin ke atas semakin membesar hingga berdiameter 70 cm.

Bubu memiliki dua pintu: pintu perangkap dan pintu untuk mengeluarkan hasil tangkapan. Pintu perangkap dibuat cukup unik, karena mengikuti model struktur bubu tersebut. Letaknya di bagian atas. Pintu ini dinamakan injap, dibuat dari bambu yang dibelah dan bagian dalamnya diruncingkan, disusun berbentuk lingkaran sehingga membentuk bulatan. Sedangkan pintu yang kedua terletak di bagian tapaknya, dibuat dari bambu yang dibelah pula, kemudian diikat dengan tali agar tidak terbuka saat diletakkan di dasar sungai.

Biasanya bubu diletakkan di dasar sungai atau di ujung muara. Di dalamnya ditaruh umpan agar ikan-ikan yang melihat umpan tersebut tertarik untuk masuk ke dalam bubu. Bila ikan sudah masuk ke dalam bubu, maka ikan tersebut tidak dapat keluar lagi karena sudah terperangkap. Bubu dapat diambil kapan saja, baik ketika air pasang atau surut.  

Bubu Udang

Bubu udang digunakan untuk menangkap udang atau ikan. Alat tangkap tradisional ini digunakan secara luas oleh masyarakat Melayu, terurama di desa-desa pesisir atau tepian sungai.

Alat tangkap jenis ini dibuat dari bambu dengan menggunakan teknik anyaman. Bentuknya bulat berdiameter 80-100 cm, dengan panjang 0, 7 meter. Di bagian depannya lebih besar dari bagian belakangnya. Jenis bubu ini digunakan untuk memperoleh udang di alur sungai dangkal dan tenang, dan tidak digunakan di areal arus deras atau di areal yang dalam, seperti laut besar. (JN/bdy/104/7-07)

Sumber : malaysiana.pnm.my

Dibaca : 13.155 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password